Friday, March 16, 2018

Tips to Rent Car in Belitung, Indonesia

Biasanya kalau jalan - jalan ke kota orang aku prefer naik taxi online, itu hal pertama yang saya cek, ada gak-nya armada taxi online disana. Nah ternyata di Belitung pas di cek gak ada, tapi waktu sampai hotel sih katanya receiptionist-nya ada cuman masih jarang.

Dan di Belitung tidak ada transport umumnya atau shuttle untuk para tourist, biasanya para tourist akan menyewa mobil atau motor. 

Nah kali ini saya akan cerita tentang tips dan pengalaman aku menyewa mobil atau car rent di Belitung. Simak ya buat yang persiapan kesana, hehehe

Ada 3 macam harga berbeda yang ditawarkan, yaitu lepas kunci, dengan driver, dengan driver dan BBM. 

Lepas kunci itu artinya nyetir sendiri dan isi bensin sendiri. Biasanya waktu sewa-nya per 24 jam atau 1 hari tapi lebih baik cari yang 24 jam karena hari pertama sampai sana pasti uda agak siang jadi kalau trip kamu 3 hari 2 malam dimulai dari hari pertama sampai jam 10 misalnya sampai hari ketiga jam 10 kamu kembalikan si mobil charge-nya cuman 2 hari, beda kalau sewa-nya per hari kamu akan kena charge 3 hari. 

Mobil di Belitung rata - rata transmisi manual, kalau kamu ingin lebih santai atau terbiasa dengan transmisi matic kamu harus konfirmasi terlebih dahulu dengan si rental tersedia atau gak-nya. 

Kisaran harga lepas kunci yaitu mulai dari 200K kalau yang 200K biasanya model Agya & Brio, 250K Avanza, dan lebih tinggi kelasnya lebih mahal tarifnya. 

Sebelum berangkat saya booking dulu ke car rental dia akan minta DP dan foto KTP. Nah katanya di Belitung itu aman banget sampai mobil ditinggal aja gak ada yang maling. 

Nah model jalanan di Belitung kayak gini, parkir aja di pinggir pinggir dan sepi sepi gitu

Cerita saya dimulai, cerita yang tidak terlalu menyenangkan ini. 

Jadi saya sewa mobil Avanza lepas kunci di Ral**Rent. Hari waktu saya mau berangkat di contact sama bapaknya katanya kakaknya meninggal jadi gak bisa jemput di Bandara, nanti dia akan kasih contact temannya untuk kasih kunci mobil di bandara. 

Sampai di bandara saya telepon dan ketemu sama temannya juga sudah ambil mobil. Karena cari pom bensin di Belitung agak susah jadi langsung isi bensin aja waktu dapet mobil, isinya di pinggiran jalan gitu, oke kok. 

Terus mulai langsung ke Manggar dan jalan - jalan, menjelang sore saya di tabrak. Ceritanya itu kan jalan perempatan, terus aku mau lurus, eh ada mobil kenceng  banget dari kanan dan langsung nabrak aku, kena-nya bagian bemper kepala kanan karena aku baru muncul kepala dikit aja dan mobilnya kencang sekali padahal itu jalan biasa yang ada warung, pemukiman dan jalan kecil. 

Kenapa saya yakin banget dia kecepatan diatas 60? Karena dia sampai gak bisa rem mendadak. 

Shock kencang banget benturannya. Terus yang nabrak itu mobil pick-up yang nganter sembako, suami istri. Dia gak kabur dan kita berteduh di bengkel warga karena waktu itu hujan. 

Thanks God kita semua gak ada yang luka tapi mobilnya bempernya hancur dan pick-up nya terpalnya juga. 

Hal pertama pastinya saya telepon rental, karena saya gak tau gimana di local sini pertama si bapak yang angkat dia santai dia minta aku fotoin mobilnya. 

Lalu setelah kirim fotonya dia telepon dan langsung istrinya dengan suara yang ceplas ceplos nyerocos aja, teriak - teriak di telepon bilang mobilnya gak ada asuransi karena mobil dia sudah lunas dan yang terlebih setelah bicara sekian lama juga dengan si pick up yang nabrak dia mengeluarkan kalimat "ibu ini sekolah atau tidak sih?"

Kok bisa ya mengeluarkan kalimat seperti itu? Saya yang baru di tabrak aja masih tenang secara logis mau menyelesaikan masalah ini, kenapa anda yang marahin saya, emangnya saya yang mau ditabrak? 

Dia minta ganti rugi, dan terus - terusan bilang bahwa tidak mau menanggung resiko mobilnya tertabrak, saya heran kenapa mau buka bisnis tapi gak mau nanggung resiko? Memangnya kalau bisnis itu selalu untung besar dan tidak ada resiko?

Mobil di sewakan itu pasti ada resiko dan dia mau saya ganti rugi bayar bengkel sepenuhnya. Dan istrinya berbicara tinggi sekali katanya mobilnya ada banyak hitungan jari tidak terhitung, wow terus kayak gini kok kayak gak pernah berbisnis. 

Tidak sopan sama sekali dan perilakunya itu. Padahal suaminya orangnya kalem. Dan sampai di bengkel dia bilang sama orang bengkelnya hitung saja semua mana yang mau diganti, dan menunjuk lecet di spion kiri. Tolong ya, saya di tabrak dari kanan, terus yang kiri lecet mau saya yang ganti? Aji mumpung sekali, Bu! Untung saya lihat waktu dia tunjuk. 

Saya tidak mau berlama - lama liburan kok jadi emosi. Pagi - pagi saya pun baru bangun sudah menelepon dengan tidak ramah, Bu, kapan mau transfer? Saya tunggu! 

Bu, saya baru bangun dan tidak usah khawatir saya sudah bilang saya akan ganti rugi, kok kayak dikasih hati minta jantung? 

Saya sudah bayar lunas biaya sewa sampai hari ke-3 dan tidak dikembalikan sedikit pun uang itu padahal baru saya pakai beberapa jam dan terjadi kecelakaan. 

Mestinya ditanya dulu orangnya gimana waktu kecelakaan dan saya sudah bayar ganti rugi dan dia juga tidak menawarkan untuk hari selanjutnya bagaimana transport saya di Belitung? Kok kesannya kayak lepas tangan setelah saya bayar ganti rugi? 

Saya sungguh merasa rental ini tidak bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan melindungi nama baik. 

Kalau ditanya kenapa gak tahan aja si pick up nya? Bapaknya udah tua kurus gitu saya tau mungkin dia kalau keluar uang ini bisa sampai gak bisa makan atau anak - anaknya gimana, apa saya harus nahan dia paksa dia?

Lagipula rejeki itu sudah ada yang mengatur dan jangan mengambil sesuatu yang bukan milik kita. 

Jadi kalau sewa mobil tanyalah yang detail sampai asuransi ada gak, mestinya kalau emang udah biasa bisnis ya ada-lah ya. Jangan sampai seperti kejadian yang saya alami ini. Cukup jadi pelajaran aja. 

Tips kalau sewa mobil dengan driver, mereka membedakan antara kemana lokasi yang kita kunjungi biarpun masih dalam jam sewaan itu. Bingung? Saya juga, kenapa mesti dibatasi kemana saya boleh pergi? Namanya mobil di sewa ya pasti dipakai dong kalau dibatasi jaraknya ngapain saya sewa mobil mahal - mahal?

Jadi sebelum itu semua karena sudah belajar dari pengalaman saya, tanya yang detail. 

Sekian!