Wednesday, February 14, 2018

How to develop character & personality with traveling ?

As people said, if you are going to see somebody original character, travel with them. Traveling make you see through 1 person when they are happy, sad, angry, disappointed, also when we need to reach consensus together.

There are many kind of traveling. Traveling is not tourist-ing. What is the difference?

For me traveling is exploring, we learn to stay alive in unfamiliar place by our own effort. But tourist-ing is we came to a place while professional one already arrange all the itinerary for us, so we just enjoy and no need to have much plan or effort.

I had work in tourism industry before but I do love traveling more and more than being tourist.

What kind of traveling that we can choose?

First, decide your travel mate, whether you will travel as solo traveler or a group trip?

I do have my poll in InstaStory and 23% choose solo trip while 77% choose group trip for their favorite.





The difference between is solo trip is all about you, you learn to understand yourself more deeply, you learn how to stay alive in foreign land, deal with yourself and the most important is to interact with foreigner. Thats all you can learn & experienced.

While group trip have many kind of accompanied, family, couple of friend, or open trip/tour.


Solo Trip

My first ever solo trip is in Jan 2015 in Singapore. I fly from Taiwan to Singapore and have 4 days there to explore the land also explore my self. 



How can I choose to have solo trip?
Well, I want to challenge my self to have good communication when living in foreign land or place between foreign people. How to interact with foreign, and also to have more experience by what I see. 

What can I learn from solo trip?
As I themed it a solo trip to learn something with foreign in foreign land, I choose to stay in capsule hotel, which can make you to have more interact with other solo traveller also foreigner. 

I learn to deal with condition where you must be brave to interact with other foreign, to have share cost or asking info,  and or meet other traveller to exchange information and travel plan. I met a lot of people, local & foreign. We share our experience also our plan. When we arrived in one place we help each other to take photo or read the map together. Goes to museum and learn about other culture, having fun and develop sense of art by taking picture and learn the rule of local being. 

Tips for beginner solo traveler :
Take your first step and the other just easy to follow. If you want to do, do it to the max. 
  • Start with the city that easy to have transportation in local & where you can understand their language or English language
  • Don't stay at hotel that you can have isolation chance, but stay at place where you need to do everything with interact (*read my experience to stay in capsule hotel The Pod, Singapore
  • Plan your trip well, use public transport & explore more, not only the famous point but also local recommended

Group Trip

What is the main point of group trip?
Group trip may be family trip, trip with friend, or join open trip. The main point is the travel mate, that you will be moving together with this mates, so if they match you in travel sense it should be a pleasant trip but if not, the worst one is going to come. 

What can I learn from being part of group trip?
As you moving together in 1 group that include many people, it is a challenge to learn how to deal with many voices, how to support each other, give in each other. To deal within 2 people is easy, but after 3, 4, 5, and many voices there should be a big challenge. 

Also you need to keep your mood in good condition to enjoy the trip. 

Tips for group trip :
  • 4-6 people a group is the most suitable for car rental & hotel room also sharing cost for food, more than 6 people is hard to get same understanding
  • If the group is big group, make the commitee to plan the trip, you can learn as the planner of this trip or book a tour if you getting hard to handle elder & child
  • No need to enforce your wish when it was a big group trip, majority should be follow
  • Tell your mate what is the theme of this trip, is it relaxing one, hectic one, or what so they will have imaginery on what is going on, slow down their voices then as they already know what this group going to do 


Saturday, January 27, 2018

Kuliah tuh ngapain ya?

Setelah meninggalkan dunia sekolah, banyak yang nanya "guna gak sih kita kuliah, emang yang dulu kita pelajarin berguna buat kita?"

Dan setiap kali pertanyaan itu datang di hadapan gue, gue akan jawab : Buat gue sih guna !

Mungkin pertanyaan kayak gini suka jadi topik pembicaraan para mahasiswa baik yang  baru mulai perjalanan atau yang di tengah perjalanan juga yang akan mengakhiri statusnya sebagai mahasiswa. Let me share my experience! 

