Thursday, January 21, 2021

Road Trip di Tengah Pandemic

Mungkin Tuhan mendengarkan doa aku dan sedang mewujudkannya salah satunya adalah doa aku pengen bisa road trip terus. Dan aku yang tadinya udah sedih 2020 gak akan bisa kemana - mana eh ternyata di 2020 ini aku malah ngerasain pengalaman road trip di Pulau Jawa & lintas Sumatera dan voila aku jadi ngerasain rasanya road trip di tengah pandemic. 

Aku tau karena pandemic dan gak bisa keluar negeri jadi wisata local itu naik daun banget, tapi kalau buat aku pribadi kalau gak penting - penting amat lebih baik masih tetap menghindari kerumunan, bener - bener cari tempat yang sepi dan outdoor. Anyway ini aku road trip karena ada urusan kerjaan, jadi mau gak mau. 

Aku sharing beberapa pengalaman & tips ya siapa tau kalian juga ada yang di kondisi aku yang harus bepergian.

Kali ini aku road trip terjauh ke Solo dan Palembang

Trip aku ini pas masa pandemic yang udah agak longgar tapi yang lucunya adalah kalau lintas kota gini gak perlu rapid or test, jadi ya lewat tol biasa aja gitu. 

Nah untuk ke Solo dari Jakarta itu tolnya udah nyaman banget. Tinggal lurus aja, lalu untuk rest area-nya pun juga nyaman dan lengkap, berbagai makanan, toilet, semua ada. 


Aku jadi pengen road trip sampai ke Banyuwangi nih abis ini, hehehehe. 

Oh yang bikin bingung adalah karena google map gak berfungsi di daerah Semar Joglo entah kenapa kita salah terus tiap ikutin direction google map terlebih keluar masuk tol yang daerah Semarang itu kan jadi salah - salah. 

Lalu untuk road trip lintas pulau pertama aku adalah road trip ke Sumbagsel. Nah kalau lintas pulau gini ada ferry yang bisa masuk mobil. Harga per mobil buat nyebrang flat IDR +-550k, jadi kalau menurutku worth-it karena di Sumatera itu gak convenience kalau gak nyetir sendiri, soalnya dari Lampung bisa lanjut ke Palembang, Jambi, dan seterusnya. 


Kalau menurut aku road trip itu yang penting adalah road-trip-mate kamu, karena perjalanan panjang gini harus kompak dan juga keeping on good mood. Nah kalau kendaraan menurutku gak perlu SUV pun gak masalah sih, kecuali ada mampir ke area Baturaja gitu yang gak bisa lewat jalan tol, nah itu jalanannya emang rusak - rusak jadi SUV akan lebih nyaman. 

Baca juga : Perjalanan Road Trip di Lampung - Palembang

Berbeda sama road trip di Jawa yang banyak rest area, kalau di Sumbagsel ini rest area-nya kurang memadai, kita pernah mampir ke rest area yang toiletnya gak bisa digunakan, lalu yang ditutup, yang masuknya dari pintu keluar, bahaya banget gak. 

Baca juga : Jawa Sumatera Lintas Darat

Jadi kalau road trip di Sumbagsel itu lebih baik bawa persediaan air minum yang banyak langsung 1 dus taro di mobil terus banyakin cemilan. 

Kalau kamu suka road trip kamu akan suka perjalanan Sumbagsel yang berlika liku dan jalanan khas daerah banget jadi berasa adventurenya. 

Well, overall aku jadi interest untuk plan road trip di Indo ya, kayaknya seru dan menyenangkan :) 


Sunday, November 29, 2020

Makan Seafood di Lampung tapi Jangan Makan Pempek di Palembang

Berlanjut dari cerita aku di postingan sebelumnya, gimana nyebrang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, nah ini tentang apa yang aku explore di Pulau Sumatera, lebih tepatnya di Sumbagsel. Karena kali ini trip-nya menitik beratkan di bagian selatan. 

Baca juga : Jawa Sumatera Lintas Darat

Jadi ketika kalian keluar dari Pelabuhan Bakauheni kota terdekat itu Bandar Lampung. Bandar Lampung adalah ibukota dari Provinsi Lampung. Oke mungkin dulu gak terlalu inget geografi, sampai kemarin jadi inget lagi antara Lampung dan Bandar Lampung, hehehehe. 

