Saturday, November 19, 2022

24 hours in Bandung

It's not so me to visit Bandung and spend weekend here haha. As you guys know I always want to visit some places I haven't been before. But here I am, where I don't have annual leave yet but I want a trip that not too hectic. Then I visit Bandung again after years :) 

I spend 24 hours in Bandung and I think I felt different after that haha. 

It was raining on part of my hours in Bandung but it made me feel so "bandung" like it's very artistic town with the local radio back sound. 


And here how I enjoy the Bandung city and its culinary for 24 hours. 

The first stop was Coffee at The Barn. So original plan we want to have lunch at Kampung Daun but it turns out with long queue and I saw a place nearby that attract my eyes. So here we are at Coffee at The Barn, hidden gems here that we loved. 



The ambience is very homey and so "bandung", the food is good and OMG I love the bandrek so so so much. 



In frame : Rawon Panggang, Iga Bakar, French Fries, Bajigur, Lemon Tea, Bandrek

The most delicious bandrek I've ever eat in Bandung

Here is the menu, affordable, clean, and delicious


So happy to found this local legendary breakfast called Cakwe Lie Tjay Tat. It located in GOR so it's convenience to parked your car. And I love the ambience. They sell this cakwe since 1932 OMG so legendary. 


In frame : Bubur Ayam, Pitan, Kopia isi, and free hot tea

I recommend the bubur ayam with pitan, kopia is too dry. Cakwe is soft and tasty. But the one that you need to try when come here was kuotie beside. 

The kuotie is too delicious OMG

Kuotie goreng : 5k/each

Well, I always find batagor when in Bandung and this time I tried Batagor Riasari besides Primarasa. It taste like pempek for me, too fishy, quiet different with others Bandung batagor but it's really delicious and that's why it's pricey : 3 for 45k.



My first try for this famous Nasi Goreng Cek Acong Bandung. Suggest you to order this by grabfood since it has discount and you don't need to rush for queue. I try samcan version since I don't like kuping babi but for me the fried rice is not enough smokey & too wet. 

45k enough for 3 person portion haha

And last but not the least is Dapur Dahapati. I see so many people say this is the must visit when in Bandung, literally they sell oxtail soup. The variant menu not much so if you don't like oxtail then just ignore this haha. 



And it's activate my travel soul, let's go to the next destination. 

See you on next journey!



Sunday, July 3, 2022

Company Zaman Now Kenapa Sih?

Di pagi yang gloomy ini bersama secangkir teh panas akhirnya kekumpul niatan untuk nulis sebelum pergi nanti, eaa kalo udah niat dan ide keluar ternyata nulis itu cepat haha. 

Jadi sebenarnya postingan ini di dedikasi kan untuk yang pengen tau perkembangan dunia kerja zaman now apa sih berdasarkan sudut pandang manusia yang merasakannya langsung which is me <3 No judging or theoritical based, just based on what I experienced yaaa

Disini kita setarakan dulu penyebutan-nya : 

  • Conventional / Corporate : Company yang industri-nya udah dari jaman baheula, misalnya pabrik, distributor, etc 
  • Start-up : Company yang masih muda yang baru mulai merintis usahanya tapi gak selalu scale kecil, ada juga yang scale pertumbuhannya pesat
  • Company zaman now : Yang bisnis-nya baru muncul lately dan isinya mostly anak muda, misalnya ecommerce, qcommerce, insurtech, healthtech, etc 

Kita mulai dari conventional yang kalian lebih familiar, for years gw bertengger disini, yang isinya udah kerja 10 tahun 15 tahun yang lama - lama pokoknya. Ya secara industri ini aja mungkin almost hundred years jadi otomatis orang - orang yang menduduki posisi top juga yang udah berumur. 

Untuk lini conventional itu masih baku & kaku karena udah punya standard tersendiri, misalnya you will get your annual leave after 1 year working, gap komunikasi up & downstream lebih kaku yang pak, bu, permisi - haha, checkrol pakai finger print, kalau kerja disini 2 tahun minimal, 1 tahun di anggap gak sanggup bersaing, kalau udah keluar dari sini masuk lagi kesannya taboo, culture lebih tertutup each other. 

Kalau memilih untuk ber-karir di ranah conventional, loyalitas itu penting so how you can beat others, salah satunya itu, dan career plan-nya managerial. Staff - Specialist - Manager - Director, ini gimana you will growth in career wise. 

