Friday, December 4, 2020

Dari Hotel Terbaik Sampai Showercap Pakai Kantong Kresek | Sumbagsel, Indonesia

Kali ini aku mau review 3 hotel sekaligus dalam 1 post, hehehehe, udah lama kan ya aku gak update Accomodation Review. Dan kebetulan untuk trip Sumbagsel kali ini ada 3 hotel yang aku tertarik buat review. 

Radisson Lampung, Bukit Indah Lestari Baturaja, dan Novotel Palembang.

Radisson Lampung - Si Gercep

Kesan pertama begitu tiba di lobby adalah servicenya gercep banget dan tanggap sekali. Barang kita banyak dan mereka aktif banget bantuin juga administrasi-nya gak lelet. Ini udah plus point banget buat aku yang suka everything gercep hehehe

Begitu masuk kamarnya aku sukaaa, bersih, lega, kinclong dan ada sticker sterilized untuk bagian - bagian yang udah dia steril-in, seperti lemari kulkas, toilet, meja, remote TV, dan disediakan hand sanitizer juga yang bisa dibawa. 





Kalau Radisson Lampung ini yang aku gak sreg cuman breakfastnya aja karena menunya dikit dan menu yang ada pun gak tasty. Jadi agak sedih sih padahal tempatnya nyaman, ohh yang gak nyaman itu kalau duduk di bagian dalam dekat jendela karena atasnya itu tempat gym jadi kalau ada yang taruh barbel serasa lagi eartquake. 

Bukit Indah Lestari Baturaja - Showercap Alert

Inget gak jaman sekolah dulu suka ada yang namanya ret reat sekolah 3 hari 2 malam, nah well ini bentukannya mirip banget. Jadi kayak sejenis villa di bukit yang gedungnya pisah - pisah. Ada beberapa gedung dalam 1 area, nah kalau misalnya kalian nginep sini, dinner & breakfastnya udah disini aja udah oke kok. 

Dan cuaca di Baturaja itu sejuk, masih banyak pepohonan yang asri, jadi kalau buat dinner di restonya bisa pilih menu hotpot lalu tempatnya yang outdoor. Aku ada post juga beberapa tempat makan yang aku rekomen selama trip ini, bisa klik disini - Makan Seafood di Lampung Tapi Jangan Makan Pempek di Palembang

Cuman kalau menurut aku di BIL ini agak ribet secara dia jalanannya itu menanjak dan gedungnya beda - beda tiap gedung beda model kamarnya, dan kita serombongan mencar di beberapa gedung, dan karena jaraknya beda - beda juga kunci kamarnya cuman ada 1 dan cuman ada nomor kamarnya jadi yang rempong adalah buat tau kamar masing - masing di gedung mana butuh di pandu sama orangnya. 

Next modelan kamarnya itu kayak villa jadul gitu, dan dalam kamar banyak lemari jadul yang menurutku agak creepy ya, lalu selimutnya juga aku gak suka banget karena modelnya kayak gatel gitu, handuknya pun warna merah, makin creepy gak sehhh HAHAHAHA

Pemandangan Baturaja dari balkon kamar, masih banyak yang ijo2 kan makanya disini adem banget

Koridor di salah satu gedung di pagi hari, liat mataharinya seger banget deh

Pas liat ini aku jadi berasa kek di Venezuella something 中南美洲

Dan ku tak kuasa juga mau foto walaupun amburadul karena ini bukan trip jalan - jalan sesuka hati okee bhaique gak apa

Ada kolam renang juga tapi di tutup



Ini kamarku yang paling kusuka adalah jendela yang memancarkan matahari indah, selain itu gak ada yang aku suka hohoho karena Wi-Fi nya pun gak kalah bikin esmosi nya huuuu

Bingung kenapa wastafel di sebelah kasur yang secara tuh wastafel kecil jadi pasti muncrat - muncrat. Lalu itu yang udah di uwel2 itu selimut yang menurutku kotor. 


