Sunday, December 24, 2023

Makin makin di 2023 | Thanks 2023 (1/2)

Beberapa hari sebelum 2023 end, sehari sebelum christmas and here I am. I enjoy a lot for this long weekend, yes you hear it right not a long holiday since I still work for next week but I like my kinda long weekend this time for being home. Home sweet home. 

Seperti biasanya kalau udah mulai akhir tahun mulai inget - inget lagi pas awal tahun kasih nama 2023 tahun apa ya? Apa yang ingin di capai di 2023 udah kesampaian belum ya and so on and so on. Ternyata di 1 Jan 2023 aku udah tulis di note : 2023 instead of focus on losing, focus on getting more 

And that 2023 quotes berperan alot in this year, I feel like I learn a lot of things this year, 領悟到也體會到。Mungkin sesuatu yang sebelumnya gak pernah kepikiran atau belum dapet jawaban-nya akhirnya ngerti juga di tahun ini, banyak hal baru yang terjadi pertama kali di hidup, banyak juga hal yang ditinggalkan akhirnya. 

One of my favorite learning point this year : Know your self more is better. Tau apa kelebihan dan kekurangan diri sendiri itu penting banget. 人最大的問題是什麼?是他不知道他自己的問題是什麼。What is the biggest people problem? Is when the people don’t know what is their problem. 

Karena ketika kita tau apa masalah yang ada kita bisa mikir gimana cara solving-nya tapi kalo even masalahnya apa aja kita gak tau ya gimana kita mau solve it and grow — right? Banyak orang yang gak tau masalahnya dimana karena banyak hal, misalnya : pride — gak mau denger kata orang tentang kekurangannya, gak mau denger orang lain doing better than us, takut kehilangan apa yang udah dimiliki sekarang ketika tau kekurangannya. Sebenernya itu salah, justru ketika gak mau tau masalahnya dimana, ketika itulah kita udah kehilangan kesempatan untuk jadi better version of us. 

知道自己適合什麼最好。Another learning point yang kusuka. Gak ada di dunia ini manusia yang paket komplit, bisa semua, semuanya bisa, hanya Tuhan yang sempurna hehe. Banyak liat orang yang kenapa dia kok kayaknya gak grow up — ternyata karena apa yang dia lakukan bukan hal yang suitable buat dia, jadi ya ngelakuin-nya setengah hati. Dan ini gak berlaku cuman buat apa yang dikerjakan, tapi juga, how is your circle, how is your lifestyle, etc. I really learn alot about it, kadang kita pengen kayak si ABC, tapi sebenernya kita lebih cocok jadi diri kita sendiri yang which is DEF. It’s the genuine you. 

Belajar di tahun ini juga untuk lebih bisa let go dan gak apa - apa mau perfect, focus on the key point aja enough. Mungkin dulu I’m more a perfectionist person tapi makin kesini jadi lebih bisa filter mana yang emang butuh berasaskan perfectionist mana yang yaudah ala kadarnya juga gak apa - apa. Someone told me this year : 不是每件事情都有價值的,有價值的人做有價值的事情 

Makin belajar untuk jadi orang yang kokoh akan pendirian dan ber-prinsip karena makin kesini makin liat banyak orang dan makin setuju kalau orang ber-prinsip itu susah ditemukan dan “mahal”

Makin belajar gak melulu tentang seberapa sering you connect to each other tapi how you get connect with intentions. Gak melulu harus nempel 24 jam atau komunikasi pagi siang sore malem tapi how you being trusted and you trust other

Makin ngerti kalau yang namanya 緣分 itu bukan cuman 巧合 tapi ada campur tangan rencana Tuhan di dalamnya. Anyway 緣分 become most favorite chinese vocab for me recently. Karena susah di ungkapkan dengan bahasa or english tapi kayak nyata adanya.

Makin berasa banyak hal ketika kita gak ketemu jawabannya dan gak tau cari dimana, semesta bekerja buat kasi jawabannya lewat banyak hal atau orang yang tak terduga. 

