Friday, June 19, 2015

Sun Moon Lake | Nan Tou, Taiwan

Sun Moon Lake adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi jika anda berwisata ke Taiwan, terletak di Nantou, bagian selatan Taiwan. Setiap tahun-nya di sini akan dilaksanakan lomba renang 3km, dan tak ketinggalan presiden Taiwan pun suka sekali mengikuti lomba tersebut. Disebut Sun Moon Lake karena bentuk danaunya yang menyerupai bulan dan matahari. 

Sun Moon Lake, a must visit place for tourist who come to Taiwan. Located in Nantou, South Taiwan, Sun Moon Lake famous with it beautiful lake. Every year there will be 3 km swimming carnaval here and join by Taiwan President. It named Sun Moon Lake cause the lake looks like sun and moon from far. 

Jika anda berangkat dari Taipei ada beberapa cara untuk sampai ke Sun Moon Lake, menyewa travel atau dengan transportasi umum. Kali ini saya membahas tentang trasportasi umum, karena saya rasa travel akan menyediakan guide dan anda tidak perlu takut nyasar. 

If you start from Taipei, many way that you can choose, join tour or by public transportation. I'll share public transportation one. 

1. Dari Taipei anda bisa naik kereta ke arah selatan dan berhenti di Tai Zhong Station. Tiketnya bisa di book melalui website 台鐵 dan di ambil di ibon 7-11 sekalian bayar di kasir 7-11harga waktu saya beli untuk TzeQiang TWD375/route. 

1. Take train ( TRA ) to Tai Zhong Station, book ticket through TRA website and print out the ticket at ibon 7-11. TWD375/route for TzeQiang. 

2. Setelah sampai Tai Zhong Station, keluarlah dari pintu utama stasiun, lalu anda akan melewati pintu exit HSR, tetap lurus karena setelah exit HSR akan ada stasiun bus. Naik bus menuju 1 stasiun berikutnya yaitu stasiun 干城站 GanCheng ( rata - rata semua bis melewati stasiun ini ). Ingat bis di TaiZhong naik dan turun bis harus tap Easy Card anda jika menggunakan karena dalam beberapa km kedepan masih gratis tanpa terpotong uang yang ada di dalam kartu anda. 

2. After arrived at Tai Zhong Station, exit from main exit and walk straight, cross HSR exit, and you'll see bus station, take bus to the next station, 干城站 GanCheng Station. ( Almost every bus will cross this station. Fyi, you must tap your easy card when get on and get off cause maybe you still in FREE distance. )

3. Setelah turun di GanCheng, segera menyebrang jalan dan akan terlihat deretan bus 台灣好行 berwarna putih banyak sekali. Segera beli tiket TWD190/route dan langsung naik bus. 

3. Once you arrived GanCheng, cross the road and you'll see many white bus that is 台灣好行bus, get your ticket in counter TWD190/route and get on the bus. 

4. Anda akan sampai di Shui She 水社, tenang saja jika anda tidak tahu sudah sampai atau belum, ikutilah turis yang 1 bis dengan anda karena tujuan mereka semua adalah Sun Moon Lake. 

4. You must get off when the bus arrived Shui She 水社

水社adalah salah satu pelabuhan di Sun Moon Lake dan disini pusatnya pergantian bus dari berbagai arah. 

Shui She was the most crowded harbour in Sun Moon Lake. Welcome to Sun Moon Lake. 

Anda bisa santai dulu di cafe yang ada atau langsung naik bus berkeliling Sun Moon Lake. Saya langsung naik bus tepat setelah anda turun, menyebrang jalan, akan ada 遊湖巴士 yaitu bus yang keliling di Sun Moon Lake. Tiketnya NTD80/hari, atau anda bisa menggunakan Easy Card. 

You can take your time in the cafe at Shui She or just take Sun Moon Lake local bus 遊湖巴士. TWD80 for daily ticket or tap your Easy Card. 

Tujuan pertama saya adalah Wen Wu Temple, 文武廟. Pemandangan yang sangat indah disini dan tempat yang wajib dikunjungi para turis yang datang. 

The first destination is Wen Wu Temple, the must visit place in Sun Moon Lake.

Wenwu temple is a temple that venerating both the patron gods of civil and martial affairs in the same temple complex.





My Mom also a traveler, like Mom like daughter :) But she is not a blogger.



Setelah puas mengeksplor, saya langsung ke restoran yang ada di seberang untuk makan siang. Sebenarnya sayur di restoran ini biasa - biasa saja tapi karena lokasinya yang strategis dan saya sudah lapar akhirnya saya pun memutuskan langsung makan di 景聖樓. Sebenarnya Jing Sheng Lou adalah hotel tapi lebih banyak dipakai untuk lunch di restaurantnya yang terletak di lantai 1. 