Ketidaksukaan lainnya adalah kubenci sama shower yang kayak gini, gimana mau gak keramas coba. Dan gak bawa shower cap lalu minta tolong yang masih di luar buat tanyain ke receiption-nya shower cap dan dia datang ketuk pintu kasih kantong kresek aja, hemm, baikkkk

Tapi breakfastnya cocok nih khas sarapan indo banget deh

Novotel Palembang - The best Novotel so far

Nahhh ini pas masuk aja aku tuh langsung amaze lohhh, karena lobby-nya aja udah wow, aku suka banget, bersih dan lega. Lalu begitu masuk kamar makin berasa wow ini Novotel di Indo yang paling bagus yang pernah aku tempatin. 

Gedeeee bangett kamarnya kalau dibanding sama Novotel Bangka yang which is masih satu group ini jauh banget loh kayak langit dan bumi. Rate kamarnya pun emang lebih mahal tapi worth-it untuk kamar seperti ini dan juga breakfastnya itu lengkap dan banyak pilihan banget. 



Aku sih betah banget loh kalo lama - lama di Novotel Palembang ini, nyaman banget dan bersih, terus room service-nya juga gercep. Pokoknya until now, ini the best Novotel yang pernah aku stay. 

Well, ini 3 tempat yang menurutku ada keunikan masing - masing yang kebetulan terjadi dalam 1 trip ini, hahahaha

Jadi inget dulu jaman masih sekolah dan freelance jadi guide paling suka itu kalau job ninep di hotel yang nyaman karena dulu kan anak kost-an ya berasa hotel itu wahh banget, sekarang excitednya udah beda tapi tetep excited tiap kali stay di tempat yang berbeda - beda. 

Can't wait to travel more after this pandemic gone. 

Stay safe! 

Sunday, November 29, 2020

Makan Seafood di Lampung tapi Jangan Makan Pempek di Palembang

Berlanjut dari cerita aku di postingan sebelumnya, gimana nyebrang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, nah ini tentang apa yang aku explore di Pulau Sumatera, lebih tepatnya di Sumbagsel. Karena kali ini trip-nya menitik beratkan di bagian selatan. 

Baca juga : Jawa Sumatera Lintas Darat

Jadi ketika kalian keluar dari Pelabuhan Bakauheni kota terdekat itu Bandar Lampung. Bandar Lampung adalah ibukota dari Provinsi Lampung. Oke mungkin dulu gak terlalu inget geografi, sampai kemarin jadi inget lagi antara Lampung dan Bandar Lampung, hehehehe. 

Kalau searching untuk kuliner khas Lampung, mostly masakan ikan dengan kuah, nah kayaknya aku kurang cocok gitu hehehe. Tapiiii begitu tiba kita makan di Rumah Makan Khuai Lok, modelnya chinese food dan seafoodnya seger - seger, taste-nya oriental taste banget, untuk harga agak pricey sih. Tapi enak. 

Dan aku gak ada foto pas kita makan disini karena udah kelaparan kali ya. 

Dan ada juga Chef Kitchen Teluk Betung yang aku rekomen. Karena harga makanannya gak terlalu pricey tapi rasanya enak. Kalau untuk tempatnya seperti rumah makan biasa aja sih, tapi tempat cuci tangannya enak dan pintu masuknya butuh effort kalau orang tua, karena nanjak gitu. 

Tapi basically yang aku inget tentang Lampung adalah resto seafoodnya enak - enak seger - seger semua. 

Lepas dari Lampung menuju Baturaja dan disini kita makan di karena kita stay di hotel Bukit Indah Lestari. Menu dinnernya modelan hotpot dan ada chinese food juga. Hotpot-nya sih pilihan tepat karena di Baturaja ini tempatnya hawa dingin dan lokasinya agak di lembah gunung gitu jadi cocok banget kalau makan hotpot. 

Next aku akan review untuk tempat tinggal selama di Sumbagsel dari yang buat aku buagusss banget sampai yang mengingatkan aku akan ret - ret jaman sekolah hehehe

Sampailah di tujuan akhir trip kali ini, PALEMBANG. Kalau sampai di kota ini pasti semua orang akan mencoba pempek yang udah terkenal dengan PEMPEK PALEMBANG. 

