Saturday, March 9, 2019

Woman and all her limitation

Happy International Woman's Day, ladies! Actually I didn't remember yesterday was Woman's Day until one of our colleague say he want to treat all ladies today cause its our day.

So, let me tell you if there is nobody told you before :
You are stronger than you think, braver than you imagine, smarter than you can think. Be strong, be brave, be smart, be you. 
I believe as a woman we all have our limitation. Some limit come from outside some is from our self. So do I!

Born as curious baby, I always curious about everything I feel interest with. History, fiction, culture, and any amazing stories. And the curious me bring myself to this level, that I love to explore more about place and people.

What people said about woman that I still hear nowadays.

Don't work so hard, don't get education so high, in the end you'll married and be housewife. 

I totally disagree with that. I know many woman that have good career even position but also have amazing family and spouse that support her so much. I love to learn everything even I love being student. And being student bring me to many journey and place.

Lately I travel and explore more. I know some of you will ask is it safe to travel to suburban field for woman?

My comfort look
Yes, as you can see from my traveling journey sharing, I travel a lot to suburban field last year. I know as woman there is limitation for you to explore deeply, I do take safety as my first priority.

But also as woman, I don't want to let my limitation limit my dream to explore more. So here is some tips based on my experience.

Wear appropriate clothes. It's very important as the first thing people will see about you is your look. Don't wear hot pants or over open clothes. For me I usually wear shirt and pants or legging. It's more important to be safe than stylish, right.

Don't take it for granted. Be as flexible as possible. What it's mean? Be prepare for any possibility. Sometimes people only think as text book, today arrangement will drive by our own car so it's quiet safe to wear tank top and hot pants. Sorry, you're wrong. There is so many possibility on the road that you need to be flexible with the environment you are not familiar with.

So be flexible on your look & belongings.

If you are not familiar with the destination field or hard to explore, I suggest you to join open trip. So you will be arrange to visit and accompany by local or team that understand about the field.

Also, to choose open trip agent is important as you will be rely with them. For local trip I have 2 experience with different agent. One is so bad in arrangement and the other one quiet nice and I already join them for 2 different trip and satisfy.

For international trip, I do same. If the field I'm familiar and quiet safe to strolling around I will go without tour agent but if it's difficult to survive like more road trip and no public transport I prefer to go with tour agent.

Meet new friend during my Mongolia trip with travel agent
Last but not least, don't be alone if you go somewhere and don't stay outside late night.

Maybe for some people it is something ordinary to hang out at night but as I get used to be at home before sunset as my father rule, I strongly suggest not to go outside in late night cause you are not familiar with the field, except you are on the group trip and they guarantee your safety.

So, ladies, what are you waiting for? Let's explore and grow together!

Monday, March 4, 2019

First Impression Traveling to Kuala Lumpur | Malaysia

Walaupun Kuala Lumpur tuh udah lumrah banget didatengin, tapi percayalah ini pertama kalinya aku ke KL. Dari dulu ke Malaysia belum pernah ke KL seriously. Jadi kali ini aku mau sharing pengalaman aku sebagai traveller yang pertama kali ke KL.

Berlanjut dari post sebelumnya jadi aku ke KL dari Penang by train. Nah karena menurut searching juga dengerin cerita dari teman - teman yang udah sering kesana kayaknya gak sulit buat explore di KL. 

Gimana transport di KL?
Untuk public transport ada bus, MRT, kereta. Juga ada Grab, ya iya lah ya secara asalnya Grab dari Malaysia. 

Tapi don't expect too much about transportation in KL. Walaupun Grab asalnya dari Malaysia, tapi aku berasa nunggu Grab disana jauh lebih lama ketimbang di Jakarta, padahal aku di pusat kota. Ini juga berlaku pas aku di Penang. Padahal kalo di map 6 minutes tapi lama banget datangnya. Mungkin karena sistem jalanan sana banyak yang satu arah jadi dia muter - muter dulu kali ya. 

Nah selain Grab yang aku coba tuh MRT & kereta. Bagaimana dengan kedua ini? Beberapa pengalaman aku yang bikin aku speechless sih. 

