Sunday, December 31, 2017

About 2017

2017. Dua ribu tujuh belas. Tahun penuh warna, penuh cerita dan kisah. 

Januari.

Memulai tahun di rumah sakit bersama Papa sampai Imlek tiba dan Papa pergi dengan senyumnya setelah mengajarkan saya menyetir dan memarahi saya seperti biasanya. Ternyata kepulangan saya setelah meninggalkan rumah bertahun - tahun di waktu yang tepat. Waktu Tuhan tidak pernah terlambat.

Februari.

Untuk pertama kalinya saya mengendarai mobil di jalan tol. Memberanikan diri untuk mulai menyetir ke tempat kerja walaupun akhirnya di parkirin supir, ternyata awal yang tidak mudah. Tegang waktu harus lewat jalan tikus karena pembangunan gerbang tol Jakarta - Tangerang yang bikin macet - macetan ternyata meningkatkan keberanian nyetir secara significant. Terimakasih untuk tol yang macet sehingga saya jadi berani lewat jalan tikus.

Maret. 

Mungkin saya melupakan sesuatu, tapi Tuhan tidak pernah.

April.

"Pekerjaan yang membawa saya melihat dunia luas dan pengalaman baru kemana kaki saya melangkah."
Salah satu keinginan saya yang Tuhan jawab lebih dari itu.

Naik kereta ke Bandung merupakan pengalaman pertama saya. Hanya selang beberapa hari saya pergi dan pulang Bandung dengan pengalaman yang berbeda. I'm so excited, I explore Indonesia.

Mei.

Lebih dari itu, Tuhan membawa saya ke Jogja. Saya sempat mengucap ketika AADC2 tampil pengen deh ke Jogja. Walaupun kali ini ke Jogja untuk urusan pekerjaan but Jogja stole my heart.
One view I can't forget about. Kakek dengan tongkat yang duduk di sebelah saya. Tuhan, dia yang pake tongkat aja masih semangat naik pesawat, saya yang masih full energy ini gak boleh kalah. Harus explore Indonesia more!
Soon on the blog for detail :P

Juni.

Kembali lagi, hal kesukaan saya datang. Naik pesawat dan berpetualang. Dan saya dikasih bonus tambahan, pindah seat ke emergency exit which is leg room-nya lebih luas. Yeay!

Tuhan itu kalau kasih hadiah gak tanggung - tanggung. Yes I love road trip. Apapun itu deh, rasanya seneng aja bisa duduk dan di-setirin terus liat pemandangan sepanjang jalan. Dan saya pun road trip melintasi perbatasan Indonesia - Malaysia selama berjam - jam, mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra lalalalal , melewati imigrasi dengan jalan kaki. Ahhh, gak pernah kebayang bisa ngalamin ini. Kereennnnn !

Ternyata hadiahnya ga cuman sampai disitu, road trip berlanjut ke Pulau Tayan dan Riam Ensiling dimana google aja belum ada nih tempat. Keren banget ga sih.

About the road trip
Love this place so much. Riam Ensiling.

Juli.

Pemandangan langit yang indah lagi lagi dan lagi.

Can't get enough of this view

Agustus.

He always have something special!

September.

Back to nature again. Berpetualang menghirup udara segar dan cuaca cerah sekali.

Oktober.

Mendadak malaikat segala penjuru muncul dan battery terisi penuh siap menghadapi dunia.

November.

24 hours in Jambi. Sepanjang sejarah hidup waktu tercepat mengunjungi suatu kota dalam 24 jam pergi dan pulang naik pesawat.

First drama musical experience and I think I falling love with it. Boleh lah ya sedikit menikmati.

Desember.

Flight again! Ahhhh, how much I love the view from airplane window. Mungkin keseringan ngaku hobi-nya naik pesawat jadi dikasih mulu kali ya. But I'm so happy and blessed.



Sebentar lagi 2017 berakhir dan baru sekarang ini saya duduk diam di kamar sambil me-recap kembali apa yang terjadi selama 2017. Kalimat yang paling sering saya ucapkan : Jangan pernah menganggap remeh mimpi. Karena dari situ semua itu punya potensi untuk menjadi kenyataan, kalau mimpi aja gak pernah gimana mau jadi kenyataan.

As always, God is amazing. Saya terharu begitu me-recap 2017 dan ternyata apa yang pernah saya minta walaupun terkesan tidak masuk akal atau saya hanya asal berkhayal aja Tuhan kasih itu bahkan ada hadiah bonus-nya yang tidak pernah saya bayangkan.

So ready for 2018 and excited what God will do in 2018!

Happy new year, have a blast and I'm thankful for you and everyone who fill up my 2017.