Dan aku pun makan beberapa kali di tempat yang berbeda. Kalau menurut aku sebagai peminat pempek di Jakarta, pempek Palembang itu rasa ikan-nya strong banget, berhubung aku gak gitu suka rasa ikan yang strong banget maka mon maap aku lebih suka pempek yang udah berbaur rasa Jakarta yang tepunya banyak. Oke don't judge me hahahaha 

Tapi worth to try kok ya, secara gak mahal juga pempek di PLB dan emang ini kota asalnya jadi harus coba dong ya 

Yang terkenal disana itu pempek Candy, pempek Beringin, yang biasa dijadikan oleh - oleh. Kalau untuk oleh - oleh biasa dikasihnya beku dan bisa tahan 12 jam. 

Kemarin aku coba Pempek Cek Tasya, karena bintangnya banyak di google, hehehehe, hemm menurut aku sih tetep sama rasanya terlalu ikan. Oh iya, breakfast hotel pun ada pempek, dan tetep menurutku terlalu ikan, hehehehe


Oh iya, di PLB juga terkenal nasi samin, nasi yang dimasak dengan bumbu dan minyak samin lalu ada kismisnya, untuk yang ini aku juga kurang cocok, karena menurutku kismis itu manis, tapi nasi samin tanpa makan kismisnya aku suka rasanya kayak nasi kambing. 

Menurut rekomen local disini juga terkenal dengan pindang ikan-nya. Kemarin aku diajak untuk coba Pondok Pindang Umak, favoritenya adalah pindang patin, lalu yang aku suka ikan seluang, enak bangetsss. Sambalnya juga banyak macam akan dihidangkan bersama lalapan yang banyak juga, aku suka sih sama tempat ini. 

Pondok Pindang Umak

Kalau pindang itu rasanya kayak tom yam tapi lebih gurih dan ikan seluang itu ikan kecil yang digoreng garing, enyakkk bangettss. Untuk harga disini kisaran IDR 20-30k gak mahal dan tempatnya luas. 

Kalau aku liat di google, Pondok Pindang Umak ini banyak franchise-nya jadi kamu bisa cari yang lokasi terdekat aja. 

Overall kalau buat aku di trip Sumbagsel kali ini, kudu makan seafood di Lampung dan jangan makan pempek di Palembang, eitss ini menurut lidahku ya, how about yours? Leave your comment down below. 

Selain itu aku mau share tentang accomodation selama di Sumbagsel, stay tune for next post ya :) 

Thursday, November 26, 2020

Cara Online Merubah Status BPJS Kesehatan Menjadi Pribadi

Aku pengen banget sharing pengalaman ini seperti aku sharing pengalaman waktu perpanjang paspor dengan background yang sama yaitu ketika aku mau cari informasi ini gak ada tulisan yang mewakili yang bisa kasih aku jawaban yang aku butuhkan, hehehehe. 

Baca Juga : Cara perpanjang paspor online via Whatsapp

Jadi ceritanya tadinya BPJS Kesehatan aku itu statusnya Penerima Upah - yaitu yang diurusin kantor kan, tapi pas pindah kantor, kantor baru aku pakai asuransi kesehatan swasta, tapi aku tetep pengen lanjutin BPJS Kesehatan jadi aku cari tau deh gimana caranya. 

Nah status BPJS Kesehatan itu ada Penerima Upah & Pribadi. 

Penerima Upah - yang dipotong dari gaji, diurusin sama kantor tempat kita bekerja

Pribadi - kita sebagai pekerja mandiri, jadi bayar iuran sendiri gak diurus sama kantor tempat kita bekerja 

Nah kalo kasus aku mengubah status dari Penerima Upah jadi Pribadi dan begini pengalaman aku HAHAHAHAHA

Cara ke-1 : 

Jadi informasi dari kantor lama aku kalau untuk proses merubah status ini hanya bisa dilakukan by phone ke BPJS Kesehatan gak bisa cara lain. Lalu aku ikuti, aku telepon dan konfirmasi dari petugasnya pun sama, cuman bisa by phone sebagai pengajuan dan nanti akan di telepon kembali oleh petugas untuk konfirmasi. 

