Sunday, April 7, 2019

Jalan - jalan ke Purwakarta | Bukit Panenjoan & Waduk Jatiluhur

Ada yang tau dimana Purwakarta? Purwakarta apa Purwokerto hayooo.... Jadi kedua kota ini beda ya ternyata karena akupun baru tau. Nah kalo yang letaknya ada di antara Jakarta - Bandung namanya Purwakarta.

Tau nya karena ketika perjalanan ke Bandung aku lewatin tol pas nengok ke kanan ada tulisan PURWAKARTA gedeeeee terus aku searching - searching ternyata banyak tempat wisata alam juga. Jadilah kemarin pas banget tanggal merah kita plan untuk explore Purwakarta. Yeay! Explore tempat baru lagi yang aku belum pernah kunjungin. 

Jarak Jakarta - Purwakarta sekitar 90 km, gak terlalu jauh sebenarnya. Kemarin kita berangkat dari Jakarta jam 6 kurang sampai di kota Purwakarta jam 8 lebih, macetnya ya biasa di area Bekasi sampai Karawang sana. 

Tadinya mau cari breakfast di rest area Purwakarta, tapi berhubung gak ada yang menggugah selera jadi kita langsung lanjut aja ke kota Purwakarta. 

Destinasi pertama kita mau ke Bukit Panenjoan, Purwakarta. Untuk kesini bisa google map search Panenjoan Hill, Jalan Wanayasa. Nah pas tapi menurutku karena Purwakarta masih belum tersentuh sama wisatawan luar jadi kayaknya google map disini gak terlalu aktif terutama yang daerah pedalamannya. 

Pemandangan di jendela mobil sepanjang perjalanan, asri dan menyenangkan
Jadi dalam perjalanan butuh buat tanya ke warga local beberapa kali sampai kita sampai di tempat ini.  Akses ke Bukit Panenjoan ini kondisi jalan kayak naik roller coaster gitu naik turun-nya agak drastis terus lebar jalan juga pas - pas-an tapi udah jalan aspal kok gengs. 

Sepanjang perjalanan waktu lewat perkampungan bakal banyak pemandangan ini, jadi mereka jemur padi di jalanan so harus hati - hati pas lewatin ya 
Nah begitu sampai nanti langsung bayar parkiran IDR 15k per mobil nanti dikasih  karcis yang ada plat mobil gitu. Ada toilet juga disini GRATIS, dan banyak kandang binatang gitu. Ada kandang rusa bisa masuk bayar IDR 15k, ada juga ayam macem - macem terus ada kayak bangunan gitu yang atasnya banyak kelelawar. 

Katanya ini namanya ayam mutiara
Nah kalo kita kemarin masuk lurus lagi karena mau ke Bukit Panenjoan-nya tujuan utama kita. Untuk masuk kesini beli tiket-nya IDR 5k per orang. Murah banget ga? Nanti ada karcis-nya jadi bukan pungli seharusnya ya. 

Nah setelah bayar karcis kita udah bisa mulai explore deh. 


Ada juga warung - warung lokal di dalam area tapi kemarin gak cobain sih. Kondisi jalanan seperti foto aku diatas, dari pintu masuk setelah beli karcis sekitar 20 menit jalan kaki sampai deh ke jembatan bambu. Disarankan pakai alas kaki yang enak karena jalanan-nya gak mulus. 

Nah nanti kalian akan disambut sama pemandangan asri begini




Kalo diliat dari tulisan ini, tempat ini namanya Wisata Karti
Sebelum kesini aku juga sempet baca artikel jadi sebenarnya pada awalnya orang berdatangan kesini untuk ziarah, dan akhirnya dibuat tempat wisata ini karena biar abis pada ziarah bisa jalan - jalan juga. Dan disini pemandangannya masih asri banget belum banyak tersentuh. 







Bagus banget ya, ga nyangka di Purwakarta ada tempat kayak gini yang pemandangannya masih belum banyak tersentuh. 