Umumnya kalo kalian ke negara - negara yang ada MRT kayak Taiwan, Singapore, HK dan sejenisnya, gambar diatas tuh peta MRT-nya. Tapi kalo di Malaysia ini sebutannya train. Kenapa? Karena ini setiap route beda - beda sistem armadanya, liat deh ada yang KTM (Kereta Tanah Malaysia), rapid KL, MRT, KLIA. Yang bikin bingung walaupun dia berdekatan tapi beda route (beda warna route) beda juga nama station dan lokasinya.



Misalnya kemarin aku dari hotel yang terdekat MRT Pasar Seni (Line Hijau 9) tapi untuk ke KL Sentral bisanya line merah dan biru. Nah pas aku tanya ke information centre Pasar Seni, jadi aku mesti naiknya yang line merah or biru, which is Line 5 yang terdekat kan. Line 5 tuh LRT walaupun di peta-nya dia nyambung digabung gitu tapi kenyataannya stasiunnya 2 gedung berbeda dan masih kurang pengarahan juga convenience-nya untuk pindah - pindah line.

Jadi kemarin aku dari hotel tujuan ke Batu Caves (Line Biru 1), aku harus :

  • Beli token koin di LRT Pasar Seni tujuan KL Sentral, sampai di KL Sentral keluar dari LRT 
  • Beli tiket di loker KTM untuk ke Batu Caves 
Padahal kalo kayak di Taiwan, semua line yang beda warna bisa saling sambung menyambung, jadi beli tiketnya cukup 1x aja sampai ke stasiun tujuan baru keluar kalo ini harus keluar masuk stasiun yang beda - beda warna line. Mirip sama yang di Thailand juga beda sistem harus keluar masuk beli token. 

Nah kalo KTM gak kayak MRT/LRT, ada schedule-nya. Tapi kemarin 2x aku naik KTM pulang pergi Batu Caves keduanya delay, yang satu sekitar 15 menit, yang satu hampir 30 menit. Gak ngerti lagi. Padahal udah ada jadwalnya. Jadi rangkaian kereta-nya diam aja di stasiun dan gak jalan - jalan sampai dia pengen jalan kali ya. 

Suasana di stasiun LRT yang udah kayak ikan asin
Jadi buat aku kalau mau lebih nyaman lebih baik naik Grab untuk jarak yang lebih dekat. Lagian kalo ada 2 orang atau lebih di 1 Grab malah lebih murah dibanding naik public transport. Ini juga yang mungkin meskipun di Malaysia udah banyak armada public transport tapi masih tetap macet karena kurang convenience public transportnya jadi masih banyak yang nyetir sendiri.

Contoh lain kemarin pas balik ke KLIA aku mau naik KLIA Express fare-nya RM 55 untuk adult ticket terus aku coba Grab yang ternyata cuman RM 65 dari Petaling Street ke KLIA. Coba deh ada 2 orang aja udah lebih murah, even kalau untuk 1 orang pun lebih consider naik Grab karena masih butuh waktu dan tenaga ke KL Sentral buat naik KLIA Express. Jadi menurutku sistem transport di KL masih kurang bisa mengurangi kepadatan jalanan karena fare-nya juga gak lebih menguntungkan ketimbang mobil pribadi. 

Bagaimana tentang accomodation di KL?
Kalau untuk penginapan di KL menurutku lumayan variatif dan budget friendly. Mulai dari hotel yang murah, yang mahal, capsule hotel, boutique hotel semua ada.

Yang perlu diingat di setiap hotel di Malaysia diberlakukan tourism tax yaitu RM 10 per kamar per malam dibayarkan langsung ke pihak hotel.

Kalau dari yang aku tinggal selama di Malaysia, gak ada slippers di dalam kamar dan sikat gigi plus odol-nya gak complete. Gak tau hanya kebetulan aja atau memang seperti itu.

Kemarin aku tinggal di Lantern Hotel, baca review disini ya.

Jalan - jalan kemana kalau di KL?
Di KL sendiri kebanyakan shopping mall. Berbagai jenis shopping mall ada dimana - mana yang menurutku isinya sama aja gak beda jauh lagipula aku bukan anak mall. Kalau jenis night market ada Petaling Street yang isinya banyak barang murah dan jajanan makanan juga Bukit Bintang.