Never get enough to take photos here. But because we already get hungry we just cross the road to the restaurant call Jing Sheng Lou, actually it's a hotel but many tourist from Wen Wu Temple usually have lunch there. 

And I forget to take a picture of the food :D
Setelah selesai makan kami pun langsung membeli tiket kapal untuk berkeliling Sun Moon Lake. Tiket itu biasa berubah - rubah harganya, kalau ramai pengunjung bisa saja jadi mahal, kalau sudah siang bisa saja diskon besar - besaran. Saya mendapat harga TWD100/tiket. 

Dan hebohnya tiba - tiba hujan besar jadi saya melanjutkan jadwal saya dengan berkeliling di Ita Thao menengok toko - toko yang ada disana dan kembali ke tempat penginapan saya karena saya bermalam disini 1 malam. 

After lunch we take a bus to Ida Thao, we buy ticket for boat for TWD100/person and suddenly a huge rain shower us and we just going back to the hostel and have a dinner. 

Maybe next time I'll update more detail information about Sun Moon Lake, there is still many amazing place in Sun Moon Lake. 



Wednesday, May 6, 2015

Sepenggal kisah tentang hadiah yang besar

Seperti layaknya kupu - kupu yang lahir dari kepompong dan kemudian menjadi kupu - kupu indah, fase kehidupan manusia juga mempunyai proses yang sama, dari sel telur yang dibuahi, sampai lahir menjadi bayi dan tumbuh dewasa. Banyak sekali fase kehidupan yang dilewati manusia. Waktu masih duduk di Taman Kanak - kanak rasanya ingin cepat masuk SD. Saya ingat sekali saya masuk TK 1 tahun lebih dulu dari murid - murid pada umumnya, akhirnya saya harus TK 3 tahun karena umur saya tidak cukup untuk masuk ke kelas 1 SD. Namun di tahun ke-3 saya, saya memaksa untuk mengenakan seragam SD bekas kakak saya. Sampai - sampai banyak tetangga yang nanya ke mama saya, anaknya udah masuk SD ya, Bu? Belum, masih TK, itu seragam kakak-nya dia pakai. Oops!

Waktu cepat berlalu dan akhirnya sampailah saya di Taiwan, saya melanjutkan studi SMA saya di Taiwan. Mengapa? Hmmmm, saya juga tidak terlalu jelas kalau ditanya seperti ini. 

Selama SD dan SMP saya bersekolah di sekolah yang sama, dan begitu juga dengan kedua kakak saya. Lalu saya sudah berfikir bahwa saya juga pasti akan dimasukan ke SMA di sekolah itu juga. Tapi saya merasa bosan sekolah sekian tahun di sekolah yang sama. 

Akhirnya waktu SMP 3 sewaktu dibagikan form pendaftaran untuk lanjut SMA saya tidak mengambilnya. Pokoknya saya tidak mau mendaftar di sekolah itu lagi. Sampai hari terakhir saya bilang ke mama saya, saya gak ambil form pendaftaran dan saya tidak mau disekolahkan di sekolah itu lagi. 

Waktu itu kakak ke-2 saya berada di Taiwan untuk sekolah bahasa. Saya disuruh pilih mau ke Taiwan apa mau lanjut di sekolah yang sudah 9 tahun menemani saya. Saya tentu memilih sekolah ke Taiwan, padahal saya tidak tau bagaimana bentuk studi di sana. 

Awalnya saya hanya berencana untuk sekolah bahasa dan tidak mau masuk SMA apalagi kuliah karena saya bilang saya malas sekolah lama - lama kalau sekolah bahasa kan cuman 2 tahun. 

Teman kakak saya menelepon saya dari Taiwan (padahal saya tidak mengenal dia dan dia tidak mengenal saya) dia terus - terusan bilang supaya saya jangan sekolah di Taiwan karena katanya susah nantinya di Taiwan bla bla bla. Karena ucapan dia saya makin bertekad ke Taiwan. Akhirnya saya di daftarkan masuk SMA di Taiwan oleh orang tua saya. 

Satu tahun sekolah bahasa dan tiga tahun SMA banyak mengubah hidup saya, mulai dari kemandirian dalam kehidupan sehari - hari dan juga cara bersosialita di tengah - tengah lingkungan asing tanpa orang tua dan keluarga. Satu minggu pertama saya nangis tiap malam dan minta pulang, setelah itu saya malah tidak mau pulang kampung. Buat yang school abroad pasti tau rasanya melewati fase ini. 