Setelah itu kita lanjut ke Jatiluhur. Tau kan Waduk Jatiluhur yang waduk terbesar di Indonesia itu. Aku sendiri gak pernah kesana dan baru tau kalau dia adanya di Purwakarta. Tapi sayangnya pas kesana hujan. 

Waduk Jatiluhur lokasinya gak jauh dari pintu tol. Jadi kemarin itu kita pergi ke Bukit Panenjoan dulu yang lebih jauh lalu turun ke kota buat makan siang dan lanjut ke Waduk Jatiluhur

 


Tiket masuk ke Jatiluhur per orang IDR 15k, mobil juga IDR 15k, nanti di dalam ada banyak area gitu ada yang water world, saung restaurant gitu, juga d'Jatiluhur ini. Nah kalau mau ke d'Jatiluhur masuk ke bagian Istora Restaurant, nanti tiket masuk bayar lagi IDR 15k

Kalau menurut aku agak mahal sih ya entrance fee di Jatiluhur secara tiap area akan beda lagi tiket masuknya. 

Cuman kalau cuaca bagus pasti lebih menyenangkan lagi pemandangannya. 

Jadi pengen ke Purwakarta lagi deh, banyak yang belum pernah, pengen ke Saung Manglid kemarin belum sempet. Semoga next ada kesempatan explore Purwakarta lagi ya. 


Saturday, March 23, 2019

Bandung Tanpa Macet : Jalan Santai Nyaman di Driam Riverside, Ranca Upas | Bandung, Indonesia

Liburan santai kali ini rasanya lagi malas kemana - mana. Tumben banget kan ya. Padahal biasanya semangat  gitu. Mungkin karena belakangan musim hujan terus jadi pengennya di rumah aja. Nah kebetulan kemarin pas lagi males - malesan gitu eh nemu open trip yang kayaknya seru terus meeting point-nya dekat. Jadi yaudah langsung book deh.

Pagi - pagi waktu mau berangkat eh hujan gerimis gitu udah wanti - wanti deh kayaknya pasti macet banget. Dan ternyata gak pernah deh aku secepat ini Jakarta - Bandung yang cuman 3 jam sampai di Driam. Gils! Ini udah termasuk berhenti di rest area sekali loh. 

Nah pas sampai di Driam masih sepi gitu. Jadi Driam Riverside kayak tempat liburan keluarga yang ada di pinggir sungai. Ada restaurant, tempat main anak, hotel, dan tempat outdoor yang luas. Menurut aku ini nyaman banget kalau mau adain acara keluarga atau ret reat sekolah. 

Aku gak tau tiket masuknya berapa karena udah include di trip yang jelas gak mahal deh, sekitar IDR 20k, I guess. Nanti tiketnya itu bisa ditukar sama air mineral botolan di area foodcourt. Lucunya pas tukar gak dikasih tanda apa - apa jadi mungkin bisa tuker banyakan kali ya? :) 

Ini tiket masuknya, digelangin aja biar gak hilang
Disini untuk cari makan gak susah karena ada food court dengan harga yang lumayan terjangkau gak mahal juga tempat duduknya nyaman. Tapi lupa foto karena pas mau foto gelap pas pulang eh lupa, nih makanan-nya aja yang satu ini doang yang sempat difoto sisanya sudah habis huhuhu

Nasi tutug oncom ati ampla ini gak sampai IDR 30ribu gengsss
Karena area-nya luas dan beda - beda tempatnya ada yang batu, rerumputan, jembatan dan sebagainya, jadi aku saranin bisa pakai sepatu yang nyaman, aku sendiri lebih suka pakai running shoes kalau jalan - jalan. 




Ini dalemya gambar sebelumnya yang kayak yurt itu


Nah ini jembatan yang hits itu, maximal 10 orang di jembatan ya gengs 

Pengen ayunan gitu kan, tapi takut gimana tuh ya ampyunnn



Setelah makan siang selesai semua kita menuju ke Ranca Upas selanjutnya. Yang belum tahu Ranca Upas itu apa, jadi ini tempat yang biasa dipakai buat pre-wedding yang ada rusa dan rumput hijau - hijau gitu. 