Makin ngeliat bukti nyata dari 未來的我跟你不一樣,所以現在的我也不會跟你一樣 — salah 1 quotes yang kusuka dari jaman sekolah dulu ketika orang suka nanya kenapa harus rajin banget kayak gak punya kehidupan anak muda aja, nah kusuka kasih quotes ini dan lately berasa ketemu banyak orang yang kisah hidupnya beneran mencerminkan quotes ini.  

Makin ngerti kalo ternyata hidup itu gak sulit, adulthood is not that complicated but we are the one who make our life complicated. Jadi ternyata complicated or ngga adulthood itu tergantung pilihan kamu sendiri. Bukti I can survive 1 month living abroad with medium size luggage only below 17kg and its enough. 

Makin ngeliat banyak hidup orang lain yang mungkin gak kepikiran ternyata how they living is the one that suitable for me yang selama ini gak kepikiran oh ternyata bisa gitu ya? 

2023 gak sedikit change my mind. Ada beberapa hal yang terealisasi yang gak kepikiran di awal 2023 but here I am, grateful and thankful and ready to draw my 2024 target. Btw kayaknya kebanyakan bikin annual plan buat di kantor sampe sampe kemaren jadi bikin target 2024 pake Q1 Q2 hahahah well, mewwy xmas hope you enjoy your xmas gift from santa dan mari berencana untuk 2024! 



Sunday, December 10, 2023

Kampung Nelayan di Thailand | Cha'am, Thailand

Lanjut dari cerita Pattaya sebelumnya, ini another part of pantai di Thailand yang kalau di liat di google map seberang-seberang-an sama Pattaya yaitu, Cha'am. 

Baca : Pattaya the Sin City


Beda sama Pattaya kalau Cha'am ini mungkin lebih asing di telinga secara kalau di kalangan non-local gak terlalu sering kedengeran tapi kalau di kalangan warga lokal udah khatam sama tempat ini. Jaraknya 173km dari Bangkok sekitar 2,5 jam perjalanan

Untuk sampai ke Cha'am sebenernya ada bis tapi again karena lebih banyak warga lokal yang kesini jadi mostly yang kesini nyetir sendiri. Nah kali ini aku juga kesini karena ikut warlok. 

Apa bedanya Cha'am dan Pattaya? Beda banget vibesnya. Cha'am lebih ke healing, tenang, slow living, seafood market, villa, rice fields. Ada gunung ada laut. 



First impression of Cha'am




Apa yang terkenal di Cha'am? Tentu-nya seafood-nya, sebenernya wet market-nya gak terlalu besar tapi berbagai jenis seafood fresh from laut ada dan harga terjangkau. Tapi again karena disini mostly yang datang warga lokal jadi no english ya hehe. 



My fav coconut ice cream



Ada buaya kecil dong itu


Pantai-nya gini, lebih ke pasar ikan dan healing local sih keknya seru ya




Kali ini kita pergi almost 20 orang dan kita langsung sewa villa kenalan salah satu temen di tengah - tengah rice field. Menurutku kalau kesini emang cocok-nya buat slow living & healing sih ya bukan yang kayak hectic dan party. 





Sisa BBQ semalem kita masak jadi bubur seafood aka jok yang terkenal di Thai tentunya bukan aku yang masak haha




Crowded Shanghai in Few Hours POV | Shanghai, China

Akhirnya touchdown Shanghai juga walau cuma beberapa jam aja, soalnya dari dulu bolak balik China belum pernah ke kota besarnya kayak Beijing or Shanghai. So it was my first time to touchdown at Shanghai. 

Apa first impression ke Shanghai? Flight-nya jauh lama ber-jam-jam, biasanya kalau uda transit Hongkong pasti udah deket ke kota di China kalo ini masih jauh banget. Emang posisi di utara China sih cuman kayak berasa banget jauhnya lol. 

Ada 2 bandara di Shanghai : Shanghai Pudong International Airport 上海浦東國際機場 & Shanghai Hongqiao International Airport上海虹橋國際機場 --- apa bedanya? Lokasi dan keramaian kali ya yang langsung aku rasakan. 