1 bulan 2 bulan aku gak dapet telepon feedback konfirmasi. 

Cara ke-2 : 

Lalu aku coba search online dan ternyata ada aplikasi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yaitu aplikasi untuk BPJS Kesehatan. Begitu download bisa sign in dengan email gak sulit sih, nanti langsung keluar deh kepesertaan BPJS kita. 


Tapi sebelnya dia gak 100% works untuk iOS karena kalau aku telepon ke customer service eh malah suruh aku coba di HP android aja. 

Lalu karena di HP android juga gak bisa alhasil aku pakai cara lain. 

Cara ke-3 :

Via Whatsapp ke BPJS Pandawa - jadi ini adalah account WA dari kantor cabang BPJS Kesehatan nah untuk nomornya bisa langsung telepon ke 1500 400 (Call Center BPJS) karena BPJS Pandawa nomornya beda - beda untuk masing - masing domisili. 

Karena aku domisili di Jakarta Barat jadi aku pakai nomor berikut.

Chat hanya di jam operasional : Senin - Jumat  08:00 - 14:00 dan istirahat di jam 12:00 - 13:00. Kalau di luar jam tersebut gak ada respon, jadi lebih baik di pagi hari langsung kamu kirim chatnya. Format chat-nya beda - beda kalau untuk case aku ini formatnya : Nama-nama di BPJS-nomor BPJS-nomor HP-D 

Contoh : Abcd-abcd-1234567890-08123456789-D 

Nah setelah kamu send chat tersebut nanti akan ada balasan seperti berikut lalu akan di chat oleh petugas yang handle kita ini.


Basically kalau sudah di handle oleh petugas kamu udah kayak chatting WA aja bisa tanyain dan nanti akan di pandu untuk isi data lewat google form, lalu siapin berkas - berkas dan drop berkas - berkas tersebut ke kantor cabang sesuai domisili

Kalau kamu juga domisili Jakarta Barat, kantor-nya sekarang udah pindah jadi alamat berikut : 

BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat (Gedung Baru) 

Jl. Raya Klp. Dua No.9, RT.1/RW.5, Klp. Dua, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11550

Info yang penting adalah gedung baru ini adanya di dalam jalanan yang lumayan sempit dan gak ada tempat parkirnya jadi kudu parkir sendiri dimana - mana dan gak gampang juga carinya. Malesin banget untuk hal ini, padahal di dalam lumayan luas. 

Lalu begitu sampai sesuai protokol kesehatan cuci tangan dulu, dan dokumen kita di UV dulu lalu antri dan tinggal kasih tau nomor tiket yang di WA sama petugas itu. 

Isi data dan gak sampai 10 menit sudah selesai deh, selanjutnya tinggal bayar lewat virtual account aja dan aktif kembali BPJS-nya setelah bayar. 

Dan sekarang BPJS Kesehatan udah gak perlu print kartunya, pakai e-card yang bisa dibuka dari app jadi kayak semacam maksa harus download app gitu sih ya. Entah kalau yang orang tua gak bisa pakai app gitu gimana hemmm 

Secara keseluruhan sih prosesnya gak rumit cuman karena perlu datang on the spot untuk drop document dan jam operasionalnya itu jam kerja jadi agak kendala buat team ngantor. 

Saturday, October 17, 2020

Tempat Makan Unik di Semarang | Koenokoeni Cafe Gallery & Toko Oen

Sebelum pandemic, aku pernah berencana mau ke Semarang, tepatnya sih mau ke Lasem tapi lewat Semarang dan sekalian explore apa aja yang ada di Semarang. Kalau yang terkenal itu kan seperti Lawang Sewu, Sam Po Kong, eh ternyata kali ini aku berkesempatan untuk ke Semarang walaupun hanya mampir aja tapi bisa cobain yang sebelumnya belum pernah aku explore. 

Ada 2 tempat yang membuat aku terkesan, yaitu Koenokoeni Cafe Gallery & Toko Oen. 