Kalo untuk Bukit Bintang aku gak terlalu recommend sih secara makan disana mahal banget dan gak sampai enak nya bikin nagih juga. Kemarin aku pesan babi panggang kecap, sambal petai, dan terong harganya sekitar IDR 300k. Padahal waktu ke Kuching sambal petai yang enak banget itu cuman RM 4 bayangin.

Makanan yang mahal dan gak enak ini
Lihat deh sambal petai yang aku kangenin banget disini :(

Yang terkenal di KL biasanya pasti Twin Tower, yang kalo kata aku biasa aja sih sekelilingnya juga mall aja gak ada yang terlalu wow. Untuk kesini turunnya di station KLCC.

Panas boooo
Yang agak jauhan lagi bisa ke Batu Caves. 


Menurutku kesini gak usah ikut tour karena gampang tinggal naik KTM sampai Batu Caves, begitu keluar station langsung keliatan. Nah kalo mau ke Batu Caves ada schedule KTM-nya jadi bisa nanya dulu or googling, terus jangan lupa siapin segala alat tempur karena panas banget dan rame gitu.



Batu Caves sendiri tuh tempat ibadah orang Hindu jadi ada beberapa bagian yang kalau mau masuk harus lepas sepatu.


Oh iya terus kalo Batu Caves itu gak ada tiket masuk kok, FREE.

Nah kalau kalian punya waktu lebih menurutku lebih baik ke Malacca aja. Bisa PP sehari dari KL dan cakep - cakep spot photo disana. Tungguin post selanjutnya ya tentang Malacca :) 

Tuesday, February 26, 2019

Budget Friendly Boutique Hotel, Lantern Hotel | Kuala Lumpur, Malaysia

Lanjutan dari post sebelumnya, akhirnya train aku sampai juga di KL Sentral sekitar jam 6.30 sore gitu. Terus karena bawa - bawa koper jadinya aku pilih langsung ke hotel dulu baru keluar jalan biar ga rempong ya kan.

Baca juga : Penang to Kuala Lumpur by Train

Ada beberapa candidate lokasi waktu aku searching buat nyari hotel. Petaling Street yaitu Chinatown dan Bukit Bintang. Kali ini aku pilih Petaling Street soalnya biar bisa turun hotel langsung liat - liat jajanan gitu. Nah kebetulan pas liat - liat hotel di Petaling, gak sengaja ketemu Lantern Hotel. Terus pas liat review-nya pada bagus - bagus semua. Akhirnya jadi tergiur pengen coba.

Nah sebelum berangkat aku udah booking Lantern Hotel lewat booking.com waktu itu karena harga-nya paling murah disitu. Tapi kamu bisa check web lain juga pas mau booking karena beda - beda tiap detik ya kan, jadi pilih aja langsung yang paling murah. Kemarin aku book untuk 3 malam IDR 8xxk cukup murah menurut aku buat kamar dengan jendela.

Dari KL Sentral aku naik Grab, sekitar 15 menit.

Lokasi Lantern Hotel gak jauh dari main entrance Petaling Street, karena waktu aku sampai udah banyak pedagang kaki lima yang keluar jadi aku turun Grab di main entrance terus jalan kaki masuknya.

Gak sulit dicari juga karena banyak gantungan lampion gitu, nah pintu masuknya yang di lantai 1 akan selalu tertutup, jadi kamu harus pencet bell nanti dibukain, receptionis-nya ada di lantai 2.

Lantern Hotel entrance
Yang bikin langsung pengen book hotel ini karena ada balkon ini salah satunya. Jadi balkon ini public area, juga tempat breakfast. 


Pemandangan dari balkon hotel

Kalau untuk breakfast-nya sendiri karena ini udah include di package jadi jangan berharap banyak juga. Standard sih menurut aku. American simple breakfast gitu, self-service juga jadi bebas mau makan berapa banyak.


