Friday, July 31, 2015

Discover Bangkok

Kota pilihan yang saya tuju kali ini adalah Bangkok. Ya, Bangkok adalah kota dengan pengunjung wisatawan yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dan saya mulai penasaran seperti apa Bangkok itu sampai digilai wisatawan mancanegara. 

This time I choose Bangkok for my travel destination. Ya, because too many people says that Bangkok was so convenience and they are coming back to Bangkok not only for 1 time. Than I think it's better to see something once than to hear about it. 

Saya berangkat dari Singapore dengan maskapai Tigerair tujuan Suvarnabhumi Airport. Perlu diketahui ada 2 bandara di Bangkok, Don Muang dan Suvarnabhumi. Don Muang adalah airport yang kebanyakan digunakan oleh low cost airlines seperti Air Asia misalnya, namun transport dari Don Muang menuju pusat kota hanya bisa dilakukan dengan bus umum atau taxi.  Sedangkan Suvarnabhumi adalah airport utama Bangkok dimana ada link langsung MRT menuju pusat kota sehingga lebih mudah di akses oleh para turis. 

I start my journey from Singapore with Tigerair with destination Suvarnabhumi Airport. You need to know that there are two airport in Bangkok, Suvarnabhumi and Don Muang. Don Muang was the airport for low cost airlines like Air Asia for example, but the access to the city is only by bus or taxi. Suvarnabhumi was the bigger airport that has airport rail link to city, more convenience for tourist. 

Jalur MRT Bangkok dibagi menjadi 2 yaitu BTS dan MRT. Cara membedakan-nya adalah BTS adalah jenis MRT yang ada di atas jembatan sedangkan yang disebut MRT di Bangkok adalah MRT bawah tanah. Karena beda sistem maka jika anda ganti stasiun antar MRT ke BTS atau sebaliknya anda harus keluar stasiun dan beli tiket baru. Ada beberapa  interchange point antar MRT dan BTS namun dengan nama stasiun yang berbeda jadi jangan bingung, anda akan mengerti setelah mencobanya sekali :) 

There are two kind of MRT in Bangkok. MRT and BTS. BTS was kind of MRT in high bridge railway and MRT was the underground MRT. There are some interchange station between MRT and BTS but with different station name and you must exit MRT first and buy a new ticket to enter BTS, vice versa.  

Walaupun tidak bisa berbahasa Thailand tapi sebagian besar penduduk Thailand bisa berbahasa Inggris untuk komunikasi dengan kita kalau tidak bisa pun bahasa tubuh juga bisa digunakan dan orang yang saya temui ramah - ramah. Jadi tidak usah takut untuk bertanya. 

Even you can't speak Thai language but you must be happy that most of the people in Thailand can speak English, at least simple English and they are so kind so don't be afraid to ask.

Sewaktu nyasar pun saya bertanya dengan tukang ojek yang ada di pinggir jalan dengan bahasa tubuh dan ia menjawabnya dengan bahasa tubuh pula, perempatan belok kiri, jari yang membentuk + dan nunjuk ke kiri. Terimakasih Mister for your help!  :)

Tujuan pertama saya adalah Asiatique. Asiatique adalah night market yang menawarkan berbagai restaurant dan sejumlah boutique tentunya dengan pemandangan yang indah. Asiatique buka dari jam 17:00 - 24:00, aksesnya sangat convenience, dari BTS Sapan Taksin Exit 2 keluar dan di sebelah kiri ada antrian panjang dan awak kapal yang meneriakan Asiatique Asiatique, jika anda takut salah dengar, lihatlah di kapal yang ada bendera Asiatiquenya. Naik dan FREE of charge. Lama perjalanan sekitar 15 menit. 

First destination is Asiatique. Asiatique was a night market with many boutique and restaurant and also with good view. It opens from 17:00 - 24:00. How to get there? From BTS Sapan Taksin Exit 2 keep walking on left and there is long queue, wait the FREE shuttle boat with flag Asiatique. After 15 minutes you will be at Asiatique. 













Datang ke Thailand tentunya tidah sah bila tidak mengunjungi Grand Palace. Grand Palace, Wat Pho, dan Wat Arun terletak di satu daerah yang saling berdekatan jadi anda cukup mengosongkan waktu 1 hari untuk keliling disini. Akses menuju tempat berikut adalah dengan public boat, yaitu dari BTS Sapan Taksin Exit 2 keluar menuju Central Pier, kalau boat menuju Asiatique di kiri, ini ada di kanannya, naik Chao Phraya Express Boat, yang ada bendera orange di atas kapal, dan turun di Ta Chang Pier. Ongkos untuk boat adalah THB 15/way, bisa dibayar di atas kapal saat petugas lewat dan anda akan diberikan sepotong kertas cilik sebagai karcis pertanda sudah bayar.