Keren ya pesawat sekarang  bisa ada live camera gitu ini Thai Airways

Pudong lebih jauh dari pusat kota kurleb 1 jam, Hongqiao lebih deket kurleb 40 menit. Pudong antre imigrasi aja gila - gilaan bisa 2 - 3 jam, Hongqiao lebih sepi, imigrasi 30 menit keluar. Nah jadi saranku kalo bisa pilih yang Hongqiao aja, walau yang lebih terkenal si Pudong lol. 

Nah pertama kali sampai di Shanghai, aku samapai di Pudong, ramai gak ketolongan, antre kayak ngantri sembako dan gak tertib super lama imigrasi-nya. Manusia-nya crowded banget. 

Transport menurutku gak ada bedanya sih tapi kesan pertama naik taxi di bandara driver-nya cuman duduk di bangkunya nanya bisa kan angkat koper sendiri? Gak ada service-nya ceunah. 

Lalu sampai di hotel juga, hotelnya kecil dan pricey, ya mungkin karena di pusat kota dan ini kota besar ya. Kalau untuk makanan ya berasa old chinese banget sih, kayak model smoke fish, lalu bebek isi ketan, sebenernya aku gak terlalu ngena ya soalnya beberapa jam disini cuman sempet makan kayak makan meja yang old chinese dan dikenalin beberapa menu-nya. 

feel that vibes


Tapi sempetin ke The Bund. Ya ini kayak sightseeing lah ya cuman liat pemandangan aja kayak kota Shanghai dengan laut. 



Overall kayaknya aku b aja deh, emang berasa classic old chinese style dari segi bangunan dan vibes, tapi manusia-nya crowded banget ku tak sanggup hehe. 



Friday, November 24, 2023

Pattaya the Sin City | Thailand

Pattaya pernah jadi salah satu destination yang mau didatengin back in 2015, tapi gak jadi saat itu dan sekarang after 8 years mari kita jadikan kenyataan. 

Kenapa Pattaya jadi destinasi yang suka di gandrungi traveler yang ke Bangkok? Karena dari Bangkok, pantai terdekat tuh Pattaya & Cha’am, nah Pattaya ini yang paling traveler friendly alias gampang dicapai. 

Berada di selatan Bangkok, jarak Bangkok Pattaya sekitar 150km, cara ke Pattaya bisa by taxi or bus. Tapi sebenernya menurutku gak worth-it by taxi karena udah lumayan convenience dan gampang buat naik bus. Yang perlu di consider adalah : schedule, berangkat dari bus station apa di Bangkok dan turun di bus station apa di Pattaya. 

Schedule-nya banyak almost setiap jam ada mulai dari jam 5 pagi, ada juga yang langsung dari Suvarnabhumi Airport ke Pattaya bus-nya. 

Beli tiketnya langsung di 12go.asia — ini andalan si udah beberapa kali traveling yang butuh beli tiket bus selalu disini payment langsung pake cc aja ada biaya dikit tapi lebih mudah nanti tinggal tuker e-tiket di email ke bus station aja. 

Ticket bus-nya sekitar THB 200 vary based on jenis bus dan tujuan. Nah kalo dari BKK ada Mo Chit & Ekkamai, untuk di Pattaya ada Bali Hai Pier, North Pattaya, Jomtien Beach bus station. Untuk yang di BKK recommend dari Ekkamai soalnya walking distance 2 menit dari BTS Ekkamai, tapi kalo Mo Chit masih jauh banget sama BTS, jadi harus grab yang gak gampang dan taxi manual. 

Ekkamai Bus Station

Kalau untuk di Pattaya sendiri gak ada bedanya menurutku, jadi tinggal pilih Ekkamai, jam, dan terakhir yang di Pattaya bebas lah dimana hehe. 

Turun di sini 1 stasiun belum Bali Hai Pier soalnya lebih deket ke penginapan

Ini pas balik Pattaya - Bangkok dari North Pattaya Station ke Mo Chit, bus gede gini lebih nyaman tapi sampe Mo Chit nya susah ke BTS

Mungkin sudah di latih jadi ladyboy sejak dini heelsnya tinggi kali

Where to stay in Pattaya? Ada 2 pilihan di Pattaya itself atau Koh Larn. 