Empat tahun berlalu dan saya akhirnya sudah tinggal menghitung sisa waktu saya sebagai murid SMA lagi. Fase kehidupan berikutnya ada di hadapan mata saya. Saya orang yang well-prepared dan anti akan spontanitas. Saya tidak suka tiba - tiba ada perubahan di dalam hidup saya tanpa saya rencanakan sebelumnya bahkan sampai hal kecil pun saya maunya direncanakan. Saya tidak suka tiba - tiba diajak pergi, setidaknya hari sebelumnya sudah direncanakan dahulu.

our graduation photoshoot :)

Tapi di dalam fase menuju masa kuliah ini saya belajar banyak hal. 

Ketika teman - teman saya sudah mulai menjatuhkan pilihan mereka di universitas - universitas favorit mereka, saya masih kosong. Waktu itu saya masih belum tau akan melanjutkan studi dimana bahkan lokasi negaranya pun saya tidak tau. 

Yang pasti saya tidak mau melanjutkan kuliah di Taiwan, karena kalau saya mau masuk univ di Taiwan, saya harus mengikuti ujian satu Taiwan dan ujian itu bergabung dengan murid asli Taiwan, bukan foreign aja, kalau misal tidak lolos saya harus masuk ke Qiao Da ( sebuah college persiapan bagi foreign student yang mau kuliah di Taiwan ). Jadi fix saya tidak mau di Taiwan. 

Akhirnya saya mulai dari melihat - lihat Nanyang Singapore, dan nilai saya tidak cukup untuk masuk sana. *kalau tidak saya adalah junior Merry Riana :D

Lalu saya melanjutkan pilihan saya ke China, saya mau masuk jurusan advertising. Saya cari agent yang bisa membantu mengurus sekolah, akhirnya saya menemukan satu agent di Jakarta dan singkat cerita orang tua saya pergi ke sana untuk mendaftarkan saya. 

Untuk kalian yang school abroad pasti tau, batas pendaftaran adalah bulan Februari akhir, karena masih panjang proses yang harus dijalani. Saya siap - siap meninggalkan Taiwan dan saya sudah tau kemana langkah saya selanjutnya. 

Kelulusan SMA waktu itu jatuh di bulan 6 awal, sekitar bulan 3 awal kami sudah membayar uang muka ke agent yang akan mengurusi proses saya kuliah di China. 

Di suatu hari, wali kelas saya bilang bahwa ada 4 murid di kelas kami yang bisa ikut 繁星計畫 yaitu program dari pemerintah dimana dengan mengajukan nilai SMA semester 1 - semester 5 tanpa mengikuti ujian masuk univ boleh mendaftarkan diri terlebih dahulu dibandingkan murid lain. 

Dan saya adalah orang ke-4. Tiga orang di atas saya adalah murid Taiwan. Saya tidak pernah tau ada program ini, yang lebih peduli adalah teman kelas saya yang ternyata nama dia tidak ada dalam daftar nama tersebut.

Lalu saya cari tahu tentang program tersebut ternyata saya tidak perlu melakukan apa - apa karena nilai saya akan dikirimkan ke pihak yang bersangkutan dan yang perlu saya lakukan adalah cukup memilih univ dan fakultas yang saya suka dari daftar pilihan tersebut.

Yah boleh lah coba - coba siapa tau berhasil karena orang tua saya lebih menginginkan saya tetap di Taiwan.

Keesokan harinya pihak sekolah kembali mengumumkan bahwa ada kesalahitungan di pihak sekolah, jadi yang benar adalah hanya 3 orang yang boleh mengikuti program ini. Dan mereka salah menghitung bahwa ternyata saya adalah orang ke-3 bukan ke-4 jadi saya tetap boleh ikut.

Wow! Disini saya merasa amazed!

Setelah nilai saya dikirimkan dan keluar peringkat satu Taiwan, saya berada di peringkat sangat bawah, saya lupa angka pastinya yang pasti sangat bawah antara 7 dari bawah atau 6 dari bawah. Saya mulai giper tapi tidak apa - apa toh saya sudah mencoba. Lalu saya diperbolehkna mengisi 20 fakultas pilihan saya, saya mengisi 14 fakultas yang ada di Taipei dan sekitarnya.

Sembari menunggu hasil saya pun tetap fokus dengan univ di China yang saya pilih. Tiba - tiba agent yang mengurusi saya itu menelepon saya dari Jakarta dia menanyakan univ mana yang saya mau. Saya shock karena waktu itu sudah bulan 3 dan setau saya orang tua saya sudah pernah memberi tahu dia univ mana yang saya mau dan sudah membayar uang muka untuk biaya pendaftaran univ, dan ternyata belum di daftarkan padahal saya sudah membayar sejumlah uang.