Grand Palace was the icon of Thailand, to get there you need to access via public boat. From BTS Sapan Taksin Exit 2, walk to Central Pier, take a boat with orange flag, get off at Ta Chang Pier. You need to pay THB 5 / way in boat when the guard come to collect ticket. 

Begitu sampai di Ta Chang Pier, anda akan melewati jalanan pasar kecil yang menjual jus buah dan barang - barang kecil lainnya, lalu setelah itu menyebrang jalan dan ikuti tembok putih yang besar dan panjang itu dan anda akan menemukan pintu masuk Grand Palace. Tiket masuk Grand Palace adalah THB 500/person.

After you arrived at Ta Chang Pier, walk cross small traditional market that sell juice, fruit, and many small stuff, then cross the road, follow the high white wall until you see entrance. Enter and get the ticket for THB 500/person. 


Follow this white wall.








Setelah puas foto - foto di Grand Palace, saya pun menuju Tha Tien Pier dengan berjalan kaki kira - kira 15 menit, dari Ta Tien Pier saya naik kapal lagi untuk menyebrang ke Wat Arun, ongkos kapal seharga THB 3/way dibeli di loket saat anda akan naik kapal.

Next stop is Wat Arun. From Grand Palace walk to Tha Tien Pier about 15 menit, take a boat for THB 3/way to cross the river to Wat Arun. 









Setelah kembali dari Wat Arun saya pun menuju patung Buddha tidur, tiket masuk seharga THB 100/person, dan anda bisa menukarkan tiket tersebut dengan free cold mineral water.

After coming back from Wat Arun, I go to the Sleeping Buddha, THB 100 / person for entrance fee and you can get free cold mineral water.




Dan terakhir sebagai penutup, ini makanan favorit saya di Thailand, sejenis kwetiaw goreng yang disebut Pad Thai :) So so so delicious. 









Saturday, July 25, 2015

Kebun Raya Bogor

Ini pertama kali nya saya naik kereta api di Indonesia. Sekitar jam 8.30 pagi kami pergi antri di loket Stasiun Jakarta Kota, harga tiket Jakarta - Bogor adalah IDR 5.000,- sekali jalan dengan waktu tempuh selama 2 jam. Cukup lama bukan? Tadinya saya pikir Jakarta - Bogor palingan hanya 1 jam lebih kan kereta api tidak akan terjebak macet tapi ternyata lama juga. Selama perjalanan kereta melewati Manggarai, Depok, Universitas Indonesia dan terakhir berhenti di stasiun tujuan yaitu Bogor. Kereta api kelas ekonomi ini tak seburuk yang saya bayangkan, ada AC dan tempat duduk namun priority seat nampaknya tidak berpengaruh, siapa cepat dia dapat jadi begitu kereta datang anda harus cepat2 mencari bangku kosong. Berhubung masih dalam suasana lebaran, penumpang di stasiun Jakarta Kota tidak padat, jadi lumayan lancar.

Begitu tiba di Bogor, wow!!!, sangat padat bak lautan manusia, dorong sana sini dan jalan menuju pintu keluar pun muter - muter. Dari kereta sampai di stasiun sampai saya berhasil keluar dari stasiun untuk naik angkot saya menghabiskan waktu 30 menit.


 Suasana Stasiun Bogor


Tujuan saya kali ini adalah ke Kebun Raya Bogor. Begitu berhasil keluar dari stasiun kami langsung naik angkot yang menyerukan kebun raya kebun raya.

Ternyata jarak dari stasiun ke Kebun Raya dekat sekali tidak sampai 5 menit di angkot sudah sampai dan dikenakan ongkos IDR 4.000,- per orang jadi lebih baik cari peta dahulu dan berjalan kaki saja.

Entrance fee untuk Kebun Raya adalah IDR 15.000,-/orang. Jika anda tidak punya tatakan duduk, di pintu masuk banyak pedagang yang menawarkan terpal untuk duduk seharga IDR 10.000,-. Di dalam kebun tersedia pedagang makanan yang berjualan aneka makanan kecil sampai nasi kotak. Dan setelah berkeliling kebun yang besar ini saya hanya menemukan satu drinking fountain untuk isi ulang air. Jadi jangan buang botol aqua yang anda bawa karena bisa diisi ulang ketika anda menemukanya.