Merah merah semua gitu ya
Yang ditunggu - tunggu dari tadi pasti tentang kamar. Jadi kalo gak salah pas aku mau book gitu dia ada  4 jenis kamar. Kamar tanpa jendela, kamar dengan jendela, kamar dengan balkon, kamar dengan balkon kaca gitu lupa namanya apa. 

Aku pesan kamar dengan jendela. Tapi pas aku datang ternyata itu jendela-nya gak bisa dibuka jadi dia kaca gitu nembusnya ke tengah - tengah koridor yang atasnya koridor ada atap transparan. Yah sama aja deh. 

Alasan aku pengen yang ada jendela karena biar sirkulasi udara-nya enak dan ada matahari tapi ternyata ga bisa dibuka jendela-nya. Syedih deh :(



Untuk ukuran luas kamar dan kamar mandi lumayan pas gak gede gak kecil juga. Nah kekurangan dan kelebihannya aku rangkum sebagai berikut ya. 

Plus point : 
  • Convenience location. Banyak jajanan & gampang ke MRT or panggil Grab
  • Facilities cukup lengkap. Ada elevator & hair dryer salon 
  • Breakfast free 
Minus point :
  • No travel adaptor. Cuman 1 colokan yang bisa buat international sisanya gak bisa 
  • No sandal in room. Tapi ini kayaknya di semua hotel Malay gak ada ya? Karena yang sebelumnya juga gak ada. 
  • Gak ada tempat jemuran jadi bingung pas mandi baju taruh mana 

Oh iya, jangan lupa di Malaysia ada tourism tax for foreign RM 10 per room per night. 



Sunday, February 10, 2019

Penang to Kuala Lumpur by Train | Malaysia

Udah cape - cape naik pesawat ke Malaysia sayang dong ya kalau ga explore ke kota lainnya. Nah kali ini aku mau pindah kota dari Penang - Kuala Lumpur. Setelah searching sebenarnya banyak cara menuju Roma, eh menuju KL maksudnya.

Bisa by bus, train, pesawat juga. Pesawat ku coret karena pengennya cobain yang belum pernah gitu kalo pesawat kan ya sama aja kan ya, jadi pilihan aku sisa bus dan train. Nah pertimbangan aku waktu itu takut macet kalo bus, jadi pilihan jatuh ke kereta api.


Peta di atas untuk mempermudah bayangan buat arrange route ya, karena waktu itu aku searching berbagai source karena gak ada gambarnya jadi agak bingung, jadinya kali ini aku mau sharing pake gambar diatas yeay! Semoga kalian lebih paham yang dimaksud ya.

Jadi dari George Town di Penang Island kita perlu nyebrang dulu ke Butterworth, bisa lewat Penang Bridge atau ferry. Kalo aku suggest pake ferry, mudah dan FREE. Jadi ferry itu berbayar untuk route Butterworth - Penang, RM 1.20, tapi untuk route sebaliknya Penang - Butterworth tuh FREE asik kan. 

Nah naiknya dari Ferry Terminal Georgetown, Pangkalan Raja Tun Uda, cukup Grab aja dari hotel karena gak jauh juga kok. 

Ini suasana dalam ferry
Untuk schedule ferry aku kurang jelas ya mungkin bisa di search, tapi dia ada terus dari jam 5 pagi bolak balik jadi kalo aku kemarin ambil aja 1 jam sebelum schedule kereta biar santai dan bisa jalan - jalan juga dulu di Penang Sentral. 

Dari Penang - Butterworth kurang lebih 15 menit perjalanan, di ferry kiri kanan akan ada mobil jadi penumpang duduk di bagian tengah gitu kira - kira. Tapi kalo mau ambil foto bisa ke pinggiran juga kok, nyaman dan aman. 

Begitu sampai di Butterworth langsung masuk ke Penang Sentral (Stasiun Bus) disini banyak restaurant juga lumayan asik tapi waktu kemarin aku gak keburu muterin, nah buat naik train tinggal ikutin petunjuk aja karena stasiun-nya adanya di gedung sebelah aja, gampang kok. 