Saat itu saya berfikir jangan - jangan saya harus tunggu satu tahun sampai bisa daftar univ lagi kalau sampai ini kelewatan.

Hari yang dinanti nantikan akhirnya tiba, saya menunggu pengumuman apakah saya masuk salah satu dari 14 fakultas yang saya pilih. Saya ingat sekali pengumuman itu dibuka jam 10 pagi, dari jam 9.30 saya terus - terusan refresh webpage nya yang tidak terlihat apa - apa sampai jam 10 baru webpage nya di buka.

Suasana layar komputer yang ikut dag dig dug saat itu, xoxo
Dan saya masuk di pilihan ke-2 saya, saya orang ke 24 dari 25 orang yang dipilih fakultas itu. Dan saya mendapatkan half-scholarship selama 4 tahun masa sekolah. Jadi saya hanya perlu membayar sebagian dari uang sekolah pada umumnya dan tanpa harus membayar biaya tambahan apa - apa.

Susut punya susut mengapa saya bisa masuk menjadi orang ke-3, ternyata karena nilai semester 1-2 saya adalah yang tertinggi di kelas saya. Mungkin waktu itu saya masih rajin belajar dan mendapatkan nilai tinggi di sekolah padahal semakin mendekati kelulusan saya semakin malas belajar.

Seperti kata Steve Jobs di pidato terakhirnya di Stanford : You have to trust that the dots will somehow connect in your future. Percayalah bahwa kali ini adalah sedikit kerajinan saya di awal semester yang membawa saya ke tahap besar perjalanan hidup saya ini.

Akhirnya saya memulai kehidupan baru saya di Taiwan sebagai anak kuliahan. Dan saya mendapati saya banyak belajar hal - hal baru yang sebelumnya saya tidak pernah bayangkan akan terjadi jika saya tinggal di Taiwan.

Sebelumnya jika saya ingin sekali kuliah jurusan advertising, tapi saya masuk di jurusan International Business, dan akhirnya saya mengambil minor di jurusan design tanpa perlu tambahan biaya. Saya juga jadi banyak menemukan hal baru sewaktu ada freelance pekerjaan yang sebelumnya saya tidak tau bahwa bisa menemukan hal - hal semacam ini.

"He has made everything beautiful in his time." Ini kalimat yang membawa saya sampai hari ini selama melewati perjalanan univ. Tidak selalu mulus pasti ada jatuh bangun. Tapi justru saya merasa bahwa inilah sebenarnya kehidupan yang cocok untuk saya ketimbang pilihan saya sebelumnya. Karena disini lah saya diperlengkapi untuk siap melaju ke fase berikutnya.

Buat saya, saya percaya rencana Tuhan lebih dari rencana manusia, dan rencana Tuhan adalah sesuatu hal yang kelihatan mustahil tapi benar - benar nyata. Saya yakin agama apapun kalian pasti tau bahwa Tuhan itu yang membuat semua rencana hidup kalian sampai sekarang dan seterusnya.

Cuman terkadang kita selalu kepingin sesuatu itu terlihat jelas dari jauh - jauh, siapa sih yang tidak mau bisa menatap bagaimana hari - hari kedepan-nya berjalan? Makanya disitulah orang - orang beranjak ke peramal, dimana konon katanya kita bisa melihat kehidupan kita yang mendatang.

Saya sendiri tidak percaya dengan peramal, ada seorang peramal yang entah darimana asal usulnya pernah bilang ke mama saya bahwa saya tidak akan pernah sekolah ke luar negeri sampai kuliah, dan kalaupun saya sampai ke luar negeri saya akan jadi murid yang gagal.

Tapi saya berterimakasih sama peramal itu, karena kalimat dia-lah yang membuat saya lebih bertekad untuk menjadi orang yang lebih baik dan membuktikan bahwa peramal bukanlah Tuhan yang tahu masa depan saya. :)

Dan bicara soal saya batal ke China, agent tersebut juga tidak return biaya apa - apa yang sudah di bayarkan dan saya baru tau ternyata agent ini adalah agent yang terkenal dengan masalahnya. Kenapa saya waktu itu yakin dengan agent ini? Karena saya liat rating dia di google paling tinggi, ternyata dia beli rating. Initialnya EM. Jadi berhati - hatilah saat memilih agent, selama ini orang yang saya kenal sudah ada 2-3 orang yang juga tertipu dengan agent berikut. Waktu itu saya rugi sekitar 10 juta, dan sudah diikhlaskan karena biaya pendaftaran kuliah di Taiwan saya adalah 0. Anggap saja saya bayar uang pendaftaran Taiwan. Anggaplah dijadikan pelajaran dan juga contoh untuk teman - teman lain jangan sampai tertipu dengan agent tersebut.