Looking for Jokowi :)

Kapok naik kereta ke bogor? Hmmm, tidak, mungkin saya akan mencoba naik kereta lagi di Indonesia dengan tujuan lain. Perjalanan saya kali ini adalah perjalanan paling irit selama ini :D 


Thursday, July 9, 2015

Tian Tian Hainanese Chicken Rice | Singapore

Sebagai penggemar nasi hainam, tentu saja saya tidak boleh melewatkan memburu nasi hainam ketika di Singapore. Terkenal dengan nasi hainam yang enak, di Singapore memang banyak sekali restaurant yang menyediakan menu ini. Kali ini sesuai dengan rekomen dari kiri kanan saya, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba Tian Tian Hainanese Chicken Rice yang konon katanya nomor 1 di Singapore. 

If you're a fan of Hainanese Chicken Rice, come to Singapore is one great decision. While in Singapore let's try local dishes. This time I want to try Tian Tian Hainanese Chicken Rice, that recommend by my friend, they say it is the number one of hainanese chicken rice in Singapore. 

Setelah saya google, ternyata ada 3 toko Tian Tian di Singapore, namun tempat yang paling convenience adalah di Maxwell Food Centre yang berada di belakang China Town. 

After googling, found Tian Tian has 3 store in Singapore but the most convenience was in Maxwell Food Centre those located near China town. As you can see on the map below. 

Begitu sampai di Maxwell Food Centre, anda cukup mencari kios yang antrian-nya paling panjang dan ikut mengantri. Harga sepiring hainan chicken rice adalah SGD3.50 dan chicken drumstick rice adalah SGD4.20. 

Once you enter Maxwell, just found the store those has long queue. Chicken rice for SGD3.50 and chicken drumstick rice for SGD4.20. Since I don't like drumstick, I order a plate of chicken rice. 

I order Hainan Chicken Rice 
Dan tentunya sejak saya melihat antrian yang panjang itu sudah tidak perlu diragukan lagi. Daging-nya empuk dan lembut begitu juga nasinya yang sangat harum dengan bumbunya. Dan yang tidak boleh terlewatkan adalah sambal-nya. 

The most important thing is dont forget to ask for the chili, it taste so good and delicious. I'll be coming back again. 


Friday, June 19, 2015

Sun Moon Lake | Nan Tou, Taiwan

Sun Moon Lake adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi jika anda berwisata ke Taiwan, terletak di Nantou, bagian selatan Taiwan. Setiap tahun-nya di sini akan dilaksanakan lomba renang 3km, dan tak ketinggalan presiden Taiwan pun suka sekali mengikuti lomba tersebut. Disebut Sun Moon Lake karena bentuk danaunya yang menyerupai bulan dan matahari. 

Sun Moon Lake, a must visit place for tourist who come to Taiwan. Located in Nantou, South Taiwan, Sun Moon Lake famous with it beautiful lake. Every year there will be 3 km swimming carnaval here and join by Taiwan President. It named Sun Moon Lake cause the lake looks like sun and moon from far. 

Jika anda berangkat dari Taipei ada beberapa cara untuk sampai ke Sun Moon Lake, menyewa travel atau dengan transportasi umum. Kali ini saya membahas tentang trasportasi umum, karena saya rasa travel akan menyediakan guide dan anda tidak perlu takut nyasar. 

If you start from Taipei, many way that you can choose, join tour or by public transportation. I'll share public transportation one. 

1. Dari Taipei anda bisa naik kereta ke arah selatan dan berhenti di Tai Zhong Station. Tiketnya bisa di book melalui website 台鐵 dan di ambil di ibon 7-11 sekalian bayar di kasir 7-11harga waktu saya beli untuk TzeQiang TWD375/route. 

1. Take train ( TRA ) to Tai Zhong Station, book ticket through TRA website and print out the ticket at ibon 7-11. TWD375/route for TzeQiang. 

2. Setelah sampai Tai Zhong Station, keluarlah dari pintu utama stasiun, lalu anda akan melewati pintu exit HSR, tetap lurus karena setelah exit HSR akan ada stasiun bus. Naik bus menuju 1 stasiun berikutnya yaitu stasiun 干城站 GanCheng ( rata - rata semua bis melewati stasiun ini ). Ingat bis di TaiZhong naik dan turun bis harus tap Easy Card anda jika menggunakan karena dalam beberapa km kedepan masih gratis tanpa terpotong uang yang ada di dalam kartu anda. 