Kereta Butterworth - Kuala Lumpur ada schedule-nya ya, karena ini kan kereta lintas kota, bukan sejenis MRT gitu. Beli tiketnya bisa lewat online. Aku beli waktu masih di Jakarta lewat EasyBook, payment bisa lewat CC, nanti tiketnya yang dalam bentuk PDF yang ada QR code di print out itu sebagai tiket kereta kita. Mudah banget kan. 

Tiket aku kemarin sekitar IDR 2xx per trip. Seat dipilih ketika booking tiket. 


Di dalam train ada penjualan makanan gitu, model yang instant food semua, ada juga nasi yang tinggal di microwave, kopi, snack gitu sih. PENTING! Di kereta dingin boooo secara kita akan menempuh waktu 4 jam lebih jadi siap - siap jaket. 

Ini pas di depan mini corner penjualan makan dalam train
Kalo kalian bingung sampai di KL mau turun di Kuala Lumpur / KL Sentral, aku kemarin di KL Sentral karena itu kayak pusatnya terminal gitu jadi lebih gampang mau naik Grab atau MRT, tapi kalian boleh search dulu kemana tujuan di KL biar tau mau turun dimana. 

Few Hour in UNESCO World Heritage Site | Penang, Malaysia

Trip yang agak spontan dan diluar rencana ini dimulai dari penemuan tiket murah CGK - PEN dari Citilink, bayangin waktu aku beli harganya cuman IDR 3xx per one trip include hot meal dan bagage 10 kg. Emeshhh banget gak sih, secara aku juga belum pernah ke explore Penang, jadi ku-realisasikan aja lah ya. Mumpung murah.

Anyway, sekedar tips, harga tiket Citilink lebih murah di website resmi-nya langsung dan daftar member, ada discount up to 15% kalo gak salah, pokoknya lebih murah dibanding website pencari tiket lainnya. Terus, tiket fare-nya berubah - rubahnya cepat banget kayak mood para wanita lagi mens, abis aku book, harga tiketnya jadi IDR 3.xxx, naik 1 digit OMG. Makanya harus rajin cek kalo mau dapet harga menawan. 

Kalo dikalangan aku, Penang tuh terkenal buat tempat berobat dan kuliner aja. Tapi karena aku belum pernah ngerasain langsung explore kota penuh sejarah ini, jadi aku tetep mantepin langkah untuk berkeliling Penang selama 1 hari. 

Untuk akomodasi penginapan gak usah khawatir, karena banyak pilihannya, dari yang air bnb apartemen dengan sea view, hotel berbintang, budget hotel, sampai kost - kost-an juga ada, tinggal disesuaikan dengan budget dan lokasi aja. 

Kalo aku sendiri kali ini pilih di George Town, sejenis Chinatown-nya Penang gitu karena setelah searching disini pusat turis dan di tengah kota juga jadi dekat ke tempat yang mau aku datengin juga. Aku tinggal di Link Hotel, next aku tulis post terpisah ya, reviewnya, ditunggu :) 

Kalo masalah transport aku naik Grab atau jalan kaki aja, karena point yang mau dikunjungin tuh deket - deket, dan kalau agak jauh misal dari bandara udah convenience banget pake Grab disana jadi gak usah khawatir. 

Sebenarnya ada public bus juga disana, tapi aku gak tau naiknya gimana dan dimana, yang pasti kalo pergi ramean lebih nyaman naik Grab aja kan, bisa disesuaikan waktu dan lokasinya. Yuk kita mulai explore.

George Town 喬治市
Masuk dalam UNESCO World Cultural Heritage Site di 2008, yang pasti udah bisa dibayangkan kalo disini bangunan-nya heritage abis, masih yang jaman - jaman vintage Chinese gitu. Yang bikin beda dibanding Chinatown biasanya, disini banyak mural dan masih terjaga bentuk aslinya, terus luas juga area-nya pokoknya muter - muter bakal pengen foto terus deh.


Disini juga pusat street food gitu, kalo kalian sanggup makan banyak, tinggal mondar mandir pasti banyak yang bisa dicicipin dan juga gak mahal, masih ramah di kantong walaupun ini tempat tourist.