Kalau di Pattaya : Nah ini banyak banget variant-nya tapi gak ada capsule hotel backpacker gitu ya, adanya hotel yang affordable start THB 500, airbnb sea view, luxury hotel — yang paling banyak diminati air bnb soalnya lebih murce dan mostly sea view sedangkan hotel yang sea view itu luxury kayak hilton.

pemandangan dari balkon

Kalau di Koh Larn : Ini kayak pulau kecil dari Pattaya sekitar 40 menit by bigboat pilihannya resort or sejenis kayak homestay gitu. Rekomen kalau mau spend time di pulau jadi kayak island life, tapi kalau cuman sebentar dan mau explore Pattaya better stay di Pattaya aja soalnya ribet bolak baliknya. 

How to transport in Pattaya? Mostly grab adalah penyelamat dan cepet dapetnya. Tapi better pilih penginapan dekat pantai karena by walking distance lebih banyak resto dan pusat hiburan gitu. 

Where to visit in Pattaya? Yang iconic itu Koh Larn, Sanctuary of The Truth Museum, Pattaya Floating Market, Pattaya Night Market. 

Koh Larn adalah pulau yang berjarak 11 km dari Pattaya. Terkenal as coral island soalnya kayak biru banget gitu lautnya lalu island life banget deh dan pulau yang paling deket dari Pattaya yang cantik. Untuk sampai disini ada 2 opsi : sewa speedboat or naik public big boat dari Bali Hai Pier. Apa bedanya? 

Bali Hai Pier —- bayar THB 30 untuk big boat pas mau masuk boat kayak kenek gitu cuman bisa pake cash ya

1. Speed boat : sekali jalan per orang sekitar THB 200 selama kurleb 20 menit dan modelnya pribadi jadi ya kalo kamu cuman sendiri, berdua, bertiga harus tunggu speedboat nya dapet penumpang lain baru jalan. Plus point-nya lebih cepet dan gak ada schedule kapan aja bisa jalan asal uda penuh penumpang dan lebih cepet juga waktunya. Minus-nya lebih mahal dan kalau ombak tinggi agak mabok ya ceu. 

2. Big boat : ini public boat harga per orang sekali jalan THB 30 aja tapi ada schedule-nya jadi harus perhatiin jam. Nah dari Bali Hai Pier ada 2 pier stop : Tawean Beach & Naban Port. Bedanya kalo Tawean itu langsung beach wisata, Naban itu lebih ke rumah penduduk. Bedanya lagi schedule Tawean lebih dikit cuman sampai jam 1 siang, kalo Naban banyak. Tapi gak usah khawatir kamu bisa naik aja ke Naban lalu naik mobil bak ke Tawean 10 menit gitu THB 20 per orang atau ojek pangkalan THB 40 per orang bisa bonceng 3 agak serem tapi seru lol. 

Bisa gugling tapi kira - kira gini jadwal dan posisi Naban Port & Tawaen Beach

Can you spot the Pattaya City tagline there

always calm my heart ❤️


Ini big boat-nya suggest duduk di atas biar bisa liat pemandangan seru





Na Ban Pier ke Tawean Beach naik ini THB 20 per orang sekali jalan

Ini waktu balik dari Na Ban Pier ke Bali Hai Pier almost 1 jam soalnya ombak dan arusnya lagi tinggi jadi kayak terombang ambing sampai keliatan Bali Hai Pier ini senengnya karena uda puyeng palanya haha

Ngapain di Koh Larn? Menikmati pantai, 1 jam cukup menurutku. Cantik deh kayak seger banget dan gak terlalu ramai. Lalu yang aku seneng pas kesini itu ternyata Pattaya lagi winter session which is Nov - Mar nah jadi terik banget nih cuaca nya tapi angin jadi gak keringetan tapi matahari-an seru kan. Love it. 