2. After arrived at Tai Zhong Station, exit from main exit and walk straight, cross HSR exit, and you'll see bus station, take bus to the next station, 干城站 GanCheng Station. ( Almost every bus will cross this station. Fyi, you must tap your easy card when get on and get off cause maybe you still in FREE distance. )

3. Setelah turun di GanCheng, segera menyebrang jalan dan akan terlihat deretan bus 台灣好行 berwarna putih banyak sekali. Segera beli tiket TWD190/route dan langsung naik bus. 

3. Once you arrived GanCheng, cross the road and you'll see many white bus that is 台灣好行bus, get your ticket in counter TWD190/route and get on the bus. 

4. Anda akan sampai di Shui She 水社, tenang saja jika anda tidak tahu sudah sampai atau belum, ikutilah turis yang 1 bis dengan anda karena tujuan mereka semua adalah Sun Moon Lake. 

4. You must get off when the bus arrived Shui She 水社

水社adalah salah satu pelabuhan di Sun Moon Lake dan disini pusatnya pergantian bus dari berbagai arah. 

Shui She was the most crowded harbour in Sun Moon Lake. Welcome to Sun Moon Lake. 

Anda bisa santai dulu di cafe yang ada atau langsung naik bus berkeliling Sun Moon Lake. Saya langsung naik bus tepat setelah anda turun, menyebrang jalan, akan ada 遊湖巴士 yaitu bus yang keliling di Sun Moon Lake. Tiketnya NTD80/hari, atau anda bisa menggunakan Easy Card. 

You can take your time in the cafe at Shui She or just take Sun Moon Lake local bus 遊湖巴士. TWD80 for daily ticket or tap your Easy Card. 

Tujuan pertama saya adalah Wen Wu Temple, 文武廟. Pemandangan yang sangat indah disini dan tempat yang wajib dikunjungi para turis yang datang. 

The first destination is Wen Wu Temple, the must visit place in Sun Moon Lake.

Wenwu temple is a temple that venerating both the patron gods of civil and martial affairs in the same temple complex.





My Mom also a traveler, like Mom like daughter :) But she is not a blogger.



Setelah puas mengeksplor, saya langsung ke restoran yang ada di seberang untuk makan siang. Sebenarnya sayur di restoran ini biasa - biasa saja tapi karena lokasinya yang strategis dan saya sudah lapar akhirnya saya pun memutuskan langsung makan di 景聖樓. Sebenarnya Jing Sheng Lou adalah hotel tapi lebih banyak dipakai untuk lunch di restaurantnya yang terletak di lantai 1. 

Never get enough to take photos here. But because we already get hungry we just cross the road to the restaurant call Jing Sheng Lou, actually it's a hotel but many tourist from Wen Wu Temple usually have lunch there. 

And I forget to take a picture of the food :D
Setelah selesai makan kami pun langsung membeli tiket kapal untuk berkeliling Sun Moon Lake. Tiket itu biasa berubah - rubah harganya, kalau ramai pengunjung bisa saja jadi mahal, kalau sudah siang bisa saja diskon besar - besaran. Saya mendapat harga TWD100/tiket. 

Dan hebohnya tiba - tiba hujan besar jadi saya melanjutkan jadwal saya dengan berkeliling di Ita Thao menengok toko - toko yang ada disana dan kembali ke tempat penginapan saya karena saya bermalam disini 1 malam. 

After lunch we take a bus to Ida Thao, we buy ticket for boat for TWD100/person and suddenly a huge rain shower us and we just going back to the hostel and have a dinner. 

Maybe next time I'll update more detail information about Sun Moon Lake, there is still many amazing place in Sun Moon Lake. 