Ada entrance fee juga disini kalo gak salah IDR 15k, karena udah termasuk di trip aku juga jadi gak tau berapa. Kalau disini kebanyakan cuman jajanan aja kayak telur gulung, kopi, batagor gitu jadi lebih baik makan siang dulu sebelum ke Ranca Upas. 

Cuaca di Ranca upas agak dingin jadi siapin jaket ya. 


Nah setiap area rumputnya beda - beda gitu. Ada yang hijau banget lebat ada yang botak, dan di tempat penangkaran rusa-nya sendiri becek banget tanahnya juga susah jalannya terus banyak pup rusa dong. Hiks! 


Kamu bisa juga beli wortel sama sayuran gitu buat kasih makan rusa. Tapi menurut aku pribadi rusa di Ranca Upas gak sebagus yang di Cariu. Rusa disini kayak lemes terus kulitnya banyak luka gitu walaupun yang disini lebih friendly ke pengunjung bisa diajak foto gitu. 

Aku pribadi lebih suka yang di Cariu, kalau belum tau coba baca deh artikel tentang Penangkaran Rusa di Cariu Bogor. 




Tapi yang aku suka pemandangan asri kayak foto dibawah ini. Berasa kayak di tempat yang tenang nan damai banget gak sih. Macam di film Keluarga Cemara gitu. Hehehehe. 




Saturday, March 16, 2019

Malacca One Day Trip : Dutch Square, Jonker Walk | Malaysia

Malacca is one of my bucket list since few years ago, and here I am planning my trip to this UNESCO World Heritage Site.

Usually people travel to Malacca from Kuala Lumpur by bus. Also it can be reach by train or plan. But as I stay at Kuala Lumpur so I try to have bus. Need 2 hours travel time from Terminal Bersepadu Selatan (Kuala Lumpur bus station) to Malacca Sentral.

You can book the bus via easybook.com and print out the ticket. But the print out copy need to change to real ticket when you arrive at the station before take the bus.

I take different bus company for this round trip and feel nothing different, the only different is KKL bus if I'm not wrong. KKL is executive bus with wider seat 1-3. For the others bus, just choose the one that meet your schedule.

I get 7.00 bus in the morning, and the bus leaving terminal at 7.15. As my experience traveling in Malaysia the schedule mostly not on time. :(

Arrived safely at 9. So the famous travel point in Malacca is Dutch Square & Jonker Walk. Dutch Square where the red church is and Jonker Walk is the Chinatown. And the interesting thing is they are in one site that you can reach each other by walking distance. Yeay!

Now, you only need to take public bus from Malacca Sentral to Dutch Square. Fare is RM 2,  I think. It takes around 15 minutes.

First thing you will see in Dutch Square is all about red Portuguese building here. It's an instagramable spot everywhere. Make sure you have your sunnies.

This  building is drop off point for any buses or car or taxi. No parking here, I see people get fine when they stop for longer time.
The famous Red Church
Inside Red Church, open for public
Spot big ben from inside the Red Church
The instagramable spot is everywhere

Here is the intersection to Jonker Walk
The famous garden inside Jonker Walk


Can you spot the barongsai :)
If you want to bought Malacca souvenir


Don't forget to try the Hainan Chicken rice in Jonker Walk as its the famous one. You can easily find it everywhere. 


If you are done with this hot weather here, you also can visit some mall in Malacca. I forget what it called near Dutch Square, and also there are AEON Mall. Don't forget to be on station before your bus depart. 

I take bus at 16:00 and going back to Malacca Sentral and have some food there. This one is delicious and cheap. Loving it. 




Friday, March 15, 2019

Getting Ready to Learn Mandarin | Eps. Asal Usul Nama Makanan yang Ternyata Dari Bahasa Mandarin

Darimana asal usul bahasa - bahasa yang kayaknya itu dari Mandarin? Sering gak sih berasa itu kok kayaknya Mandarin tapi pas belajar atau tanya ke orang asli kok mereka gak tau? Nah mari kita cari tau.