Have a seat and coconut ice cream with sunkiss






Ini naik ojek dari Tawean ke Naban Pier THB 40 per orang

Ini Na Ban Pier

Sanctuary of the Truth Museum ini adalah museum yang belum jadi karena masih dibangun sampai sekarang. Uniknya museum ini dari kayu dan gak pake paku samsek jadi semuanya di pahat dan kalau liat ukiran-nya gila sih kok bisa pahat segitunya. Buat kesini ada jam untuk tour guide-nya jadi di jelasin, bisa beli tiket di klook dulu tar ada jadwal tour nya tinggal dateng aja beres. Suggest beli tiket online lebih murah dan gak antri cape - cape. 





Kemarin aku beli di klook around THB 400 terus karena datengnya kesorean udah gak dikasi masuk terakhir jam 5 sore ternyata jadi dateng lagi pagi jam 8 langsung dikasih padahal tiketnya ada tanggalnya masih untunglah ya dikasi kalo ga cebel soalnya rada mahal tiketnya. 

Disini ada dress code, harus cover shoulder & knee, kalau ngga nanti bisa sewa sarung gitu deposit THB 200. 

Suggest kesini pagi karena bagus pas pagi masih belum ramai sebelum para group tour datang jadi bisa foto tanpa banyak manusia gak cape edit hehe. 



Sebenernya worth-it disini mahal entrance fee-nya soalnya ada kayak mini farm gini, lalu ada paddle boat, ada naik kuda, naik gajah, foto dress traditional Thai, tapi masing2 bayar lagi ya

Pattaya Floating Market ini juga ada entrance ticket yang bisa dibeli online tapi kali ini karena gak terlalu minat udah bebebrapa kali ke floating market jadi gak kesana. 

Pattaya Night Market ini dimana kalo kalian liat banyak yang sexy dan ladyboy nah ini deh karena dia pusatnya prostitusi di malam hari jadi kalau bawa anak or gak nyaman you no need to visit it. 

Ini alasan kenapa Pattaya dinamakan Sin City. Karena prostitusi disini lumayan merajalela, kalau di Bangkok kalian udah suka liat bule berumur sama cewe Thai, nah disini lebih banyak lagi dimana - mana kasat mata langsung pasti nemuin. 

Untuk makanan disini lebih murah dari Bangkok kayak thai tea di pinggiran cuman THB 35 kalo di Bangkok bisa THB 50. Lalu resto nya lucu vibesnya banyak macam dan udah makanan international campur - campur jadi kayak amerika latin gitu. 

Enak deh, boleh search google map : Kronborg —— basically satu alley ini resto unik

Shabu deket the sanctuary tapi gak foto shabunya lupa, agak local gitu lah ya, masih bertema biru laut minumannya biru juga hehe

Jajanan di malam hari juga banyak kayak banana pancake yang suka muncul di sosmed. 

Mirip sama anggur merah-nya orang tua

Kayak kulit martabak telor pake telor, pisang, cokelat dan stoberi bisa pilih. Kemaren pake telor & coklat menurutku telornya agak bikin aneh sih mending tanpa telor.

Nah untuk pantai sendiri ini bukan buat sunrise tapi sunset soalnya nghadepnya barat jadi kayak membelakangi. Tapi tetep aja sih pagi - pagi ku ke pantai buat sunrise duduk nghadep laut cakep aja gitu. Dan pas pagi keluar ketemu para ngkong yang sempoyongan mungkin baru pulang party ya lol. 



Another kebingungan pagi - pagi gak ada resto breakfast mungkin karena ini sunset bukan sunrise jadi gak ada market kali ya, kalo pagi abis sunrise better langsung ke 7-11 aja karena wasting time cari resto breakfast. 




Ngantuk pagi - pagi masih acak adut jedai

Overall apakah worth to visit? Menurutku iya, karena Pattaya udah lumayan bernama jadi give it a try tapi di musim winter-nya aja karena beneran matahari terik tapi ada angin gak bikin keringetan ini yang paling ku suka dari trip kali ini. 

Sekian, selanjutnya aku akan ke Cha’am, pantai sebrangnya Pattaya tungguin ceritanya ya hehe.