Ini sarapan pagi yang ada di hawker centre gitu, harganya sekitar RM 5 per bowl, gak mahal dan banyak pilihan
L : Hokkien Mie 福建麵 isinya ada mie kuning pake kuah rebusan udang gitu enak segar plus sambel-nya
R : Kwetiaw Kuah 湯粿條 lebih tawar rasanya
Hainan Chicken Rice - RM 6
Bakcang - RM 3

Herbal tea yang basically agak pahit buat yang gak suka, but I love it
苦茶 around RM1.2
Yang harus hati - hati gak tau kenapa disini banyak "orang gila" di jalanan, jadi pas aku lagi jalan kaki eh tiba - tiba pemuda di depan di tabrak sengaja gitu sama orgil-nya terus orgil-nya pegi gitu aja. *hmmmm








Kemarin itu aku juga tinggalnya di area George Town, tepatnya di Link Hotel, check link untuk review hotelnya ya. 




Siapa yang waktu kecil pake minyak ini juga? Ku-tumbuh besar dan si minyak juga hmmm


Clan Jetties
Tempat yang wajib dikunjungin di Penang juga ada Clan Jetties, jadi ini macam rumah di pesisir laut buat immigran dari China di jamannya. Jetty disini dikasih nama sesuai marga penduduknya, yang paling terkenal itu Chew Jetty 姓周橋. Sekarang rumah penduduk yang dari kayu ini jadi tempat wisata ada yang jualan makanan, oleh - oleh, souvenir gitu. Tapi ada juga beberapa rumah yang gak boleh di foto, privacy dari pemilik ya, jadi dihormatin aja. 

Lokasinya juga dekat sama George Town, bisa sambil jalan kaki keliling juga. 

Walaupun panas banget pas kesini, tapi ini tempatnya bagus banget deh buat foto.





Jadi basically kalau ke Penang menurut aku one day trip udah cukup setelah itu kalian bisa lanjut explore tempat lain. Kalau aku lanjut mau ke Kuala Lumpur & Melaka.

Gimana cara dari Penang ke Kuala Lumpur ?
Bisa naik bus antar kota atau kereta api alias train selama 4 jam, nah aku tulis di post selanjutnya ya gimana cara dari booking tiket kereta sampai nyebrang Penang Island pake ferry. Click here! 


Link Hotel | Penang, Malaysia

Various accommodation ready to welcome you here in Penang, Malaysia. From luxury hotel to budget hotel all is here. But first, you need to decide the location where you want to stay. Penang is divided to Penang Island where the airport located and the other territory on the same island as Kuala Lumpur which located within 15 minutes ferry ride from the Penang Island.

Most of the traveller will explore Penang Island as the UNESCO World Culture Heritage Site, George Town that listed on 2018 is the main target.

Couple of selection to find your accommodation location, as I search, Bukit Ferringhi for sea view apartment, Clan Jetties for accommodation near to ferry terminal, and George Town for it heritage building & street food.

This time, I choose George Town. So what my expectation is a room which : can reach by lift, have window, private bathroom.

Here we are, I found Link Hotel which located inside George Town. You need to know mostly for hotel in George Town that use old building don't have lift and shared bathroom, but also budget friendly.


I book via Agoda and it cost me IDR 332k per night for deluxe twin room. Starting 2017 I guess there is tourism tax for foreign who stay in Malaysia, RM 10 per room per night and it will pay once check in directly to the hotel.

I take Grab from Penang Int'l Airport to Link Hotel, distance is around 30 minutes with fare RM 27.

Spot Link Hotel
When check in, they will ask deposit for RM 50 and will return when check out.

As a person that drink water so much, I'm glad there are drinking fountain in each floor so no need to buy the mineral water from outside, quiet plus point I love.

But sadly the window prohibited to open. As my expectation to get window room is to get airy room.


What they have for facilities : Wi-Fi in room, soap, shampoo, towel, glass, hot shower

What I expect they have but not : Slippers inside room, tooth brush & tooth paste

For travel adapter & hair dryer upon request on receptionist and its free to use, return when check out and you will get back your deposit.

Plus point :
  • Very strategic location and easy to reach 
  • Reasonable price with lift facilities
Minus point : 
  • Window unable to open so the air feels like no window room
  • No slippers 

One day trip about Penang can read by this link, welcome to click :)