Kalau pas denger Cebu yang keluar adalah oh kayaknya pantai aja, kalian salah. Karena Cebu itu part of PH yang harus banget kalian datengin kalau cuman bisa pilih 2 kota selain Manila yang adalah ibukota-nya.
Kenapa? Karena Cebu itu udah jadi pusat kota dan pernah jadi ibukota PH sebelum Manila di jaman koloni Spanyol tahun 1564 - 1571. Dan menurutku Cebu lebih interesting dibanding Manila in my POV haha. Kayak Cebu mungkin kota yang udah ada lebih lama, jadi part yang bisa di explore, vibes, orang local, culture yang ada lebih explore-able gitu.
| Ini gambarannya, Lapu Lapu Island & Cebu, tapi ada jembatan kok jadi bisa langsung jalur darat |
Kalau ke Cebu via pesawat kalian akan mendarat di Mactan International Airport di Lapu Lapu Island. Airport-nya gak gede dan cepet banget proses imigrasi-nya, ada grab juga gampang dan gak jauh karena emang airport-nya gak gede sih.
Kalau mau explore Cebu city-nya kalian pindah deh dari Lapu Lapu Island, ada jembatan sih jadi emang kayaknya transport lintas pulau tuh biasa aja di PH ya. Baru di airport aja udah ada cerita sejarah. Oke kita mulai dari siapa yang menemukan PH? Yaitu Ferdinand Magellan, penjelajah Portugis yang memimpin pasukan Spanyol yang akhirnya mereka mendarat di Cebu pertama kali dan juga orang Eropa pertama yang berlayar melewati Samuderat Pasifik.
Nah masuk Cebu, pasukan Spanyol ini punya target salah satu-nya meng-kristen-kan orang PH, dan yang pertama dibaptis adalah Raja Humabon di 21 April 1521. Magellan menancapkan salib sebagai simbol yang sekarang dikenal dengan Magellan cross. Dari sini lah mulai perjalanan ke-kristen-an PH yang sekarang jadi kental banget Katolik-nya.
Magellan juga kasih hadiah ke Queen Juana, istri dari Raja Humabon berupa statue Santo Nino yaitu Yesus kecil, yang sekarang diperingati sebagai festival Sinulog. Jadi kalau ke Cebu pas lagi Sinulog tuh rame banget jalanan dan bisa ada jalanan yang di tutup karena banyak booth atau misa seharian dalam waktu beberapa hari.
Tapi ketika Magellan mau menguasai Pulau Mactan, kepala suku yaitu Lapu Lapu menolak, akhirnya Lapu Lapu menang dan Magellan dibunuh.
Fort San Pedro adalah salah satu benteng pertahanan militer tertua dan terkecil di PH yang dibangun oleh Miguel Lopez de Legazpi di 1565 dengan struktur kayu dalam 11 hari, tapi kalau sekarang kesana udah struktur batu karena udah di re-struktur di abad 17. Kalau sekarang udah jadi museum dan tempat wisata, dari sini bisa liat batu yang bercampur kulit kerang juga bisa santai menikmati live music. Entah kenapa di Cebu banyak banget live music dari tuna wisma, judulnya support for blind.
Kalau keliling kalian juga akan melewati National Museum of Phillipines tapi menurutku ini kurang ‘sejarah’ kayak lebih ke pameran art gitu dan tentang biota laut PH.
Tempat yang lebih rekomen adalah Yap-San Diego Ancestral House dan Jesuit House.
Yap-San Diego Ancestral House ini sebenernya private owned, keluarga Yap 葉 dari abad 17, dimana disini banyak koleksi vintage dan lagi - lagi ada live music support for blind. Ada entrance fee 100 PHP, tapi kalo menurutku bukan tempat foto banget karena agak gelap jadi kalau diliat mata kepala sendiri lebih cantik lebih berasa kayak campuran Chinese-Spanyol-Latin gitu style-nya. Dan hati - hati naik ke lantai atas-nya juga soalnya udah agak rapuh ya dan kayu hehe.