Wednesday, May 6, 2015

Sepenggal kisah tentang hadiah yang besar

Seperti layaknya kupu - kupu yang lahir dari kepompong dan kemudian menjadi kupu - kupu indah, fase kehidupan manusia juga mempunyai proses yang sama, dari sel telur yang dibuahi, sampai lahir menjadi bayi dan tumbuh dewasa. Banyak sekali fase kehidupan yang dilewati manusia. Waktu masih duduk di Taman Kanak - kanak rasanya ingin cepat masuk SD. Saya ingat sekali saya masuk TK 1 tahun lebih dulu dari murid - murid pada umumnya, akhirnya saya harus TK 3 tahun karena umur saya tidak cukup untuk masuk ke kelas 1 SD. Namun di tahun ke-3 saya, saya memaksa untuk mengenakan seragam SD bekas kakak saya. Sampai - sampai banyak tetangga yang nanya ke mama saya, anaknya udah masuk SD ya, Bu? Belum, masih TK, itu seragam kakak-nya dia pakai. Oops!

Waktu cepat berlalu dan akhirnya sampailah saya di Taiwan, saya melanjutkan studi SMA saya di Taiwan. Mengapa? Hmmmm, saya juga tidak terlalu jelas kalau ditanya seperti ini. 

Selama SD dan SMP saya bersekolah di sekolah yang sama, dan begitu juga dengan kedua kakak saya. Lalu saya sudah berfikir bahwa saya juga pasti akan dimasukan ke SMA di sekolah itu juga. Tapi saya merasa bosan sekolah sekian tahun di sekolah yang sama. 

Akhirnya waktu SMP 3 sewaktu dibagikan form pendaftaran untuk lanjut SMA saya tidak mengambilnya. Pokoknya saya tidak mau mendaftar di sekolah itu lagi. Sampai hari terakhir saya bilang ke mama saya, saya gak ambil form pendaftaran dan saya tidak mau disekolahkan di sekolah itu lagi. 

Waktu itu kakak ke-2 saya berada di Taiwan untuk sekolah bahasa. Saya disuruh pilih mau ke Taiwan apa mau lanjut di sekolah yang sudah 9 tahun menemani saya. Saya tentu memilih sekolah ke Taiwan, padahal saya tidak tau bagaimana bentuk studi di sana. 

Awalnya saya hanya berencana untuk sekolah bahasa dan tidak mau masuk SMA apalagi kuliah karena saya bilang saya malas sekolah lama - lama kalau sekolah bahasa kan cuman 2 tahun. 

Teman kakak saya menelepon saya dari Taiwan (padahal saya tidak mengenal dia dan dia tidak mengenal saya) dia terus - terusan bilang supaya saya jangan sekolah di Taiwan karena katanya susah nantinya di Taiwan bla bla bla. Karena ucapan dia saya makin bertekad ke Taiwan. Akhirnya saya di daftarkan masuk SMA di Taiwan oleh orang tua saya. 

Satu tahun sekolah bahasa dan tiga tahun SMA banyak mengubah hidup saya, mulai dari kemandirian dalam kehidupan sehari - hari dan juga cara bersosialita di tengah - tengah lingkungan asing tanpa orang tua dan keluarga. Satu minggu pertama saya nangis tiap malam dan minta pulang, setelah itu saya malah tidak mau pulang kampung. Buat yang school abroad pasti tau rasanya melewati fase ini. 

Empat tahun berlalu dan saya akhirnya sudah tinggal menghitung sisa waktu saya sebagai murid SMA lagi. Fase kehidupan berikutnya ada di hadapan mata saya. Saya orang yang well-prepared dan anti akan spontanitas. Saya tidak suka tiba - tiba ada perubahan di dalam hidup saya tanpa saya rencanakan sebelumnya bahkan sampai hal kecil pun saya maunya direncanakan. Saya tidak suka tiba - tiba diajak pergi, setidaknya hari sebelumnya sudah direncanakan dahulu.

our graduation photoshoot :)

Tapi di dalam fase menuju masa kuliah ini saya belajar banyak hal. 

Ketika teman - teman saya sudah mulai menjatuhkan pilihan mereka di universitas - universitas favorit mereka, saya masih kosong. Waktu itu saya masih belum tau akan melanjutkan studi dimana bahkan lokasi negaranya pun saya tidak tau. 

Yang pasti saya tidak mau melanjutkan kuliah di Taiwan, karena kalau saya mau masuk univ di Taiwan, saya harus mengikuti ujian satu Taiwan dan ujian itu bergabung dengan murid asli Taiwan, bukan foreign aja, kalau misal tidak lolos saya harus masuk ke Qiao Da ( sebuah college persiapan bagi foreign student yang mau kuliah di Taiwan ). Jadi fix saya tidak mau di Taiwan. 