Ini cerita gue semasa kuliah. 
Gue kuliah di Taiwan, dapet beasiswa di jurusan International Business di technology university yang adalah mayoritas local student, overseas-nya bisa diitung pake jari yang percentage overseas-nya 0,..... sekian persen aja. Jadi bisa dibayangkan kehidupan gue di tengah - tengah orang local, bahkan di awal gue masuk mereka pikir gue orang Taiwan yang migrasi ke Indo dan balik Taiwan lagi jadi mereka shock kok gue bisa bahasa Indo, emang guys cerita apapun ada ketika menginjakan kaki di luar sana :) 



Waktu itu lagi breaktime ganti kelas dan berasa langit saat itu cerah banget 



Baca juga : Kisah lengkapnya awal mula gue bisa masuk univ ini disini 

Gue apply degree tambahan yaitu Digital Multimedia Design yang sebenernya banyak diragukan orang yang katanya gak akan kuat kalo harus ikutin kelas 2 jurusan karena selama ini belum ada yang begitu. Tapi karena gue orangnya kepo pengen coba - coba gue pun maju tanda tangan aplikasi dan jadilah hari - hari dimana gue dalam 1 hari bisa masuk kuliah jam 8 pagi - 10 malem karena pagi - siang kelas Business dan malemnya ikut kelas Design, well struggle terbesar saat - saat winter apalagi abis pulang jam 10 malem besokannya kelas jam 8 pagi lagi. But I'm thankful enough sama ke-nekad-an gue saat itu. 


Tips 1 : Jangan takut jalan sendiri buat mengejar suatu mimpi

Ini sering banget kejadian, biasanya kalo kuliah itu kelasnya selalu ganti - ganti jadi si A akan janjian sama si B biar pilih kelas yang sama biar nanti di kelas ada temennya nah kalo si B gak pilih, si A juga gak akan pilih. Guys, masa depan kalian itu di tangan kalian bukan di tangan teman. Kalau emang kalian suka sama kelas itu tapi gak kenal siapapun di dalamnya, belajarlah untuk kenalan sama temen baru karena nanti kerja juga kenalan sama orang baru terus kan, so this is the best practice! 
Toh ngumpul sama teman bisa setelah kuliah, bukan?


Tips 2 : Pay attention

Banyak banget ya yang kuliah absen physic tapi mind nya di tinggal entah kemana, main HP, ngobrol, atau tidur bahkan bisa punya kesibukan sendiri. Lucky me, univ gue sering banget undang speaker luar untuk speech atau speaker yang berhubungan tentang pelajaran untuk share pengalaman & knowledge dia ke para mahasiswa, dan ini GAK PERNAH GUE LEWATIN

Gue paling excited dengerin speech orang, kenapa? Karena setiap orang punya experience beda - beda yang bisa kita petik hikmahnya. Pengalaman dia yang baik bisa kita jadikan contoh untuk menjadikan diri kita yang lebih baik lagi, pengalaman yang buruk bisa kita taruh di hati biar kita gak lakuin kesalahan yang udah orang lain lakukan. 

Dan yang paling penting menurut gue, membuka pikiran kita lebih open-minded dan biasanya gue dapet inspirasi menghayal mimpi gue dari cerita mereka. Even, cara mereka speech pun bisa jadi pelajaran kita gimana nanti kalo gantian kita yang speech, dos & donts. 


Tips 3 : All about habit 

Berapa banyak sih pelajaran bulan lalu, semester lalu, tahun lalu yang bisa kalian ingat saat ini juga? Gue yakin cuman 0,0000sekian yang bisa jawab. Pelajaran itu bisa dilupakan begitu saja, tapi namanya kebiasaan itu akan ikut kita terus mau bertahun - tahun pun kalo udah kebiasaan sulit dilupakan. 