Dan tujuan saya men-sharing kan cerita saya adalah

Karena saya tau dan saya mengalami sendiri bagaimana rasanya di saat kita sedang mengalami masa transisi dari satu fase ke fase berikutnya. Waktu saya masuk sekolah, status saya dituliskan murid Taiwan, waktu saya tanya mereka bilang karena sebelumnya tidak ada foreign student yang masuk dengan program ini. Dan saya yakin kalau saja saya lihat dari catatan rekor dan nilai saya yang terhitung dari belakang saya tidak akan percaya kalau saya bisa masuk univ dengan program ini.

Seperti hal-nya orang - orang yang sedang mendaftarkan diri mereka ke univ pilihan dan tidak percaya diri karena melihat catatan record anak - anak lain. Namun, jangan lupa kalau manusia itu suka dikasih yang surprise, dan Tuhan tau itu, jadi buat saya Tuhan itu sweet karena suka kasih surprise yang tidak terkirakan, bahkan setiap paginya disaat saya buka mata saya selalu menantikan surprise yang akan terjadi hari ini.

Saya merasa saya orang yang lucky mendapatkan pengalaman seperti ini. Tapi semakin banyak orang yang mendengar cerita saya mereka bilang saya bukan lucky, ini adalah suatu rencana Tuhan yang harus saya lakukan baik - baik dengan penuh tanggung jawab. Jadi, pesan terakhir saya di post ini buat kalian yang sudah mendapatkan hadiah besar nantinya, jangan lupa untuk menjalankan rencana itu dengan penuh tanggung jawab.

Karena kalau rencana kecilnya saja tidak bisa dibereskan dengan baik, mungkin saja anda masuk ke dalam daftar orang yang yang tidak memenuhi kriteria untuk diberikan amanat yang lebih indah lagi :)

Keep believe, do not settle.




Friday, February 6, 2015

Place to stay in Tainan

Saya dan seorang teman saya berencana untuk melewati tahun baru kali ini di Tainan, jadi kami mulai search tempat penginapan yang sesuai dengan budget kami dan mudah untuk aksesnya. Cari punya cari ternyata kali itu banyak sekali hotel yang sudah full booked, termasuk dorm room juga full booked.

Lalu tiba - tiba teman saya menemukan web Asia Hotel Tainan, teman saya langsung menelepon-nya, lucunya sang receptionist bilang tidak perlu uang DP, booking aja lewat telpon harganya lebih murah jadi langsung saja di ok-kan. 

Me and a friend plan to go to Tainan for this new year. So we search for some budget hotel and dorm room also, but found they already full booked. We got stressed ! Suddenly, my friend found Asia Hotel Tainan's web, she call the hotel for reservation, we got the room cause they don't need any DP. And fyi, book by call was cheaper than book by web.

Lokasinya tidak jauh dari Tainan Railway Station, yang mana pusat terminal bus dan kereta disana jadi tidak sulit dijangkau, dan juga mudah untuk ditemukan, cukup mengikuti peta yang ada di web mereka pasti anda tidak akan nyasar. Dalam perjalanan sekitar 10 menit dari stasiun menuju hotel, anda akan menemui banyak toko - toko mulai dari baju, makanan, minuman, Family mart pun ada, juga ada night market kecil yang menjual aneka jajanan. 

The hotel located not far from Tainan Railway Station, about 10 minutes walking distance. On the way you will found many outlets, convenience store, and also little night market. 

Untuk 2 malam stay kami membayar TWD1800, jadi masing - masing TWD900, cukup murah bukan. Karena ini adalah budget hotel, jadi kami tidak terlalu expect banyak hal, fasilitasnya memang sudah agak tua, tapi untuk sekedar tidur saja cukup kok, ada wifi, dan peralatan mandi, juga air mineral di kamar, dan tanpa breakfast, namun tidak sulit untuk mencari breakfast di pagi hari, ada Laya Burger dekat stasiun. 

For two nights stay we pay TWD1800, so TWD900 /each, such a good deal. And because it's a budget hotel we didn't expect too much, just a safe place to sleep. Basic facility like Wi-fi, mineral water bottle are complete, there is no breakfast in hotel. 