Un-expected tempat yang aku suka ternyata Jesuit House. Padahal pas awal ini gak ada di list terus di rekomen sama warlok dan pas kesini yampun aku sukaaaa banget. Okeh ini kenapa aku sukanya ya. Pertama ini ada entrance fee 100 PHP juga tapi menurutku ini yang paling worth karena ada guide yang jelasin dan dia jelasin-nya detail juga ngalir.
Kalau pas liat lokasinya bakal bingung karena dari luar keliatannya kayak toko bangunan, yak betul sekali. Jadi sejarahnya dulu pemilik ini beli lahan toko bangunan dia tuh udah ada si Jesuit House cuman gak tau itu apa cuman berasa bangunan jadul aja. Jadi dia pugar tapi ternyata itu situs sejarah yang akhirnya sekarang dia gak boleh sembarang di rombak, tapi juga, sekarang itu anak pemilik yang lagi ngembangin, doi juga udah opa opa grandpa gitu ya, doi suka sama yang historical gitu jadi lumayan cocok dan di kembangkan.
Pas mau pulang ketemu juga sama opa ini dan dia jelasin banget, dia juga Chinese-Filipino atau biasa mereka suka bilang chinoy - Chinese Pinoy.
Tapi ada cerita horor-nya yang untungnya aku baru tau setelah leave it jadi lumayan lega daripada tau pas di dalam kan hahaha. Jadi kalau sekarang itu kayak lapang gitu, nah dulu kan ada sekat ruangan, ceritanya lagi ada rombongan juga di jelasin guide, lalu salah satu peserta lagi liat sendiri eh gak sengaja ngebuka pintu-nya terus ada yang lagi meeting rame dan kayak manggil masuk aja kalau mau liat gapapa. Udahan dia bilang sama guide-nya maaf ya tadi gak sengaja kebuka ruangan itu ganggu yang meeting. And guest what? Gak ada orang dong disana hahaha.
Jadi katanya ada 1000 arwah jesuit yang tinggal di rumah itu. Dan katanya itu bagian dari rumah itu jadi yaudah lah gitu. Hidup berdampingan hehe.
Gimana tentang kuliner di Cebu?
Okeh masih sejenis lah ya pokoknya makanan PH itu agak campurasa gitu asin manis-nya. Cobain local food ada Puto Maya, ini sejenis mango sticky rice kayak punya Thailand tapi bedanya dia akan ada coconut sugar & hot cocoa. Jadi hot cocoa-nya itu di pour ke atas ketan jadi watery baru dimakan. Nah katanya sih local suka yang watery bahkan ada yang ketan-nya itu yang di celup ke hot cocoa even.
Pungko pungko juga salah satu makanan favorite warlok, jadi modelnya banyak jenis gorengan, lalu nanti tinggal pilih dan di guntingin terus di cocol saus + bawang bombay. Gorengan-nya ada usus babi, lumpia, ngohiong, dan lainnya.
Luncheon ini babi guling khas PH, apa bedanya sama bigul di Bali? Kayaknya yang PH lebih cenderung basah dan manis ya gak sekering yang Bali.
Nah jujurly karena gak gitu cocok sama makanan PH jadi penolongku adalah makanan di 711 kayak spam silog gini yaitu nasi, telur, spam atau sekalian aja ke jollibee tapi disini saus tomat tuh manis ya karena terbuat dari pisang ceuuu.
Ada juga Chinese Heritage Museum cuman gak sempet kemarin, mungkin boleh dicoba, karena yang Manila itself aku suka sih, ber-konsep dan jelas gitu ceritanya.
Kalau dari Cebu yang bukan Cebu City bisa kemana? Bisa ke Bohol one day trip, ini di postingan selanjutnya ya.
No comments:
Post a Comment
Leave comment down below :)