Selama kuliah gue cuman pernah absen 1x waktu sakit maag muntah - muntah selebihnya gue akan selalu berusaha ontime muncul di kelas biarpun kalo kelas pagi yang dateng hitungan jari only. Why?

Itu kebiasaan guys, karena saat masih jadi murid sebenernya yang dilatih bukan hanya knowledge tapi habit kita. Kalo sekolah aja telat terus susah loh pas kerja jadi karyawan yang ontime terus :)

Yang kecil tapi suka di sepelekan, kebiasaan nyontek! Nyontek jawaban ujian, nyontek report, nyontek apapun lah itu. Guys sekali lagi, habit itu bakalan ikut kita terus jadi lebih baik dibiasakan sesuatu yang baik segimana kita mau ngeliat diri kita di masa depan ya. 


Tips 4 : Priority

Usia mahasiswa itu emang lagi masa - masa produktif, energy kayak batre radio yang gak abis - abis. Pengen ini pengen itu. Pengen jalan - jalan, part-time, nonton seri, main, dan banyak lagi. Saking banyaknya bisa jadi lupa kalo status kita itu mahasiswa which is prioritas kita itu ada di kata KULIAH. 

Gue freelance selama kuliah, tapi gue akan say No kalo bentrok sama kuliah atau ada report or ujian saat itu. 


Tips 5 : Don't wasting time

Dengan double degree, most of mata kuliah gue di kedua jurusan itu gue selesaikan dalam kurun waktu 3 tahun. Iya, emang gak mudah, kuliah dari jam 8 pagi - 10 malem, report banyak, ujian banyak, nangis di perpus pun ada.

Cuman gue gak mau sia - siain waktu kuliah gue. Plan gue tahun ke-4 harus bisa internship walaupun itu gak wajib tapi gue berasa itu penting buat belajar suatu hal baru. 

Kata paling bahaya itu NANTI AJA, kalo udah muncul gak akan tau lagi kapan hal itu terselesaikan. Don't waste your time, selesaikan kuliah tepat waktu malah bisa bikin kita melakukan banyak hal yang kita impikan lebih awal :)


Tips 6 : Perkaya diri 

Waktu status kita masih jadi murid, gak akan ada yang marahin setiap kita pertanyakan sesuatu bakal ada yang kasih jawaban dan jelasin tapi waktu masuk dunia kerja gak akan ada yang mau kasih jawaban or jelasin ke-kepo-an kita, kita yang harus ngasih sesuatu ke kerjaan itu bukan kita yang menyerap sesuatu itu. 

Gue gak pernah nolak kalau diajak untuk ikut event diluar / didalam sekolah, visit atau apapun lah itu buat liat sesuatu yang gue gak pernah tau. Mengunjungi behind the scene Customs, Forwarder, Exhibition Office, dan sebagainya. Karena gak tahu kapan ada kesempatan bisa ngeliat / ngerti sesuatu itu yang gak dibuka untuk umum. I'm fully blessed. 



Behind the scene sebelum container naik kapal at Keelung Port


International exhibit competition, anw 4 of different nationality people, yeah



Kalimat yang gue suka dari dosen waktu baru awal masuk kuliah, dia bilang kuliah itu beda sama sekolah, kuliah kita yang nentuin arah kita, sekolah udah ada yang tentuin. Jadi kuliah kita hasil-nya kayak apa ya itulah yang mencerminkan gimana harapan kita tentang kuliah kita ini. 

Hasil itu gak pernah jauh dari target awal yang kita setting, jadi jangan anggap remeh perjalanan 4 tahun kuliah, something beautiful is yet to come. 







Saturday, January 20, 2018

Fly with Garuda Indonesia

Garuda Indonesia, as awarded with "The World's Best Cabin Crew" by Skytrax for the fourth consecutive year in 2017. I get chance to take Garuda for my domestic flight from Jakarta to Yogyakarta. 