Koenokoeni Cafe Gallery 

Konon dalam bahasa Jawa, Koenokoeni berarti sangat kuno, cucok deh sama design concept resto ini. Nah kalo dari namanya aja aku udah penasaran sama tempatnya. Dan ternyata ini ada restaurant punya Sido Muncul jadi di menu-nya itu bakalan berbau Tolak Angin dan antek - anteknya. Unik banget sih. 

Concept restaurant-nya ini lebih ke China-Jawa rasa vintage super. Segala detailnya bener - bener bisa bikin kamu pengen ngeliatin satu per satu pajangan yang ada. 

Sekali masuk ada 玄關 kayak gini, antik banget kan

Ngintip ke bagian dalam aja udah bikin senyum - senyum sendiri

Di paling depan ada cashier dan gallery kecil, jualan produk - produk Sido Muncul & kain batik

Berbagai jenis produk Sido Muncul

Tapi kenapa beli Tolak Angin disini mahal ya

Cantik - cantik banget gak sih ini batiknya


Ini motif bagus banget deh, suka banget apalagi ditambah sinar matahari gini

Dari tempat indoor tadi ada pintu belakang ini yang bisa menuju area outdoor

Pemandangan dari area outdoor

Gemes banget gak sama wastafel macam gini 

Barracuda Sambal Matah - pedes banget

Kalo menurutku restaurant ini nyaman buat adain meeting or kongkow. Suasananya enak dan gak bosen bisa indoor outdoor. Kemarin ini karena lagi pandemic juga kali ya jadi pengunjung gak banyak dan jadi serasa lebih nyaman lagi. 

Untuk menu makanan variatif banget sih, tapi untuk main course rata - rata tingkat kepedasan dia itu pedas banget jadi lebih baik pilih yang gak pedas aja. Terus banyak menu minuman yang pakai produk Sido Muncul. Jadi unik banget. 

Untuk harga medium high menurutku karena mereka jual suasana. Worth to try sih unik dan cakep untuk refreshing. Kemarin aku kesini karena meeting, tapi gitupun juga udah cukup kagum apalagi kalau kesini dengan konteks refreshing pasti makin seneng :) 

Jalan Tabanan No. 4 Tegalsari Candisari - Kota Semarang 
024 - 8415454 

Toko Oen 

Ternyata ini terkenal juga ya di Semarang dan aku baru tahu. Kalau Toko Oen ini modelan dari luarnya mirip dengan bangunan jadul Chinatown di Penang. Conceptnya lebih ke peranakan jaman Belanda. 

Lokasinya ada di pinggir jalan besar jadi kalau untuk parkir agak sempit sih ya. 

Kondisi bangunan-nya masih model Belanda tempo dulu

Bagian depannya ada jualan kue kering jadul gini

Yang terkenal disini katanya Poffertjes Plain. Tapi aku kok kurang cocok ya. 

Nasi Goreng Special Ham

Kalau untuk Toko Oen kayaknya lebih cocok buat kumpul keluarga. Karena suasananya kayak serasa ada di film Habibi-Ainun gitu. Dan gak ber-AC juga ya keliatannya tapi gak panas banget sih di dalam, suhu ruang deh. 

Untuk menu, aku kurang cocok di lidah. Menunya gak banyak, tapi ber-variatif dari steak kisaran IDR 300k sampai nasi goreng, mie goreng, cemilan. Aku pesan Nasi Goreng Special Ham, ini ham-nya pork ya. Tapi rasa nasi gorengnya kurang cocok juga di lidah. 

But worth to try karena masih bener - bener jadul banget ini toko, kalau suka yang tempo dulu pasti suka conceptnya. 

Jalan Pemuda No. 52 Bangunharjo Kec. Semarang Tengah - Semarang Kota 
024 - 3541683


Dari Semarang, next stop adalah Solo, dan secara gak sengaja aku nemuin restoran yang langsung aku jadikan restoran favorite aku di Solo. Stay tune for next post about Solo ya :) 

Sunday, October 11, 2020

Jawa Sumatera Lintas Darat

Gak tau kalian familiar gak tentang Pulau Sumatera, yang pasti kalau aku sendiri baru pertama kali ke Sumatera few years ago tepatnya ke Jambi dan baru kali kedua ini berkesempatan lagi mengenal lebih dekat Pulau Sumatera. 