Kalau searching untuk kuliner khas Lampung, mostly masakan ikan dengan kuah, nah kayaknya aku kurang cocok gitu hehehe. Tapiiii begitu tiba kita makan di Rumah Makan Khuai Lok, modelnya chinese food dan seafoodnya seger - seger, taste-nya oriental taste banget, untuk harga agak pricey sih. Tapi enak. 

Dan aku gak ada foto pas kita makan disini karena udah kelaparan kali ya. 

Dan ada juga Chef Kitchen Teluk Betung yang aku rekomen. Karena harga makanannya gak terlalu pricey tapi rasanya enak. Kalau untuk tempatnya seperti rumah makan biasa aja sih, tapi tempat cuci tangannya enak dan pintu masuknya butuh effort kalau orang tua, karena nanjak gitu. 

Tapi basically yang aku inget tentang Lampung adalah resto seafoodnya enak - enak seger - seger semua. 

Lepas dari Lampung menuju Baturaja dan disini kita makan di karena kita stay di hotel Bukit Indah Lestari. Menu dinnernya modelan hotpot dan ada chinese food juga. Hotpot-nya sih pilihan tepat karena di Baturaja ini tempatnya hawa dingin dan lokasinya agak di lembah gunung gitu jadi cocok banget kalau makan hotpot. 

Next aku akan review untuk tempat tinggal selama di Sumbagsel dari yang buat aku buagusss banget sampai yang mengingatkan aku akan ret - ret jaman sekolah hehehe

Sampailah di tujuan akhir trip kali ini, PALEMBANG. Kalau sampai di kota ini pasti semua orang akan mencoba pempek yang udah terkenal dengan PEMPEK PALEMBANG. 

Dan aku pun makan beberapa kali di tempat yang berbeda. Kalau menurut aku sebagai peminat pempek di Jakarta, pempek Palembang itu rasa ikan-nya strong banget, berhubung aku gak gitu suka rasa ikan yang strong banget maka mon maap aku lebih suka pempek yang udah berbaur rasa Jakarta yang tepunya banyak. Oke don't judge me hahahaha 

Tapi worth to try kok ya, secara gak mahal juga pempek di PLB dan emang ini kota asalnya jadi harus coba dong ya 

Yang terkenal disana itu pempek Candy, pempek Beringin, yang biasa dijadikan oleh - oleh. Kalau untuk oleh - oleh biasa dikasihnya beku dan bisa tahan 12 jam. 

Kemarin aku coba Pempek Cek Tasya, karena bintangnya banyak di google, hehehehe, hemm menurut aku sih tetep sama rasanya terlalu ikan. Oh iya, breakfast hotel pun ada pempek, dan tetep menurutku terlalu ikan, hehehehe


Oh iya, di PLB juga terkenal nasi samin, nasi yang dimasak dengan bumbu dan minyak samin lalu ada kismisnya, untuk yang ini aku juga kurang cocok, karena menurutku kismis itu manis, tapi nasi samin tanpa makan kismisnya aku suka rasanya kayak nasi kambing. 

Menurut rekomen local disini juga terkenal dengan pindang ikan-nya. Kemarin aku diajak untuk coba Pondok Pindang Umak, favoritenya adalah pindang patin, lalu yang aku suka ikan seluang, enak bangetsss. Sambalnya juga banyak macam akan dihidangkan bersama lalapan yang banyak juga, aku suka sih sama tempat ini. 

Pondok Pindang Umak

Kalau pindang itu rasanya kayak tom yam tapi lebih gurih dan ikan seluang itu ikan kecil yang digoreng garing, enyakkk bangettss. Untuk harga disini kisaran IDR 20-30k gak mahal dan tempatnya luas. 

Kalau aku liat di google, Pondok Pindang Umak ini banyak franchise-nya jadi kamu bisa cari yang lokasi terdekat aja. 

Overall kalau buat aku di trip Sumbagsel kali ini, kudu makan seafood di Lampung dan jangan makan pempek di Palembang, eitss ini menurut lidahku ya, how about yours? Leave your comment down below. 