Garuda's ticket fare most of the time was higher than the other airline. So let's explore what is the different we get from Garuda's service. 

Depart from Soekarno-Hatta, Garuda will take place from Terminal 3, the newest terminal in Soetta. 


Terminal 3 looks like

Here we go!
Ticket is include 20kg baggage & on board snack or meal depends on your flight schedule. Due my flight is around 10 in the morning, I only get snack. But if you meet lunch time, you should get the lunch on board. 

First big different is there is entertainment screen on board which some movie ready to accompany our flight. I'm enjoying Kartini movie on board. 



Newspaper available when entering the board, you will get it for free, also there is mandarin newspaper

For me I don't think there is something special about this around 1 hour flight, except this view below. I was sad when I didn't get the window view seat, but when I turn my view I look at the cane, that's surprise me. It remind me about my dream to travelling more and more. Do I will travel more even in my old age like this Grandpa does?





If you have enough budget or chance to get Garuda, it was a good choice to enjoy pleasant trip with meal & entertainment screen. 



Monday, January 8, 2018

Postcard from 2017

Banyak sekali yang bisa disyukuri dari 2017, senang sedih marah kecewa semuanya ada. Pengalaman pertama yang tak terlupakan sampai surprise dan hadiah indah yang tak pernah terbayangkan. 2017 you are good. 
Sebagian kecil dari hal yang masih lekat di benak dan hati saya, banyak untuk diceritakan. 



Sunday, January 7, 2018

Hidup di luar negeri worth gak sih ?

Sebenernya dari dulu pengen nulis post tentang topic ini tapi belum ada kesempatan buat benar - benar duduk diam dan nulis pelan - pelan dari lubuk hati. *anaknya nunggu mood dulu baru nulis hahaha

Karena belakangan banyak topic pertanyaan yang datang tentang rasanya dibesarkan di negeri orang gimana sih?, enak ya sekolah disana?, kehidupan disana gimana?, bla bla bla sampai pertanyaan emang gak sayang ya pulang lagi ke Indo bukannya enakan di Taiwan?

Sebagai bocah yang baru duduk di bangku SMP dan harus meninggalkan rumah, saat itu gue excited banget. Mungkin karena anaknya suka nghayal, pengen tau gimana hari - hari gue sekolah di luar negeri, gimana ya lingkungannya. Tapi juga gue banyak mimpinya, bayang - bayangin kalau nanti abis dari Taiwan nih pulang - pulang mandarin-nya cas cis cus keren deh pasti, tar pulang - pulang dengerin lagunya si Michael Wong pasti langsung tau artinya.

Memang awal dari segalanya itu ga ada yang mudah. 2 minggu pertama gue happy banget mungkin berasanya lagi jalan - jalan di luar negeri. Begitu mulai masuk sekolah dan mulai kehidupan asrama gue jadi down pengennya pulang. Aduhhh ini kamar kok ga ada AC-nya, kasurnya single sempit lagi, mesti bangun pagi - pagi, full kehidupan 24 jam bersama orang asing, ga leluasa.

Dulu waktu masih di Indo aja ada ret reat 3 hari 2 malam gue berasa ga nyaman ga aman banget tidur 1 kamar sama orang lain yang padahal temen kelas sendiri, tapi sekarang gue harus bisa 24 jam on menjaga diri karena disini kehidupan loe ga akan jauh dari yang namanya teman. Karena gak ada yang namanya keluarga loe yang nemenin disini.

Mungkin di rumah bangun tidur kamar berantakan yaudah ada pembantu yang beresin, tapi beda cerita kalau kita udah hidup sama orang lain. Risih pasti mereka liat kita yang berantakan. Watak asli akan keluar ketika hidup bersama jadi disinilah karakter kita akan ditajamkan satu sama lain.