Malam pertama kami mendapat kamar yang tidak ada jendelanya, lalu setelah di request ke receptionist mereka mengganti kamar kami ke kamar yang lebih besar dan ada jendelanya. 

First night we got a no-window room, and for the second night they help me to change to a bigger room with window. Yeay! Maybe you should request for a window room when you book. 

Our 2nd day room with window :)


Plus point : 
1. Harga yang murah tanpa DP Great deal without DP
2. Dekat dari stasiun dan mudah dicari Walking distance from railway station
3. Setelah check-out anda diperbolehkan menitipkan barang bawaan anda di lobby, jadi saya bisa berkeliling dahulu sebelum menuju ke stasiun tanpa bawaan After check-out you may leave your belongings in the lobby, so you can explore the neighborhood without big luggage before you leave

Minus point : 
Selimut yang kurang nyaman, mungkin bisa bawa selimut sendiri Not a good blanket for me, maybe you should bring your own


ASIA HOTEL 東亞樓大飯店
100 Chung Shan RD/ Tainan, Taiwan. R.O.C.
TEL:886-6-2226171~10FAX:886-6-2219373






Saturday, January 31, 2015

A glimpse of art | Singapore

Ini adalah kali pertama saya traveling sebagai solo traveler. Saya belum pernah travel sendiri sebelumnya, biasanya selalu ada teman atau keluarga yang pergi bersama. Tapi saya rasa saya perlu mencoba sebagai solo traveler setidaknya sekali mumpung masih muda.

Saya suka mencoba hal baru dan tantangan baru. Di awal Januari 2015 saya mulai merencanakan trip saya, karena ini kali pertama saya melaju sebagai traveler maka saya memilih medan perang yang beginner. Beginner dari segi akses transportasi dan bahasa. Pilihan saya jatuh kepada Singapore.

It was my first time to travel as a solo traveler, I never did it before. But I think when I still young and able to go outside I want to try things I never do. I like to give my self new challenge, and in the early 2015 I plan my solo trip. I choose Singapore. 

Singapore bukan tempat yang asing lagi bagi warga Indonesia untuk berlibur, juga untuk sekolah dan bekerja. Dulu saya datang bersama keluarga saya tapi kali ini saya ingin merasakan Singapore melalui solo trip. 

Setelah menyiapkan budget dari hasil kerja sampingan saya, saya mulai mencari flight yang jadwal dan harganya cocok. Pilihan saya jatuh pada Scoot, keliatanya lumayan asik jadi saya ingin mencoba terbang bersama Scoot, tiket one way Taipei - Singapore waktu itu sekitar TWD4500 termasuk bagasi 20 kg dan in flight meal. 

Every time I got my salary from freelance job or part time job, I try to save some of the salary for trip. And ya, I use that money for my trip. I booked Scoot Flight from Taipei to Singapore for TWD4500, include 20kg baggage and in flight meal. 

Selanjutnya saya mulai mencari penginapan, saya ingin mencoba hostel backpacker. Mumpung saya ingin mencoba solo traveler sekalian saja mencoba hostel backpacker toh kalo hotel juga gitu - gitu aja saya ingin mencoba sesuatu yang baru. 

Then I want to try backpacker hostel for the first time too, I choose capsule boutique hotel, The Pod. Read review here. 

Setelah melihat review dari agoda, trip adviser, dan booking.com akhirnya pilihan saya jatuh kepada The Pod Singapore, reviewnya click sini. 

Sebelum berangkat pastinya saya mempersiapkan peta MRT Singapore dan juga me-list tempat - tempat yang ingin saya kunjungi. 

Singapore terkenal dengan mahal, semuanya serba mahal. 

Before depart I print Singapore MRT map and bucket list of the place I want to go to. Well, Singapore known as the expensive city, everything expensive here. 

Beberapa tips untuk flashpacker yang akan melaju ke Singapore :
1. Bawa botol minum. Karena air mineral botol disana mahal jadi isi aja di drinking fountain yang ada di mana - mana termasuk juga di MRT station. 
2. Jika anda pelajar, jangan lupa memperpanjang international student card anda karena akan ada harga student di setiap museum. Bedanya lumayan loh!

Tips for flash packer :
1. Bring your own bottle, mineral water in Singapore just too expensive. You can found drinking fountain everywhere. 
2. If you have international student ID, don't forget to bring, there is student price in many place in Singapore.  

Chinatown

Chinatown dapat di akses melalui MRT, turun di MRT Chinatown. Saya datang kesini di pagi hari karena siangnya saya ada janji dengan teman saya, maka pagi ini saya sempatkan untuk mengeksplore Chinatown. Disini juga pusat oleh - oleh yang murah, harganya sudah tertera jadi tidak perlu lelah - lelah menawar harga. Harganya pun terbilang murah dan banyak sekali pilihanya. 