Akhirnya saya mulai dari melihat - lihat Nanyang Singapore, dan nilai saya tidak cukup untuk masuk sana. *kalau tidak saya adalah junior Merry Riana :D

Lalu saya melanjutkan pilihan saya ke China, saya mau masuk jurusan advertising. Saya cari agent yang bisa membantu mengurus sekolah, akhirnya saya menemukan satu agent di Jakarta dan singkat cerita orang tua saya pergi ke sana untuk mendaftarkan saya. 

Untuk kalian yang school abroad pasti tau, batas pendaftaran adalah bulan Februari akhir, karena masih panjang proses yang harus dijalani. Saya siap - siap meninggalkan Taiwan dan saya sudah tau kemana langkah saya selanjutnya. 

Kelulusan SMA waktu itu jatuh di bulan 6 awal, sekitar bulan 3 awal kami sudah membayar uang muka ke agent yang akan mengurusi proses saya kuliah di China. 

Di suatu hari, wali kelas saya bilang bahwa ada 4 murid di kelas kami yang bisa ikut 繁星計畫 yaitu program dari pemerintah dimana dengan mengajukan nilai SMA semester 1 - semester 5 tanpa mengikuti ujian masuk univ boleh mendaftarkan diri terlebih dahulu dibandingkan murid lain. 

Dan saya adalah orang ke-4. Tiga orang di atas saya adalah murid Taiwan. Saya tidak pernah tau ada program ini, yang lebih peduli adalah teman kelas saya yang ternyata nama dia tidak ada dalam daftar nama tersebut.

Lalu saya cari tahu tentang program tersebut ternyata saya tidak perlu melakukan apa - apa karena nilai saya akan dikirimkan ke pihak yang bersangkutan dan yang perlu saya lakukan adalah cukup memilih univ dan fakultas yang saya suka dari daftar pilihan tersebut.

Yah boleh lah coba - coba siapa tau berhasil karena orang tua saya lebih menginginkan saya tetap di Taiwan.

Keesokan harinya pihak sekolah kembali mengumumkan bahwa ada kesalahitungan di pihak sekolah, jadi yang benar adalah hanya 3 orang yang boleh mengikuti program ini. Dan mereka salah menghitung bahwa ternyata saya adalah orang ke-3 bukan ke-4 jadi saya tetap boleh ikut.

Wow! Disini saya merasa amazed!

Setelah nilai saya dikirimkan dan keluar peringkat satu Taiwan, saya berada di peringkat sangat bawah, saya lupa angka pastinya yang pasti sangat bawah antara 7 dari bawah atau 6 dari bawah. Saya mulai giper tapi tidak apa - apa toh saya sudah mencoba. Lalu saya diperbolehkna mengisi 20 fakultas pilihan saya, saya mengisi 14 fakultas yang ada di Taipei dan sekitarnya.

Sembari menunggu hasil saya pun tetap fokus dengan univ di China yang saya pilih. Tiba - tiba agent yang mengurusi saya itu menelepon saya dari Jakarta dia menanyakan univ mana yang saya mau. Saya shock karena waktu itu sudah bulan 3 dan setau saya orang tua saya sudah pernah memberi tahu dia univ mana yang saya mau dan sudah membayar uang muka untuk biaya pendaftaran univ, dan ternyata belum di daftarkan padahal saya sudah membayar sejumlah uang.

Saat itu saya berfikir jangan - jangan saya harus tunggu satu tahun sampai bisa daftar univ lagi kalau sampai ini kelewatan.

Hari yang dinanti nantikan akhirnya tiba, saya menunggu pengumuman apakah saya masuk salah satu dari 14 fakultas yang saya pilih. Saya ingat sekali pengumuman itu dibuka jam 10 pagi, dari jam 9.30 saya terus - terusan refresh webpage nya yang tidak terlihat apa - apa sampai jam 10 baru webpage nya di buka.

Suasana layar komputer yang ikut dag dig dug saat itu, xoxo
Dan saya masuk di pilihan ke-2 saya, saya orang ke 24 dari 25 orang yang dipilih fakultas itu. Dan saya mendapatkan half-scholarship selama 4 tahun masa sekolah. Jadi saya hanya perlu membayar sebagian dari uang sekolah pada umumnya dan tanpa harus membayar biaya tambahan apa - apa.

Susut punya susut mengapa saya bisa masuk menjadi orang ke-3, ternyata karena nilai semester 1-2 saya adalah yang tertinggi di kelas saya. Mungkin waktu itu saya masih rajin belajar dan mendapatkan nilai tinggi di sekolah padahal semakin mendekati kelulusan saya semakin malas belajar.

