Thursday, July 20, 2017

What no eye has seen

“What no eye has seen, what no ear has heard, and what no human mind has conceived”

1 hari 24 jam saya paling suka waktu dimana saya berada di kamar, tenang, dan hening. Disana saya bisa benar - benar menikmati me time dan mulai bercerita dengan Babe. Ini waktu yang paling saya suka untuk mengeluarkan seluruh unek - unek isi hati saya yang mungkin tidak dapat dimengerti manusia tapi ketika saya utarakan itu, ketenangan dan perasaan lega seketika muncul di hati saya.

Saya percaya banyak hal yang tidak dapat dimengerti manusia lain, banyak masalah yang kita hadapi yang sulit diceritakan, banyak pertanyaan yang ada di hati kita yang tidak satu orang pun bisa memberikan jawaban yang bisa bikin kita puas, tapi Tuhan bisa memberikan itu semua selama kita mencari Dia.

Memasuki stage kerja dan kerja, saya pun mengalami ke-stress-an, sibuk, dan rasanya lelah sekali. Batin, jasmani. Saya realize kenapa belakangan kok pas di kamar susah buat sekedar ngobrol atau bercerita bahkan doa sebelum tidur pun kok gitu aja padahal saya tau banyak yang belum saya utarakan dan masih mengganjal, tapi kenapa saya diam saja. 

Saya pun mulai memaksakan diri lagi, pokoknya saya mau bercerita, mau curhat, mau keluarin semuanya. Saya orang yang sulit dipuaskan dengan jawaban manusia, saya tidak suka jawaban yang tidak masuk akal logika. Kok bisa sih kasih gue jawaban kayak gitu? Dia ga tau apa bla bla bla.

Tiba - tiba saya diingatkan dengan 1 lagu yang teks nya adalah ayat di atas. Saya terhentak. Saya jadi flashback bagaimana beberapa bulan terakhir ini karya Tuhan dalam hidup saya.

Saya orang yang anti spontanitas. Saya tidak suka hal itu terjadi di luar rencana saya, kalau ada kisah di awal saya sudah memberikan beberapa optional resultnya, entah itu A,B, atau C. Yang jelas pasti salah satu itu pernah terlintas di benak saya.

Tapi belakangan saya merasa, ohhh bisa ya result-nya begini, gue ga kepikiran. Banyak sekali hasil dari pertanyaan saya yang tidak pernah saya pikirkan, saya alami, bahkan saya lihat atau terlintas di pikiran saya sebelumnya.

Awalnya saya berfikir, Tuhan udah ga mau peduli sama gue ya? Kok kayaknya hasilnya ada aja yang diluar bayang - bayang. Dulu gak begini. Tuhan kok gitu.

Saya pun mulai menggerutu.

Tetapi kemarin tiba - tiba saya diingatkan dengan ayat di atas, dan saya benar - benar menyadari. Saya mengalami ayat itu nyata dalam kehidupan saya. Banyak sekali hal yang saya tidak pernah bayangkan terjadi dan surprise untuk saya. Saya, yang paling hobby berkhayal sekalipun tidak pernah membayangkan hal tersebut.

Tuhan, kok keren sih. Siapa sih gue kok gue bisa sampe ngerasain ayat yang di lagu itu nyata banget.

Ahhh.......

Here, I want to remind all of us. Sama seperti saya yang bisa "ga kepikiran" apa rencana Tuhan kenapa apa yang saya alami berkesan tiba - tiba, semua dari kita ada di rencana-Nya. Yang tidak pernah Dia tinggalkan, janji-Nya buat kita.

Terlalu banyak yang Tuhan bisa lakukan yang bikin kita amaze. Bahkan terlalu banyak yang bisa Dia lakukan diluar theory itu. Kalau ujian uda bisa jawab semua soal, gue yakin nih nilai bagus. Eitsss, Tuhan yang pegang kendali semua itu. Pernah denger cerita orang yang ujian udah belajar mati - matian dan menjawab semua soal dengan baik saat ujian masuk kuliah dan ternyata ia tidak lolos dan sekarang melayani Tuhan?

Kalau di flash back, saya jadi malu sendiri sama Tuhan. Dulu banyak cita - cita, impian, keinginan yang saya utarakan begitu saja dalam doa saya atau sekedar bicara dalam hati. Tapi saya meremehkan itu semua, saya bilang ahhh kayaknya ga mungkin deh selama ini aja belum ada yang pernah seperti itu kalo gue maunya begini pasti ga bisa, berpalingan banget sama theory dan logika. 

Tapi disini saya langsung dijawab, manusia memang tidak bisa mengubah sesuatu, tetapi Tuhan, Dia yang memiliki semuanya ini yang pegang kendali dan cuman Dia yang tahu yang terbaik dan cocok buat kita.

Good night & have a good sleep. Random thought of mine may be a blessed for all of you.