Saya tidak pernah puas untuk mengambil foto di Chinatown, dari berbagai sudut dengan sinar matahari pagi itu. 

Chinatown, as known as the famous 牛車水, you can get here by MRT and exit at MRT Chiatown. You can found many cheap souvenir here and also beautiful vintage building for you who want to take some art photograph. I do never get enough taking photo here. 

View from MRT exit :)
I forget which exit but you can ask the information centre exit to Chinatown and they'll tell you.









You can also visit Sri Mariaman Temple, it located in the end of Chinatown street.

Bugis

Yang paling tidak bisa saya lupakan dari Bugis adalah asam kepala ikan-nya, waktu itu teman saya yang mengajak saya ke restoran yang konon katanya antrian-nya panjang sekali setiap harinya. Enak dan kami dua gadis kalap memesan banyak sekali yang akhirnya sisa. :(

Selain makanan menggoda ini di Bugis juga banyak yang menjual souvenir dan aneka jus buah, juga shopping mall.

Things I can't forget about Bugis was the Xin Yuan Ji asam kepala ikan, so so so delicious. My friend told me that every night there will be long queue in front of the restaurant. Not only this yummy things, Bugis also have shopping mall and you can found souvenir and juice shop here. 

Xin Yuan Ji 新源記 Bugis

Museum Peranakan

Terkenal dengan interiornya yang artistic, ini salah satu tujuan utama saya juga. Dengan menunjukan student card saya mendapatkan harga tiket student yaitu SGD3.00,- Anda juga bisa bergabung dengan pemandu yang ada disana. 


Dari MRT Bras Basah sekitar 10 menit jalan kaki, melewati SMU dan saya sempat bingung arah tapi untungnya saya bertemu dengan seorang ibu yang menunjukan saya arahnya. 

Museum Peranakan famous with it interior, it was one of my must visited list in Singapore. You can get student ticket for SGD3.00 when you show your student ID. 

10 minutes walking distance from MRT Beras Basah. 










National Museum of Singapore

Museum ini terletak tidak jauh dari Peranakan Museum, jadi sayang sekali kalau tidak sekalian didatangi apalagi bisa mendapatkan student pass dan sekalian be educated tentang Singapore. Waktu itu pas - pasan sedang ada pameran SG700 dan masuk dengan pass tiket yang sama. 

This museum located not far from Peranakan Museum so decide to visit here. And of course you can get student ticket by showing your student ID. 






Haji Lane

Dan tak ketinggalan saya-pun mengunjungi Haji Lane, spot foto yang sudah tak asing lagi di instagram. Dari Bugis ke Haji Lane tak lebih dari 10 menit, dari jauh - jauh sudah ada papan penunjuknya dan disebelah Haji Lane adalah Arab Street. Haji Lane lebih banyak menyediakan cafe dan bar, boutique clothes ; juga ada Masjid Sultan yang terkenal di Haji Lane. 

Haji Lane, the famous lane in instagram and 10 minutes walking distance from Bugis. In Haji Lane you can see many bar, cafe, boutique and also Masjid Sultan here. 


Masjid Sultan





Merlion

Pastinya yang tidak terlewatkan adalah mengunjungi Merlion. Dari MRT Raffles Place jalan menuju Fullerton Hotel, lalu lewati lampu merah dan anda akan melihat banyaknya turis disana, itulah Merlion Park. 

Merlion Park, 10 minutes from MRT Raffles Place, after exit just walk to Fullerton Hotel, cross the red light and you can see many tourist walking with their camera, that's Merlion Park. 





I'm traveling because its cheaper, more productive and more inspiring than sitting in one place. Traveling is the most responsible choice for the sake of my finance and my personal growth.
 I just cant get enough of exploring the world. 


Monday, January 26, 2015

The Pod | Singapore

Ini adalah kali pertama saya tinggal di boutique hotel / capsule hotel. Dan pilihan saya jatuh pada The Pod Singapore. Saya menemukan The Pod sewaktu saya membaca blog orang tentang perjalanan-nya ke Singapore dan ia merekomendasikan The Pod, lalu saya check review-nya di agoda.com, booking.com, dan web sejenis dan banyak sekali yang merekomendasikan The Pod. Akhirnya saya pun ingin merasakan tinggal di dalam capsule The Pod. 