Asrama gue ini bentuknya macam military school kali ya, yang ada jam bangunnya pake priwitan dan jam tutup pintunya. Jadi latihan sigap waktu pintu itu akan ditutup dan harus lari kalo gak mau dikasih hukuman sikat WC.

Nah tapi ini juga yang bikin gue mengasah time management dan jadi terampil bersih - bersih karena kalau ga ya dapet hukuman lagi.

Sebenernya perjalanan gue juga gak mulus semulus pantat bayi, kerikil dan segala gajluk - gajluk itu ada. Waktu pertama gue mau ke Taiwan malah gue di telepon temen dari siapalah yang gue juga ga kenal dan menghalangi gue ke Taiwan katanya gue ga akan betah bla bla bla. Helloooo kita kenal juga gak siapa anda menetapkan gimana akhir cerita saya, emang anda Tuhan?

Dan banyak cerita drama - drama nya baca disini ya tentang ujian masuk kuliah & drama tante kost.

Terus kalau ditanya gue nyesel ga ke Taiwan?


NGGAK!!! Gak pernah. Lebih tepatnya gue gak pernah menyesali segala decision gue selama ini sampai sekarang.

Justru karena kerikil dan tantangan itulah yang menjadikan siapa gue sekarang. Gue yang dulu gak bisa bersosialisasi dengan orang baru dan berdiri di depan panggung malah jadi guide yang membawa puluhan orang dan harus bicara depan panggung sebagai MC menjelaskan kebudayaan Indo dalam mandarin depan ribuan orang.

Gue yang berasa gak aman kalau tidur sekamar dengan orang asing malah jadi solo traveller yang tidur di pod bersama 19 wanita lainnya dalam 1 kamar dan itulah yang menjadikan gue sekarang yang suka banget sama travelling dan pengen explore ini dan itu. Kenapa? Karena gue juga jadi gak takut nyasar saking uda sering nyasarnya, dan jadi orang yang berani mulai topic obrolan ke orang asing yang gue ga kenal.

Tentunya gue jadi berasa flexible dimana gue ditempatkan biar gak repotin orang - orang dan gak ribetin diri sendiri *anaknya takut ribet

Dan gue jadi lebih mengenal diri sendiri, apa yang gue mau dan gimana caranya berperilaku di tengah orang asing.

1 hal yang gak kalah penting, tentang pikiran. Hidup sendirian di tengah local people there, membuat pikiran gue terbuka, bersosialisasi dengan orang yang beda background, beda kebudayaan, dan juga beda pikiran bisa menajamkan satu sama lain dan loe jadi realize ohhhh ada ya orang begitu.

Jadi menurut gue sebenernya it doesn't matter kemana loe mau pergi dan besar disana. Gak harus yang sekeren apa negaranya tapi tentang gimana kita bisa berdamai dengan diri kita sendiri karena lw harus jaga diri 24 jam gak bisa marah - marah seenaknya or berantakan sesukanya jadi lebih bisa control diri dan pikiran loe akan lebih dibukakan dengan melihat dunia yang lebih luas.

Tips gue, kalau dapat kesempatan dengerin speech orang ataupun ikut acara jangan ikut - ikutan temen aja dia mau kabur atau main HP tapi dengerin bener - bener. Selama di Taiwan setiap ada acara overseas gue gak pernah absen walaupun ketemunya sama orang asing lainnya dan biasa orang gak mau ikut kalo gak ada teman, tapi gue bersyukur dengerin pengalaman orang yang bisa gue petik jadi pelajaran gue sendiri. Gak pernah rugi.

Nah kalau pertanyaan selanjutnya : Apakah gue nyesel balik Indo setelah bertahun - tahun lamanya jamuran di Taiwan?

Well, waktu gue memutuskan buat forgud emang banyak suara yang menentang juga yang bilang ini not good and anything, kok sama ya kayak waktu pertama mau ke Taiwan ada yang nghalagin juga?

Tapi jawaban gue masi sama, gue gak pernah menyesali segala decision gue sampai saat ini. Kenapa?