Ini kali pertama aku ke Sumatera lewat darat. Kalau dulunya cuman denger cerita orang aja hehehehe. Kalau kalian denger orang bilang ke Sumatera lewat darat, pasti mikirnya ohh emang Sumatera nyambung ya sama Jawa? (*untuk orang Jakarta seperti aku :P) 

Yang kulakukan saat itu adalah liat google map langsung. Oke baik, jadi gini yang dimaksud lewat darat adalah kita sampai ke paling ujung barat pulau Jawa dan nyebrang pakai ferry ke paling selatan pulau Sumatera. Bingung? Gak apa coba liat gambar dibawah ini. 


Bisa dilihat dari gambar peta diatas, bagian barat Pulau Jawa terpisah Selat Sunda dengan bagian selatan Pulau Sumatera. Untuk lintas darat route-nya seperti ini : Jakarta - Merak - Bakauheni - Sumsel 

Bersiap meninggalkan Merak



Seketika breath taking ngeliatnya kayak di film - film, lautnya indah banget birunya

Deck belakang tapi panas banget namun viewnya indah sekaleee

Ekspresi bahagia karena liat laut tapi sedih karena konteksnya biz trip not traveling

Dari Jakarta lewat tol Tangerang sampai berujung di Pelabuhan Merak dan masuk ferry untuk nyebrang ke Pelabuhan Bakauheni. Dari Merak ke Bakauheni kamu harus beli tiketnya dulu secara online, harganya IDR 550k untuk 1 mobil up to 10 orang. Ada jadwal ferrynya jadi kamu harus cek baik - baik jamnya. Ada juga yang nyebrang ferry dengan motor ataupun tanpa kendaraan, kalau orangnya sedikit memang lebih murah nyebrang tanpa kendaraan ya. 

Deck penuh berisi mobil, penumpang boleh dalam mobil tapi lebih nyaman diluar ada angin menurutku

Motor yang menyebrang dan kapal di laut

Untuk ferry sendiri di dalamnya ada beberapa tingkat, dari yang bawah itu untuk mobil muatan barang, lalu mobil pribadi, di atasnya ada ruangan ber-AC, lengkap dengan mushola, alfamart mini, tempat duduk, smoking area, toilet. 

Ada toko yang jualan snack juga di deck paling atas





Yang aku bingung ada toilet di lantai atas untuk difabel, tapi gimana cara naiknya ya, mungkin ada lift yang aku belum explore.

Lama waktu nyebrang kurang lebih 1 jam 45 menit. Kalau ditanya mabok apa gak, buatku sih gak terlalu ya tapi itu kan tergantung keadaan ombak dan pribadi masing - masing ya, karena aku emang basically gak mabok laut. 

Dan tibalah kita di Bakauheni, yang tadinya aku selalu pikir Bakaheuni hehehe

Kalau naik kapal gini aku saranin di pagi hari lebih enak, dan bawa sunglasses karena aku lupa kemarin jadi gak gitu bisa tahan kalau di luar terik matahari. Kalau perjalanan malam aku kurang rekomen, karena anginnya besar, dingin, terus ombaknya juga lebih tinggi. 

Nah dari Bakauheni ini kamu udah langsung bisa lanjut explore seluruh Pulau Sumatera even sampai Sabang pun. Aku sih berasa seru banget ya perjalanan kayak gini kalau untuk road trip tapi lintas Sumatera itu jalannya cuman 2 pilihan, berkelok atau berlubang. 

Anyway karena ini masih di situasi pandemic jangan lupa untuk tetap utamakan kesehatan ya, again, trip ini adalah bagian dari tuntutan pekerjaan aku tapi kalau untuk road trip travelling would be after this pandemic <3 Stay safe all. 

Next aku mau share tentang perjalanan lintas Sumatera sampai Palembang, kira - kira yang ada pertanyaan boleh leave comment down below :)