Manager so pasti benefit di atas Specialist, kalau kamu Specialist mau naik jadi Manager ya so pasti harus punya managing skill. 

Senioritas-nya lebih terasa karena ya emang how you will growth your career beneran lewat level - level managerial ini, jadi kalau udah di satu posisi pasti lebih di hargai dan udah bisa ngoceh - ngoceh ke anak buah kasarannya hahaha

Nah yang jauh beda adalah dengan company zaman now, sebenernya orang - orang suka menyebutnya start-up, tapi gw disagree ya karena gak semua company zaman now itu start-up, misalnya Grab, GoTo, itu kan udah gak start-up dan ada juga company start-up yang masih jadul. 

Oke, disini kita fokus bahas ke company zaman now dulu, yang misalnya ecommerce, tech, etc intinya company yang industri-nya baru ada beberapa tahun belakangan ini. Company zaman now ini lebih erat hubungannya sama dunia IT, karena apa - apa udah teknologi kan sekarang. 

Bedanya apa sih sama conventional? Isinya yang paling lama masih <10 years, gak berasa senioritasnya, lebih flexible dari jam kerja misalnya WFA, bebas mengekspresikan diri sendiri, gak main loyalty. 

Karena isinya semua juga kerja masih beberapa tahun jadi sebenernya belum berasa loyalitasnya dan lumrah untuk kerja 1 tahun 2 tahun pindah kantor baru (biasanya kalau profile proper culture-nya main hijack antar company even bukan competitor), resign itu hal biasa, even saking terbuka-nya bebas aja kalau resign udah kasih tau mau kemana dan sedang dalam proses apa, sebegitunya loh guys, karena ga ada yang berasa masalah. 

Nah yang penting lagi disini career growth-nya gak cuman managerial level seperti conventional tapi ada professional level. Kalau managerial sama seperti conventional, kalau professional itu lebih ke orang yang expert di bidang tertentu atau dia punya skill tertentu. 

Bedanya apa? Kalau managerial disini adalah me-manage, mengatur pekerjaan individual contributor, tapi kalau professional dia gak butuh mengatur manusia lain, cukup pekerjaan yang menjadi tanggungannya. 

Nah kalau misalnya professional atasnya ada manager nih, apakah manager itu pasti benefit & level lebih tinggi dari bawahannya? NGGAK. Professional bisa aja benefit dan level di atas si manager tersebut, karena manager tugasnya me-manage, tapi bukan menonjolkan skill khusus. 

Yah terus kalo gitu gak di hargain dong manager-nya? Ya nggak juga, ini balik ke preference masing - masing kalau kamu orangnya haus akan tahta pasti lebih seneng managerial karena ada tahta toh, kalau profesional gak bisa ngatur - ngatur orang gak punya kekuasaan. 

Tapi kalau kamu lebih suka belajar hal baru terus dan mager ngurusin hidup orang HAHA kamu lebih cocok di jenjang karir profesional. 

Jadi misal gini, M & P sama - sama 40 tahun, M jenjang karir managerial sampai jadi Direktur di usia 40 tahun, P jenjang karir profesional di usia 40 tahun tetap individual contributor, benefit P bisa lebih dari M yang secara kasat mata punya tahta, ini hal yang lazim guys di company zaman now. 

Nah panjang lebar di atas, mengerucut ke statement yang kenapa di company zaman now senioritas gak terlalu kelihatan karena masing - masing individu dinilai sesuai tempatnya, even situ senior manager, ya mungkin aja benefit dia yang engineer di atas kamu. 

Perbedaan yang significant juga, company zaman now lebih mengedepankan employee branding. Gimana biar banyak talent yang mau join company ini dengan komunikasi 2 arah. Kalau di conventional berasanya candidate yang butuh banget ini company, tapi kalau di company zaman now, keduanya saling membutuhkan, proses interview pun 2 arah, company interview candidate, candidate juga interview company. 

Nah kalau sekarang kamu jadi tau dan terbuka kan perubahan market talent di company zaman now, kenapa banyak yang lebih suka kerja di company zaman now, ya balik lagi sih preference masing - masing berbeda, dan keliatannya dengan hidup yang lebih mudah di zaman sekarang lebih sedikit anak muda yang mau menyentuh ranah conventional. 