Seperti kata Steve Jobs di pidato terakhirnya di Stanford : You have to trust that the dots will somehow connect in your future. Percayalah bahwa kali ini adalah sedikit kerajinan saya di awal semester yang membawa saya ke tahap besar perjalanan hidup saya ini.

Akhirnya saya memulai kehidupan baru saya di Taiwan sebagai anak kuliahan. Dan saya mendapati saya banyak belajar hal - hal baru yang sebelumnya saya tidak pernah bayangkan akan terjadi jika saya tinggal di Taiwan.

Sebelumnya jika saya ingin sekali kuliah jurusan advertising, tapi saya masuk di jurusan International Business, dan akhirnya saya mengambil minor di jurusan design tanpa perlu tambahan biaya. Saya juga jadi banyak menemukan hal baru sewaktu ada freelance pekerjaan yang sebelumnya saya tidak tau bahwa bisa menemukan hal - hal semacam ini.

"He has made everything beautiful in his time." Ini kalimat yang membawa saya sampai hari ini selama melewati perjalanan univ. Tidak selalu mulus pasti ada jatuh bangun. Tapi justru saya merasa bahwa inilah sebenarnya kehidupan yang cocok untuk saya ketimbang pilihan saya sebelumnya. Karena disini lah saya diperlengkapi untuk siap melaju ke fase berikutnya.

Buat saya, saya percaya rencana Tuhan lebih dari rencana manusia, dan rencana Tuhan adalah sesuatu hal yang kelihatan mustahil tapi benar - benar nyata. Saya yakin agama apapun kalian pasti tau bahwa Tuhan itu yang membuat semua rencana hidup kalian sampai sekarang dan seterusnya.

Cuman terkadang kita selalu kepingin sesuatu itu terlihat jelas dari jauh - jauh, siapa sih yang tidak mau bisa menatap bagaimana hari - hari kedepan-nya berjalan? Makanya disitulah orang - orang beranjak ke peramal, dimana konon katanya kita bisa melihat kehidupan kita yang mendatang.

Saya sendiri tidak percaya dengan peramal, ada seorang peramal yang entah darimana asal usulnya pernah bilang ke mama saya bahwa saya tidak akan pernah sekolah ke luar negeri sampai kuliah, dan kalaupun saya sampai ke luar negeri saya akan jadi murid yang gagal.

Tapi saya berterimakasih sama peramal itu, karena kalimat dia-lah yang membuat saya lebih bertekad untuk menjadi orang yang lebih baik dan membuktikan bahwa peramal bukanlah Tuhan yang tahu masa depan saya. :)

Dan bicara soal saya batal ke China, agent tersebut juga tidak return biaya apa - apa yang sudah di bayarkan dan saya baru tau ternyata agent ini adalah agent yang terkenal dengan masalahnya. Kenapa saya waktu itu yakin dengan agent ini? Karena saya liat rating dia di google paling tinggi, ternyata dia beli rating. Initialnya EM. Jadi berhati - hatilah saat memilih agent, selama ini orang yang saya kenal sudah ada 2-3 orang yang juga tertipu dengan agent berikut. Waktu itu saya rugi sekitar 10 juta, dan sudah diikhlaskan karena biaya pendaftaran kuliah di Taiwan saya adalah 0. Anggap saja saya bayar uang pendaftaran Taiwan. Anggaplah dijadikan pelajaran dan juga contoh untuk teman - teman lain jangan sampai tertipu dengan agent tersebut.

Dan tujuan saya men-sharing kan cerita saya adalah

Karena saya tau dan saya mengalami sendiri bagaimana rasanya di saat kita sedang mengalami masa transisi dari satu fase ke fase berikutnya. Waktu saya masuk sekolah, status saya dituliskan murid Taiwan, waktu saya tanya mereka bilang karena sebelumnya tidak ada foreign student yang masuk dengan program ini. Dan saya yakin kalau saja saya lihat dari catatan rekor dan nilai saya yang terhitung dari belakang saya tidak akan percaya kalau saya bisa masuk univ dengan program ini.

Seperti hal-nya orang - orang yang sedang mendaftarkan diri mereka ke univ pilihan dan tidak percaya diri karena melihat catatan record anak - anak lain. Namun, jangan lupa kalau manusia itu suka dikasih yang surprise, dan Tuhan tau itu, jadi buat saya Tuhan itu sweet karena suka kasih surprise yang tidak terkirakan, bahkan setiap paginya disaat saya buka mata saya selalu menantikan surprise yang akan terjadi hari ini.