It was my first time to stay at capsule hotel. This time I choose The Pod Singapore. I found The Pod from someone personal blog and she recommend The Pod then I search many traveling web such as agoda, booking.com, and etc to find people reviews about The Pod. And I found many of them recommend The Pod. 

Lokasi The Pod mudah untuk dicari, cukup print peta yang ada di websitenya, anda pasti bisa menemukan dimana letak The Pod. The Pod terletak di tengah - tengah MRT Bugis dan Nicole Highway, jarak dari kedua MRT tidak dekat, sekitar 5-7 menit jalan kaki. Sebenarnya jalan dari Nicole Highway terbilang lebih dekat namun anda harus naik turun jembatan layang dan itu tidak mudah jika ada koper bersama anda, jadi lebih baik anda ambil jalan dari MRT Bugis. 

The Pod located in the middle of two MRT station, Bugis and Nicole Highway. I take walk from Bugis cause I found if I walk from Nicole I must cross the sky-bridge with luggage. 5-7 minutes from MRT, not too far. 
Flight saya waktu itu sampai di Singapore di pagi hari jadi saya diperbolehkan untuk meninggalkan barang - barang saya dahulu di lobby dan bisa men-explore kota kecil ini tanpa beban. 

I got midnight flight and arrived in the morning in Singapore, they let me leave my luggage on the lobby so I can explore the city without those big things with me. 

Sebelum saya berangkat ke Singapore saya sudah mem-booking dahulu melalui official website The Pod, harga di official website lebih murah dibanding harga ditempat. Payment dilakukan pada saat saya tiba di hotel, rate waktu itu SGD39/malam, untuk 3 malam plus tax saya kena SGD132, ketimbang harga ditempat yaitu SGD50/malam untuk single bed. 

I have booked The Pod before through their official website. The rate is cheaper if you book online, normal price was SGD50 for single pod, but I got SGD39/night for my single pod. Total for 3 nights was SGD 132 include tax. 

Di The Pod pilihan tersedia dimulai dari female dorm / mix dorm, single / queen pod, front / side entry, saya memilih female dorm single deck side entry. Setelah booking anda bisa request melalui email untuk meminta di aturkan deck bawah atau atas. Yang saya suka dari The Pod adalah mereka membalas email dengan waktu yang cepat jadi saya tidak perlu khawatir menanti nanti. 

The Pod offer three kind of room, you can choose the female / mix room, single / queen pod, front / side entry pod, I choose a single pod in female room with side entry pod. After finish your booked don't forget to send them your request if you have, I request a low deck and tell them maybe I will arrived early to leave luggage. One thing I like from The Pod is they always reply my email quickly and answer all of my question. 

my messy pod :)
big enough luggage storage

Soal fasilitas tidak perlu diragukan, bersih dan nyaman. Setiap malam kita boleh mengambil 1 botol air mineral di receptionist dan handuk baru selalu ada setiap harinya diletakan di samping bed. Untuk barang bawaan anda tidak perlu khawatir karena tepat di bawah bed anda disitulah terletak loker yang bisa dikunci dengan kartu kamar anda jadi barang penting anda bisa diletakan di loker yang terbilang cukup besar itu, saya cukup memasukan koper besar saya dan tas bawaan saya ke dalam loker tersebut. Side entry pod memiliki loker yang lebih luas dibanding front entry pod. Itu juga alasan saya memilih side entry pod. 

Don't worry about the facilities. The room and toilet both are clean enough. Every night you may go to receptionist to take your daily mineral water, a bottle per day. They also will give you a clean towels everyday. And don't worry about your belongings, you can put all of them in your personal locker, and lock it with your card. Fyi : The side entry pod will have a larger locker than front entry pod. 



loving their artistic floor
Untuk breakfast yang disediakan lebih dari cukup untuk ukuran capsule hotel, fresh milk, juice, roti, kue kecil dan cereal, juga tersedia. Cukup untuk mengenyangkan perut untuk memulai hari berikutnya. 

Every morning the lobby is full of people enjoying their simple breakfast, fresh milk, juice, cereal, and some bread are enough to start my day. 

Plus point :
1. Sangat private di dalam pod  Private inside capsul 
2. WC yang bersih Clean toilet and washroom
3. Sarapan yang menyenangkan Great breakfast
4. Gratis mineral water setiap hari Free daily mineral water
5. Ada lift di dalam gedung ( biasanya hostel backpacker hanya tangga ) Elevator inside ( most of backpacker hostel in Singapore has not elevator inside )

Minus point :
1. Staff yang kurang ramah Staff not too nice
2. Jarak jalan dari MRT Bugis 10 menit 10 minutes walking distance from Bugis MRT