Selain itu aku mau share tentang accomodation selama di Sumbagsel, stay tune for next post ya :) 

Sunday, October 11, 2020

Jawa Sumatera Lintas Darat

Gak tau kalian familiar gak tentang Pulau Sumatera, yang pasti kalau aku sendiri baru pertama kali ke Sumatera few years ago tepatnya ke Jambi dan baru kali kedua ini berkesempatan lagi mengenal lebih dekat Pulau Sumatera. 

Ini kali pertama aku ke Sumatera lewat darat. Kalau dulunya cuman denger cerita orang aja hehehehe. Kalau kalian denger orang bilang ke Sumatera lewat darat, pasti mikirnya ohh emang Sumatera nyambung ya sama Jawa? (*untuk orang Jakarta seperti aku :P) 

Yang kulakukan saat itu adalah liat google map langsung. Oke baik, jadi gini yang dimaksud lewat darat adalah kita sampai ke paling ujung barat pulau Jawa dan nyebrang pakai ferry ke paling selatan pulau Sumatera. Bingung? Gak apa coba liat gambar dibawah ini. 


Bisa dilihat dari gambar peta diatas, bagian barat Pulau Jawa terpisah Selat Sunda dengan bagian selatan Pulau Sumatera. Untuk lintas darat route-nya seperti ini : Jakarta - Merak - Bakauheni - Sumsel 

Bersiap meninggalkan Merak



Seketika breath taking ngeliatnya kayak di film - film, lautnya indah banget birunya

Deck belakang tapi panas banget namun viewnya indah sekaleee

Ekspresi bahagia karena liat laut tapi sedih karena konteksnya biz trip not traveling

Dari Jakarta lewat tol Tangerang sampai berujung di Pelabuhan Merak dan masuk ferry untuk nyebrang ke Pelabuhan Bakauheni. Dari Merak ke Bakauheni kamu harus beli tiketnya dulu secara online, harganya IDR 550k untuk 1 mobil up to 10 orang. Ada jadwal ferrynya jadi kamu harus cek baik - baik jamnya. Ada juga yang nyebrang ferry dengan motor ataupun tanpa kendaraan, kalau orangnya sedikit memang lebih murah nyebrang tanpa kendaraan ya. 

Deck penuh berisi mobil, penumpang boleh dalam mobil tapi lebih nyaman diluar ada angin menurutku

Motor yang menyebrang dan kapal di laut

Untuk ferry sendiri di dalamnya ada beberapa tingkat, dari yang bawah itu untuk mobil muatan barang, lalu mobil pribadi, di atasnya ada ruangan ber-AC, lengkap dengan mushola, alfamart mini, tempat duduk, smoking area, toilet. 

Ada toko yang jualan snack juga di deck paling atas





Yang aku bingung ada toilet di lantai atas untuk difabel, tapi gimana cara naiknya ya, mungkin ada lift yang aku belum explore.

Lama waktu nyebrang kurang lebih 1 jam 45 menit. Kalau ditanya mabok apa gak, buatku sih gak terlalu ya tapi itu kan tergantung keadaan ombak dan pribadi masing - masing ya, karena aku emang basically gak mabok laut. 

Dan tibalah kita di Bakauheni, yang tadinya aku selalu pikir Bakaheuni hehehe

Kalau naik kapal gini aku saranin di pagi hari lebih enak, dan bawa sunglasses karena aku lupa kemarin jadi gak gitu bisa tahan kalau di luar terik matahari. Kalau perjalanan malam aku kurang rekomen, karena anginnya besar, dingin, terus ombaknya juga lebih tinggi. 

Nah dari Bakauheni ini kamu udah langsung bisa lanjut explore seluruh Pulau Sumatera even sampai Sabang pun. Aku sih berasa seru banget ya perjalanan kayak gini kalau untuk road trip tapi lintas Sumatera itu jalannya cuman 2 pilihan, berkelok atau berlubang. 

Anyway karena ini masih di situasi pandemic jangan lupa untuk tetap utamakan kesehatan ya, again, trip ini adalah bagian dari tuntutan pekerjaan aku tapi kalau untuk road trip travelling would be after this pandemic <3 Stay safe all. 

Next aku mau share tentang perjalanan lintas Sumatera sampai Palembang, kira - kira yang ada pertanyaan boleh leave comment down below :)