Saya merasa saya orang yang lucky mendapatkan pengalaman seperti ini. Tapi semakin banyak orang yang mendengar cerita saya mereka bilang saya bukan lucky, ini adalah suatu rencana Tuhan yang harus saya lakukan baik - baik dengan penuh tanggung jawab. Jadi, pesan terakhir saya di post ini buat kalian yang sudah mendapatkan hadiah besar nantinya, jangan lupa untuk menjalankan rencana itu dengan penuh tanggung jawab.

Karena kalau rencana kecilnya saja tidak bisa dibereskan dengan baik, mungkin saja anda masuk ke dalam daftar orang yang yang tidak memenuhi kriteria untuk diberikan amanat yang lebih indah lagi :)

Keep believe, do not settle.




Friday, February 6, 2015

Place to stay in Tainan

Saya dan seorang teman saya berencana untuk melewati tahun baru kali ini di Tainan, jadi kami mulai search tempat penginapan yang sesuai dengan budget kami dan mudah untuk aksesnya. Cari punya cari ternyata kali itu banyak sekali hotel yang sudah full booked, termasuk dorm room juga full booked.

Lalu tiba - tiba teman saya menemukan web Asia Hotel Tainan, teman saya langsung menelepon-nya, lucunya sang receptionist bilang tidak perlu uang DP, booking aja lewat telpon harganya lebih murah jadi langsung saja di ok-kan. 

Me and a friend plan to go to Tainan for this new year. So we search for some budget hotel and dorm room also, but found they already full booked. We got stressed ! Suddenly, my friend found Asia Hotel Tainan's web, she call the hotel for reservation, we got the room cause they don't need any DP. And fyi, book by call was cheaper than book by web.

Lokasinya tidak jauh dari Tainan Railway Station, yang mana pusat terminal bus dan kereta disana jadi tidak sulit dijangkau, dan juga mudah untuk ditemukan, cukup mengikuti peta yang ada di web mereka pasti anda tidak akan nyasar. Dalam perjalanan sekitar 10 menit dari stasiun menuju hotel, anda akan menemui banyak toko - toko mulai dari baju, makanan, minuman, Family mart pun ada, juga ada night market kecil yang menjual aneka jajanan. 

The hotel located not far from Tainan Railway Station, about 10 minutes walking distance. On the way you will found many outlets, convenience store, and also little night market. 

Untuk 2 malam stay kami membayar TWD1800, jadi masing - masing TWD900, cukup murah bukan. Karena ini adalah budget hotel, jadi kami tidak terlalu expect banyak hal, fasilitasnya memang sudah agak tua, tapi untuk sekedar tidur saja cukup kok, ada wifi, dan peralatan mandi, juga air mineral di kamar, dan tanpa breakfast, namun tidak sulit untuk mencari breakfast di pagi hari, ada Laya Burger dekat stasiun. 

For two nights stay we pay TWD1800, so TWD900 /each, such a good deal. And because it's a budget hotel we didn't expect too much, just a safe place to sleep. Basic facility like Wi-fi, mineral water bottle are complete, there is no breakfast in hotel. 

Malam pertama kami mendapat kamar yang tidak ada jendelanya, lalu setelah di request ke receptionist mereka mengganti kamar kami ke kamar yang lebih besar dan ada jendelanya. 

First night we got a no-window room, and for the second night they help me to change to a bigger room with window. Yeay! Maybe you should request for a window room when you book. 

Our 2nd day room with window :)


Plus point : 
1. Harga yang murah tanpa DP Great deal without DP
2. Dekat dari stasiun dan mudah dicari Walking distance from railway station
3. Setelah check-out anda diperbolehkan menitipkan barang bawaan anda di lobby, jadi saya bisa berkeliling dahulu sebelum menuju ke stasiun tanpa bawaan After check-out you may leave your belongings in the lobby, so you can explore the neighborhood without big luggage before you leave

Minus point : 
Selimut yang kurang nyaman, mungkin bisa bawa selimut sendiri Not a good blanket for me, maybe you should bring your own


ASIA HOTEL 東亞樓大飯店
100 Chung Shan RD/ Tainan, Taiwan. R.O.C.
TEL:886-6-2226171~10FAX:886-6-2219373