Pernah denger kan kalo kita gak akan bisa grow up ketika ada di comfort zone?

Yes, kelamaan di Taiwan udah bikin dia jadi comfort zone gue.

Kalau ditanya nyesel ga ninggalin Taiwan? Hmmm, gue bingung sih kenapa harus nyesel ya? Selama apa yang gue dapetin dulu itu yang menjadikan gue sekarang gue gak akan nyesel. Lagian emangnya kalau meninggalkan Taiwan sekarang berarti seumur hidup gue gak akan kesana lagi?

Who knows? Gue pun gak tau mungkin selanjutnya gue akan meninggalkan Indo lagi atau kemana tapi selama decision itu membuat gue bertumbuh dan level up gue gak pernah nyesel.

Kalau dibilang kan sayang di Taiwan gajinya gede loh, di Indo UMR. Guys, 1 perusahaan ada kan yang gaji-nya rendah banget dan juga yang gajinya setinggi langit? It's about your value, not your office.

Sebagai penutup, tips gue buat yang lagi di persimpangan :
Jangan terlalu terbawa dengan kalimat dan pendapat orang lain. Banyak orang yang takut akan kegagalan sehingga ia lupa kalo mulai aja gak pernah. I prefer to say I cant believe I do that than to say I wish I do that. 

So guys, apapun keputusan kalian just pray for it and dont be afraid.

Good luck !



Sunday, December 31, 2017

About 2017

2017. Dua ribu tujuh belas. Tahun penuh warna, penuh cerita dan kisah. 

Januari.

Memulai tahun di rumah sakit bersama Papa sampai Imlek tiba dan Papa pergi dengan senyumnya setelah mengajarkan saya menyetir dan memarahi saya seperti biasanya. Ternyata kepulangan saya setelah meninggalkan rumah bertahun - tahun di waktu yang tepat. Waktu Tuhan tidak pernah terlambat.

Februari.

Untuk pertama kalinya saya mengendarai mobil di jalan tol. Memberanikan diri untuk mulai menyetir ke tempat kerja walaupun akhirnya di parkirin supir, ternyata awal yang tidak mudah. Tegang waktu harus lewat jalan tikus karena pembangunan gerbang tol Jakarta - Tangerang yang bikin macet - macetan ternyata meningkatkan keberanian nyetir secara significant. Terimakasih untuk tol yang macet sehingga saya jadi berani lewat jalan tikus.

Maret. 

Mungkin saya melupakan sesuatu, tapi Tuhan tidak pernah.

April.

"Pekerjaan yang membawa saya melihat dunia luas dan pengalaman baru kemana kaki saya melangkah."
Salah satu keinginan saya yang Tuhan jawab lebih dari itu.

Naik kereta ke Bandung merupakan pengalaman pertama saya. Hanya selang beberapa hari saya pergi dan pulang Bandung dengan pengalaman yang berbeda. I'm so excited, I explore Indonesia.

Mei.

Lebih dari itu, Tuhan membawa saya ke Jogja. Saya sempat mengucap ketika AADC2 tampil pengen deh ke Jogja. Walaupun kali ini ke Jogja untuk urusan pekerjaan but Jogja stole my heart.
One view I can't forget about. Kakek dengan tongkat yang duduk di sebelah saya. Tuhan, dia yang pake tongkat aja masih semangat naik pesawat, saya yang masih full energy ini gak boleh kalah. Harus explore Indonesia more!
Soon on the blog for detail :P

Juni.

Kembali lagi, hal kesukaan saya datang. Naik pesawat dan berpetualang. Dan saya dikasih bonus tambahan, pindah seat ke emergency exit which is leg room-nya lebih luas. Yeay!

