Salah satu destinasi yang gak terlalu terkenal secara international tapi ternyata surprisingly even ada direct flight dari Korea yaitu Bohol Island. Ya gak sih jarang kan denger kalau ke PH tuh ke Bohol gitu. Ini juga nemu karena cari yang one day trip dari Cebu bisa kemana yang agak jauh, tapi ya karena pulau di PH itu kecil - kecil jadi literally kalo yang jauhan berarti another pulau. Nemulah ke Bohol.
Lets spill out apakah worth ke Bohol one-day trip yang kira - kira butuh waktu perjalanan 2 jam laut which is return total 4 jam dari Cebu.
Consideration point kalau ke Bohol :
1. Harus join trip karena transport di Bohol susah antara rent tuk tuk atau ya pasti join trip jadi better join trip karena takut di ketok untuk harga tuk tuk
2. Kalau gak suka road-trip jangan join karena destinasi-nya gak se-megah itu nanti ngoceh karena perjalanan jauh
| Kursi plastik dan surprisingly lebih steady dari ekspektasi |
Okeh, kalau kalian udah oke sama 2 point di atas marilah kita explore Bohol. Pertama, kita harus naik ferry ke Bohol selama kurleb 2 jam, tapi aman kok ternyata ferry-nya above expectation karena stable dan bersih. Dan masih ada sinyal, padahal di tengah laut. Ini gak bisa pilih seat jadi random assign gitu pas sampe pelabuhan check-in baru dapet ticketnya. Kemarin aku ticketnya udah dibeliin include trip, jadi pas sampai cuman bayar terminal fee 25 PHP di Cebu & 30 PHP di Bohol (bayarnya sesuai terminal keberangkatan ada loketnya). Jadi gak tau kalau beli tiket ferry gimana, mungkin bisa online ya.
Okeh sampai di Bohol itu beneran kayak pulau kecil yang tenang dan rapih. Aku suka sih vibes-nya soalnya jadul dan historical tapi rapih gitu.
Disini bisa liat gereja jadul Baclayon Church dari abad ke-16 dan udah mengalami gempa dan di restorasi lagi terus di buka kembali di 2018. Dalamnya apa? Gereja jadul dengan ukiran cantik. Kalau kesini untuk cewek2 harus dress properly, gak boleh sleeveless dan harus bawahan di bawah lutut.
Loboc River, ini menurutku bagus pemandangan alamnya tapi sayangnya dibuat too touristy seperti lunch di kapal yang nanti kapalnya jalan. Lunch-nya buffet tapi gak terlalu gimana sih cenderung kureng menurutku tapi seru liat view-nya dan tarian warlok-nya.
Highlight di Bohol ini adalah Tarsier atau Tarsius sih sebutannya ya, karena Tarsier itu plural. Kalo bahasa advertising suka disebut smallest monkey in the world — tapi sebenernya ini cuman bahasa marketing karena mereka bukan monyet.
Tarsius ini perlu 1 hektar area hidup, jadi kalau ada 100 ekor tarsius butuh 100 hektar area untuk hidup, kalau gak dia akan stress dan bundir. Kenapa dia gampang stress karena otaknya hanya seukuran lebih kecil dari mata-nya jadi mungkin sulit mengelola kebanyakan emosi ya hahaha.
Tarsius ini kalau google kayaknya ada juga di Sulawesi cuman di Indo jarang di promosiin ya jadi aku sih kurang familiar bahkan even gak pernah denger pas di Indo.
Cuman yang disayangkan karena ini area konservasi aja terlalu touristy kayak jadi kurang menarik ya. Beneran udah ada tarsius-nya di set di beberapa spot dan kita cuman jalan aja lewatin. Padahal ekspektasi-nya adalah bisa nyari dia sendiri di alam bebas. Dan kenapa dikit juga yang buat di show gini karena mereka seperti kalong yang bobo-nya di siang hari dan aktif di malam hari. Jadi kalau buat visitor yang di siang hari mereka jadi rawat sakit dan meninggoy.
Abis itu di area gunung sini kita akan lewatin Man Made Forest yaitu hutan buatan aja sih nothing special. Intinya dulu disini suka longsor akhirnya ada seseorang yang mulai tanam pohon akhirnya memperbaiki dan jadi rumah buat para burung dan makhluk hidup lainnya.
Nah yang paling ditunggu tunggu adalah Chocolate Hills, jadi konon cerita legenda-nya adalah seorang pria gagah yang jatuh cinta tapi cinta-nya ditolak lalu dia menangis dan setiap air mata-nya jadi bukit - bukit ini. Kalau dilihat waktu tanaman kering warnanya coklat makanya dinamakan Chocolate Hills. Ini mirip banget sama miniatur Bukit Warinding di Sumba cuman ini versi mini-nya. Dan udah touristy juga jadi kurang alam banget yang kalau foto pasti keliatan pagar tourist-nya.
Jadi apakah Bohol worth to visit? Kalau suka road trip akan suka ya karena santai aja gitu, tapi jangan expect something yang spektakuler banget karena ya menurutku udah sangat touristy ya, dan surprisingly banyak tourist Korea even ada direct flight ke Bohol loh gils.