Jadi Mandarin yang sekarang kalian tau itu bahasa nasional-nya, ibarat bahasa Indonesia, tapi ada dialect-nya juga dari berbagai suku. Sama kayak di Indo, bahasa nasional-nya tuh bahasa Indonesia tapi ada bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan sebagai-nya. 

Dialect Mandarin juga banyak, ada bahasa Khe 客家話, Hokkian 福建話, Tiociu 潮州話, Cantonese 廣東話, dan masih banyak. Asalnya dari mana? Ya, dari Mandarin makanya tulisannya itu tetep Mandarin hanya pelafalan dan susunan kata-nya yang berbeda. 

Jadi ibarat kalo kamu ngerti Mandarin terus ke daerah - daerah yang pake dialect lain namun tulisannya tetep Mandarin pasti kamu bisa nebak apakah itu. Seru kan belajar Mandarin. 

Misalnya ya, yang paling sering itu Mie - Bakmie. Mie 麵 dengan pelafalan Hokkian dan kenapa bisa jadi Bakmie. Bak itu 肉 yang berarti daging dalam pelafalan Hokkian juga. Jadilah Bakmie yang kalo diartikan jadi mie yang pakai daging.


Foto dibawah ini namanya Kolo Mee, makanan sehari - hari di Kuching yang ngangenin banget. Dari namanya Kolo Mee 乾撈麵 bisa ditebak, 乾 : kering, 撈 : diaduk, 麵 : mie. Sesuai kan sama wujudnya. Jadi kangen :( 

Kolo Mee 乾撈麵
Bapao 肉包. Sama kayak Bakmie, Bak itu 肉 yang berarti daging, Pao itu 包 bungkusan yang kalo di Mandarin juga bacanya bao. Daging yang dibungkus yaitu Bapao. Jadi kalo misalnya dia isinya bukan daging jangan disebut Bapao. Misalnya isinya kacang merah jadi Hongdou Bao 紅豆包, 紅豆 itu kacang merah, 包 itu bungkusan. 


Ebi tempura misalnya yang suka muncul di restoran Jepang. Ebi tau dong udang kering, kenapa namanya ebi? Sebenernya sebutan dalam Hokkian / Tiociu tuh He Bi 蝦米, He itu udang, Bi itu beras. Karena udangnya kecil - kecil kayak beras. Nah itu dia kenapa ebi tempura itu ada udangnya. 


Nah tapi kenapa kadang orang local malah gak tau kalo ditanya - tanya gitu. Ibarat sebagai anak Jakarta gue juga gak tau kalo ditanya bahasa Jawa, Sunda, dan lain - lain. Ya karena emang ga tersentuh dari dulu, sama juga kalo kalian ngomong sama orang asli seperti Beijing mereka juga taunya Mandarin-nya aja basically. 

Nah makin seru kan belajar Mandarin, semakin banyak kalian bersosialisasi sama orang yang berbeda - beda nanti kalian pun akan mempelajari banyak budaya dan jadi ngerti artinya. Tau gak kayak pertama gue bisa Mandarin gue penasaran itu dulu film F4 Tomingse Tomingse apaan seh. Ohhh ternyata 道明寺 Dao Ming Si

Banyak banget hal - hal yang selama ini kalian penasaran dan akhirnya jadi ngerti asal usulnya. Aku sendiri pun belajar banyak vocabulary Mandarin karena ini juga, karena penasaran dan kepo nanya - nanya.
  • Tahu : 豆腐 dilafalkan di Tiociu Tau Hu. 豆 artinya kacang 腐 artinya difermentasi
  • Tausa : 豆沙 yang dilafalkan di Hokkian. 豆 artinya kacang 沙 artinya pasir karena si kacang ijo dihaluskan kayak pasir 
 Jadi makin semangat ga sih belajar mandarin lebih dalam? Aku sih iya. Karena aku penasaran sama hal - hal yang berbau sejarah, penasaran asal - usul-nya dari mana dan sebagainya :)