Tuhan itu kalau kasih hadiah gak tanggung - tanggung. Yes I love road trip. Apapun itu deh, rasanya seneng aja bisa duduk dan di-setirin terus liat pemandangan sepanjang jalan. Dan saya pun road trip melintasi perbatasan Indonesia - Malaysia selama berjam - jam, mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra lalalalal , melewati imigrasi dengan jalan kaki. Ahhh, gak pernah kebayang bisa ngalamin ini. Kereennnnn !

Ternyata hadiahnya ga cuman sampai disitu, road trip berlanjut ke Pulau Tayan dan Riam Ensiling dimana google aja belum ada nih tempat. Keren banget ga sih.

About the road trip
Love this place so much. Riam Ensiling.

Juli.

Pemandangan langit yang indah lagi lagi dan lagi.

Can't get enough of this view

Agustus.

He always have something special!

September.

Back to nature again. Berpetualang menghirup udara segar dan cuaca cerah sekali.

Oktober.

Mendadak malaikat segala penjuru muncul dan battery terisi penuh siap menghadapi dunia.

November.

24 hours in Jambi. Sepanjang sejarah hidup waktu tercepat mengunjungi suatu kota dalam 24 jam pergi dan pulang naik pesawat.

First drama musical experience and I think I falling love with it. Boleh lah ya sedikit menikmati.

Desember.

Flight again! Ahhhh, how much I love the view from airplane window. Mungkin keseringan ngaku hobi-nya naik pesawat jadi dikasih mulu kali ya. But I'm so happy and blessed.



Sebentar lagi 2017 berakhir dan baru sekarang ini saya duduk diam di kamar sambil me-recap kembali apa yang terjadi selama 2017. Kalimat yang paling sering saya ucapkan : Jangan pernah menganggap remeh mimpi. Karena dari situ semua itu punya potensi untuk menjadi kenyataan, kalau mimpi aja gak pernah gimana mau jadi kenyataan.

As always, God is amazing. Saya terharu begitu me-recap 2017 dan ternyata apa yang pernah saya minta walaupun terkesan tidak masuk akal atau saya hanya asal berkhayal aja Tuhan kasih itu bahkan ada hadiah bonus-nya yang tidak pernah saya bayangkan.

So ready for 2018 and excited what God will do in 2018!

Happy new year, have a blast and I'm thankful for you and everyone who fill up my 2017.


Saturday, December 30, 2017

Hotel Naratas, Puncak | Cisarua, Indonesia

Born as a nature addict, I'm going to leave this busy city, Jakarta for long-weekend. I plan to get public transportation so I can take a rest and relax much while on the way and no need to worry about traffic and car.

Start from Jakarta, I get Commuter Line to Bogor Station, and continue with online transportation then.

Not as prepared as usual, I still don't have any place to stay in Puncak. Some of the hotel I'm interested in are full booked.

I want a place that not far away from Bogor highway so I will not stuck in Puncak Raya road too long when it was traffic or in control. Also near Cisarua cause I'm going to visit my parents friend  there. Well, let's explore the internet more. :)

Must know : Puncak Raya road is in 1 way control when weekend or long weekend or holiday. So it should be only 1 way to Puncak in the morning and 1 way to Jakarta from Puncak in the noon. Make sure you didn't miss it or you will be stuck in the road.

Arrived in Bogor Station around 9 in the morning, I book a hotel via Agoda.com. The most last minute book I ever reserved.

Get discount for booking via agoda app

Welcome to Naratas Hotel. I order a twin room for 2 nights for IDR 513K and get discount code become IDR 491K. Quiet cheap place to stay then and nothing I expect for this price.


I get the room in downstairs so it's the stairs look like from lobby
Arrived in Naratas, they said they only have double room and let me see it. I really don't like the room in the corner and so smelly. Actually 4 people will stay in this room and if only a double bed there I will get extra bed.

A little disappointed about the room condition. When I say I want to get extra bed which will be charge IDR 100K/night surprisingly they said they have another room for us. And the new room is quiet big enough and not smelly. Yeay! God's grace then.