Gw pernah tulis postingan ini sebelumnya, tentang apa yang sebenernya jadi prioritas yang kamu pilih untuk karir kamu, boleh baca if you havent read it haha : What do you care the most in your job? 

Jadii kalau sekarang kamu liat kenapa sih dia ganti - ganti kerjaan terus, kenapa sih dia kok kerjanya kayaknya kekinian banget, dan sebagainya kamu udah paham kan, karena dulu ku juga gak tau sama hal - hal seperti ini apalagi kalau bilang ke generasi di atas kita sulit buat mereka mengerti kenapa ini jadi hal yang lazim hehe

Well, let's open for any discussion if you have jadi kita bisa bahas lebih dalam lagi. 

Happy Sunday!!! 


Monday, June 6, 2022

The Face of Majalengka | West Java, Indonesia

It was on my wish list for months since I found it at @explorer.idn and so here we are! I believe most of you are not familiar with Majalengka, so am I. The thing that attracted me was the terraces, it was so beautiful. 

We depart by midnight from Jakarta along the way to Majalengka and arrived by 3 AM at Terasering Panyaweuyan then we keep sleeping on the car until 5 AM and start to trek the stairs. Well, you should have some bread before trekking haha. 

Also its really really cold, make sure you have your jacket with you. 

Kita gak dapet sunrise tapi berasa lagi di negeri atas awan, cantik ya. Kayak berasa banget lagi traveling-nya. Turun2 langsung pop mie semua saking dinginnya dan air-nya mati sampai jam 6 pagi jadi ga bisa WC yak tapi ada tanki buat cuci tangan. 

Sunrise-nya shy shy cat


tangga yang berhasil membuat kaki ku tak berdaya, parkirannya di aspal yang bawah, terus naik tangga ini sekitar 25 menit

masih berkabut sebagian


Negeri di atas awan



so majestic


Next, Curug Ibun Pelangi. Nah disini akses jalannya tangga juga tapi ada bagian bebatuannya pas udah turun ke air, so far menurutku ini lebih nyaman ya karena tangganya gak terlalu curam. Menurutku disini bagusnya pas matahari terik dan tempat untuk merenung guys haha. Airnya bersih dan dingin sih seger banget. Wajib pakai sendal yang gak licin soalnya pasti basah. 







konon katanya bisa ada pelangi dari sini, menurutku ini harus pas terik banget lebih bagus fotonya biar cahayanya lebih masuk gitu



enak buat duduk - duduk santai kan tapi basah sih batunya

Curug Cipeteuy ini yang menurutku destinasi paling completed and well organized banget fasilitasnya dari jalannya, terus warung - warungnya. Kita makan siang disini, cucok banget deh menunya dan nuansa-nya. 


suasanya warung makannya bersih loh

ini porsi ber-4, harganya IDR 25K per orang


Menurutku ini masih bearable untuk lansia & anak - anak terus airnya jernih, katanya bawahnya tuh tanah merah jadi kalo udah ada yang nyemplung, airnya langsung keruh. 

gak tau sedang apa, yg penting airnya bening beneran





mini air terjunnya beneran kayak horden ya 



Destinasi terakhir adalah Ciboer Pass. Kalau ini tuh hidden gems deh, ini bukan tempat wisata ya, ini lebih ke terasering yang tengahnya ada jalan aspal dan bagus banget, banyak bilang ini mirip Ubud tapi for me gak sampai segitu sih, beda feelingnya. 

disini banyak cottage gitu yang disewain, nextnya bakal lebih banyak deh masih banyak yang lagi dibangun gitu

Berasa air mendidih gak sih






Gosong rekkk

Nah di Ciboer Pass ini ada kamar mandi yang lumayan bersih dan terawat menurutku jadi kalau dari semaleman gak mandi bisa freshen up disini. Tapi panas beut sih ini butuh sunblock super banyak dan sunglasses.

So far menurutku untuk trip Majalengka lebih cocok untuk anak muda yang masih fit karena jalannya banyak tangga dan lumayan terik. Worth to visit apalagi yang suka alam, nice weather dan udaranya seger. 

Dan juga karena ini gak terlalu jauh dari Jakarta tapi udah bisa dapetin view kayak gini loh, worth banget sih untuk short getaway. 

See you on next trip!