Breakfast are available but I lost the photo. They provide, fried rice, fried noodle, hot tea, and syrup in the morning.

Personally I feel like sleep in toilet with that ceramics wall :P 
TV, table, thermos, glass are available. Simple toilet with hot water and towel.

No water kettle here, but there is thermos and you can refill hot water in receptionist area. Better to bring your own towel & toiletries. Also hair dryer as there is not available here.




Puncak weather is quiet cold so basically there is no AC here and prepare your jacket for sure.

Corridor looks like
The other way to exit besides the red stairs

Plus :

1. Strategic location
2. Cheap price with breakfast
3. Good weather circulate with semi outdoor corridor

Minus :

1. Bedsheet smelly
2. Old furniture
3. Wifi in public area only (lobby)




Friday, December 22, 2017

Neo Hotel Pontianak, West Kalimantan | Indonesia

Keluar kota dan mencari penginapan yang nyaman dengan lokasi strategis itu pastinya tujuan semua orang. Hal pertama yang dilihat adalah lokasi yang dekat dengan jantung kota jadi akses-nya lebih mudah untuk explore.

Traveling out of town for sure we expect a comfort and cozy place to stay, also strategic. So we can explore easily and reach tourist point without any lack. 


Kali ini Neo Hotel menjadi rumah kedua saya di kunjungan singkat saya ke Pontianak, ibukota Kalimantan Barat. Lokasinya di area Gajah Mada, bersebelahan dengan Star Hotel dan Harris Hotel which is banyak makanan yang bisa di explore dan juga di tengah keramaian jadi gak perlu takut kelaparan.

Neo Hotel adalah bagian dari Aston. Namun Neo bisa dibilang lebih ekonomis dibanding dengan Aston Hotel (*read Grand Aston Yogya review here

Neo Hotel as my 2nd home during my short trip to Pontianak, the capital of West Kalimantan. It located in Gajah Mada area which is a point for culinary. Star Hotel and Harris Hotel is in the neighbourhood.  

Neo Hotel member of Aston Hotel appear in the economy version of hotel. (*Grand Aston Yogya review here

Lobby is place on the 2nd floor as right picture
left : Lift access on the entrance; right : Receptionist area
Area breakfast & coffee break di lantai yang sama, tapi karena booking-nya tanpa breakfast jadi kali ini ga ada review sarapan ya. Mungkin ada yang bisa share :)

Breakfast & coffee break area in the same floor, but our booking is not include breakfast we dont have any review for this. Maybe you can share in the comment if any :)

Corridor quiet clean
Ada 2 jenis kamar disini, smoking dan non-smoking. Saya sendiri yang tidak suka bau rokok lebih prefer untuk memilih kamar yang non-smoking  karena walaupun tidak merokok di kamar, area smoking room sudah tercium baunya di koridor. 

There are 2 kind of room, smoking and non-smoking. For me as I don't like the smell of cigarette I prefer to request non-smoking room. Because in the smoking area even no one smoke inside the room, the smell already smelled from the corridor. 



TV, water kettle, tea bag, coffee, hanger
There is hot shower but I dont like the shower
I love the complimentary of Neo, similar with Aston details. Even the hair dryer is normal one not the smaller one for hotel.
Parking lot beside Neo. IDR 3K collect for a day by local. 
Plus :
1. Lokasi strategis Strategic location 
2. Harga terjangkau Affordable price
3. Bersih dan tidak berbau Clean & not smelly
4. Complimentary nya memuaskan, dari hair dryer, cotton buds, cotton ball Awesome complimentary

Minus :
1. Tidak ada tempat parkir jadi harus parkir di parking lot sebelah No parking area
2. Area drop off lobby sempit dan harus hati - hati sekali saat parkir Small drop off area in lobby
3. Penerangan kurang di dalam kamar A little bit too dark in room
4. Shower yang tanpa selang shower sulit diarahkan Shower that hard to use, or I need shower hose